Resensi pendek dan singkat

Selama 2 minggu nonton film dari yang ringan hingga yang agak berat, tapi males banget bikin review. Sepertinya virus kemalasan sedang menyerang para blogger akhir-akhir ini. OK, kali ini cuma review singkat saja dari hasil nonton dua minggu.

1. Tracing Shadow

Genre: Kungfu, Comedy
Sebetulnya film produksi Hongkong ini tidak terlalu istimewa menurutku, hanya saja kemunculan 3 pelawak dengan tampang mirip trio superstar Hongkong Jackie Chan, Jet Li dan Andy Lau plus gerombolan penyaru penyanyi Hip Hop asal Taiwan Jay Chou cukup memeriahkan film kungfu komedi yang dibalut petualangan mencari harta karun ini. Sayangnya hanya sekedar meriah, dalam artian tanpa berisi. Kehadiran anak kandung Jackie Chan yang bernama Jaycee ternyata tak terlalu menolong film ini untuk jadi lebih baik. Tapi untuk sekedar hiburan sih lumayan lah.

Mau lihat tampang plagiator sang superstar mirip apa tidak? silahkan lihat disini:
Trailer Tracing Shadow

Rating: 2.5/5

2. 20th Century Boys, 2nd Chapter

Genre: Adventure, Mystery
Sekali lagi aku kecewa dengan film Jepang dengan budget besar adaptasi dari salah satu manga favoritku ini. Setelah plot cerita yang lumayan dengan gaya flash back pada chapter pertama, bagian kedua ini justru berjalan datar begitu saja mirip dorama tanggung. Ada dua hal hal yang menarik perhatianku yaitu, pertama keberadaan si cakep imut Airi Taira yang berperan sebagai Kanna. Yang kedua adalah kemunculan Kenji kembali diakhir film sambil mengendarai motor, plus menggendong gitarnya. Bagi pengemar versi manga-nya mungkin film ini cukup mengesankan. Tapi bagi penggemar film, adaptasi kali ini menurutku mengecewakan.

Rating: 2.5/5

3. Mother (Judul Korea: Madeo)

Genre: Drama, Mystery, Detective
Film ini mengalahkan Thirst, film pastor yang berubah jadi vampir karya sutradara langganan festival Park Chan-wook dalam ajang pengiriman film wakil Korea Selatan ke ajang Academy Award. Tapi sutradara Mother sendiri bukan orang sembarangan. Nama Bong Joon-ho yang dikenal sebagai pembuat film adaptasi dari kisah nyata Memories of Murder yang juga banyak mendapatkan apresiasi positif kritikus dari berbagai ajang festival internasional.

Seperti juga Memories of Murder, Joon-ho sekali lagi menampilkan sinematografi yang menakjubkan dalam film Mother ini. Kisah seorang ibu biasa yang menjadi detektif amatir dadakan demi membuktikan ketidak bersalahan anak kesayangannya yang berpenyakit mental dalam kasus pembunuhan seorang anak sekolah. Kim Hye-ja berperan sebagai ibu yang akan berbuat apa saja demi anaknya, berakting bagus dan menyentuh perasaan. O iya, film ini adalah come back Won Bin setelah sekian lama absen dari dunia layar lebar. Aktingnya sebagai terdakwa pembunuh, seorang pria dewasa tapi berpikiran seperti anak kecil cukup meyakinkan. Berbeda dengan genre film “drama sedih” asal Korea seperti biasanya, sedih dalam film ini justru penuh dengan ironi kasih sayang ibu.

Rating: 3.75/5

4. The Taking of Pelham 123

Genre: Action, Thriller
Sebenarnya film bertema pembajakan kereta listrik ini lumayan bisa memberikan premis positif. Sayang, hanya sekedar premis tidak diikuti dengan kenyataannya. Akting Denzel Washington dan John Travolta tidak terlalu istimewa, walaupun tidak bisa dianggap jelek. Standar akting para aktor kelas atas lah. Lumayan tegang sih, tapi masih jauh untuk mendapatkan pujian sebagai film thriller terbaik. Hal yang paling menarik justru bukan pada cara pembajakannya, melainkan hubungan antara pasar saham dan ide membajak geng John Travolta.

Rating: 3/5

5. Overheard

Genre: Drama, Thriller
Film yang mengisahkan regu khusus para tukang sadap anggota kepolisian Hongkong ini lumayan menarik menurutku, apalagi dengan menampilkan rutinitas hidup para anggota regu yang kerjanya hanya menunggu, menunggu dan menunggu sang tersangka kasus trading saham ilegal kelepasan ngomong untuk dijadikan bukti di pengadilan. Sayangnya ketegangan diawal film ketika mereka memasang penyadap cuma begitu saja. Sisanya hanya menceritakan drama kehidupan anggota regu tanpa unsur suspense yang kuat, walaupun eksekusi diakhir film agak diluar dugaanku.

Rating: 3/5

6. Zombieland

Genre: Horror, Comedy, Road Movie
Campuran film zombie dan road movie ini sangat sukses meraih dollar dalam daftar box office movie. Ramuan komedi yang pas dalam perjalanan 4 survivor serangan zombie ini enak ditonton sebagai hiburan. 4 karakter berbeda dengan chemistry unik, dengan sukses ditampilkan untuk menghadapi para zombie. Tiap karakter diberikan nama berdasarkan daerah asal mereka yaitu Tallahassee, Colombus, Wichita dan Little Rock. Karakter Tallahassee yang dimainkan oleh Woody Harrelsson cukup menarik, terutama hobinya yang lebih suka membantai zombie dengan “penuh gaya” dari pada langsung tembak hingga menghadirkan Zombie Kill of the Week sebagai hiburan. O iya, komedian Bill Murray muncul sebentar sebagai dirinya sendiri yang selamat dari serangan zombie. Percayalah, Bill Murray masih mampu memancing tawa dari penampilannya yang cuma secuil itu. Tapi film ini tetap saja hanya sebuah film hiburan yang setelah ditonton dengan gampang dilupakan.

Rating: 3.25/5

9 Responses to “Resensi pendek dan singkat”


  1. 1 gilasinema October 9, 2009 at 12:44 am

    Pengen liat Mother belum dapat juga. Zombieland liat di bioskop ato dwonload Bang? kalo dapat dari internet, biasanya bajakannya juga udah ada yng ke gambarnya😛

  2. 2 Ando-kun October 9, 2009 at 6:20 am

    Aku nonton keduanya lewat streaming online. Yang Mother udah kualitas DVDRips, tapi Zombieland masih kualitas TS (walaupun udah sangat lumayan, makanya aku mau nontonnya).

  3. 3 Zephyr October 9, 2009 at 3:12 pm

    Yang mother sepertinya boleh juga itu.. Oh ya, yang film un prophete versi asli baru beredar 2010, Ando-kun punya link ke film itu? (versi streaming online jg ga papa) Sudah ga sabar sama un prophete.😀

    • 4 Ando-kun October 9, 2009 at 3:22 pm

      @Zephyr
      Sebenarnya jauh lebih gampang mendonlot pakai torrent dr pd nonton streaming (untuk kasus tinggal di Indonesia). Tapi kalau mau, udah kukasih link nya koq waktu membalas pertanyaan Awya. Silahkan lihat list komentar resensi film un prophete.

  4. 5 reikira October 11, 2009 at 8:24 am

    sama kaya yg laen, saya juga pengen nonton Mother itu. salam kenal dan mungkin Anda bisa kasih rekomendasi film korea lain yg worth-watching? saya lagi suka sama film asia. makasih

  5. 6 Ando-kun October 13, 2009 at 5:37 pm

    Salam kenal juga.
    film korea yang lain? Hmmmm… boleh coba Thirst (Song Kang-ho)dan Speedy Scandal (Cha Tae-hyun),

  6. 7 giru October 14, 2009 at 4:28 pm

    aku fans beratnya manga 20th century, tapi kecewa banget nih ma versi filmnya:-(
    film pertamanya okelah aku tonton ampe selese ( soalnya meskipun jelek tapi castingnya bagus, banyak yg mirip ) tapi buat sekuel nya ini ak ga tahan nonton ampe selese, jelek banget! pas kana nya ke tomodachi land ak close aja videonya, bener2 ga tahan
    anyway ak pernah ngereviwe dikit manganya, baca aja kalo sempet http://gilwjack.blogspot.com/2009/02/20th-century-boys-urasawa-naoki.html

  7. 8 Ando-kun October 14, 2009 at 5:24 pm

    @giru
    aku udah bahas film pertamanya lumayan panjang lebar pada postingan sebelumnya. Setelah nonton bagian kedua, aku jadi males nulis resensinya. Jadinya kumasukin saja jadi review singkat kayak diatas.

  8. 9 jensen99 October 15, 2009 at 4:59 am

    Err.. saya kok jadi bingung mau komentar di bagian mana…🙄
    Ulasan yang sedikit menarik perhatian diatas cuma ini.😛

    *baca ulang*

    Zombieland sepertinya menarik. Saya suka ide survival comedy itu. Harusnya kita bisa bikin film serupa. Kuntilanakland?😆


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: