Un Prophete – Sang Nabi dibalik Terali

Judul lain: A Prophet
Sutradara: Jacques Audiard
Pemain: Tahar Rahim, Niels Arestrup

Bukanlah pekerjaan gampang untuk membuat film yang bersetting didalam penjara. Selain harus memaksimalkan ruang yang relatif sempit karena syuting ditempat yang itu-itu saja, sutradara harus pintar-pintar menerjemahkan isi skenario sehingga membuat film buatannya tidak membosankan selama 2 jam. Memang tak banyak-banyak amat film penjara yang pernah dibuat karena agak sulit membuatnya menjadi film menarik dan kalau bisa cukup komersil. Lihat saja film Lock Up nya Sylvester Stallone yang membosankan dan kurang laku, walaupun menjual nama si Rambo. Berbanding terbalik dengan film bertema serupa seperti Shawshank in Redemption dan The Green Mile buah karya dari novel adaptasi Stephen King yang sangat menarik untuk ditonton. Film ini disutradarai oleh Jacques Audiard yang dikenal sebagai sutradara The Beat That My Heart Skipped, sebuah film wajib tonton yang mengantarkannya meraih gelar sutradara terbaik Cesar award. Menurutku Audiard berhasil menyuguhkan penjara sebagai sebuah tempat tinggal yang penuh dengan kesedihan, ketakutan, kekerasan, kegembiraan, kebersamaan, sekaligus tempat untuk memulai harapan baru.

Malik El Djebena, pemuda 19 tahun yang ummi (tak bisa membaca dan menulis) masuk penjara sendirian tanpa kawan maupun lawan dengan masa hukuman 6 tahun. Setelah melewati masa orientasi alias diplonco penghuni penjara lainnya, pemuda ini direkrut oleh kepala geng Corsica Luciani yang mempunyai kekuasaan cukup besar dalam penjara demi menyelesaikan misi-misi yang tak bisa dilakukan anak buahnya secara langsung. Tak bisa menolak perintah Luciani karena terancam jiwanya selama masih didalam penjara, Malik bersedia menjalankan perintah Luciani. Sejak itu tak ada yang berani mengganggu Malik lagi, karena Malik telah berada dibawah proteksi geng Corsica.

Malik yang awalnya polos perlahan tapi pasti semakin tangguh seiring dengan kerasnya kehidupan penjara yang dijalaninya. Dengan cepat Malik beradaptasi dengan kondisi sekelilingnya, mengatasi masalah buta hurufnya dengan belajar di kelas khusus dalam penjara, dan juga belajar cara “berorganisasi”. Dibalik sikap penurut terhadap Luciani, ternyata Malik memiliki keberanian dan kepintaran untuk menentukan nasib bagi dirinya sendiri.

Walaupun judulnya memberikan kesan film bertema agama (terutama Islam), filmnya sendiri hanya sedikit menyinggung hal yang berkaitan dengan Islam, khususnya sebagai identitas komunitas etnis Arab. Inti cerita sesungguhnya adalah kritik sosial kemasyarakatan sistem pengelolaan penjara Perancis, terutama refleksi kondisi penjara dan para penghuninya termasuk petugas penjara. Bagian yang paling menarik menurutku berada diproses transformasi seorang pemuda biasa berubah menjadi sosok licik yang pandai memanfaatkan situasi akibat tertekan dan mengambil pelajaran dari orang-orang disekitarnya dalam penjara. Disisi lain juga membahas isu pertumbuhan populasi etnis Arab di Perancis yang semakin pesat. Seluruh isu ini diarahkan oleh Audiard dengan gaya sinisme sekaligus menampilkan sisi realis kehidupan penjara yang penuh dengan kekerasan demi sebuah tujuan yang bernama bertahan hidup. Selain itu juga ditampilkan beberapa adegan fantasi, termasuk penampilan sosok hantu Reyeb, tahanan yang dibunuh Malik atas perintah Luciani. Sosok hantu Reyeb yang ditampilkan dengan gaya realisme ini seakan-akan justru mengarahkan Malik untuk menentukan langkah demi masa depannya sendiri.

Akting para pemainnya sangat bagus, terutama duo Tahar Rahim dan Niels Arestrup yang berperan sebagai Malik dan Luciani. Sepertinya diantara mereka berdua terdapat chemistry yang mengikat antara sosok bawahan-boss hingga murid-guru. Benar-benar tak kusangka kalau Rahim adalah pendatang baru dalam dunia film. Setting penjara yang diambil oleh Audiard sangat membantu menampilkan suasana yang diinginkan sang sutradara, ini tidak terlepas dari usaha Audiard dengan menyewa para mantan tahanan sebagai penasehat sekaligus sebagai aktor figuran. Satu lagi hal yang mungkin agak aneh menurutku (walaupun sebenarnya lebih dikarenakan aku tidak tahu sistem pengelolaan penjara ala Perancis), yaitu bagi tahanan yang berkelakuan baik diberikan kesempatan untuk keluar penjara selama beberapa hari sebelum akhirnya mendapatkan remisi penuh.

Sebuah film dengan setting penjara terbaik yang pernah kutonton di tahun ini, sehingga sayang sekali untuk dilewatkan oleh para penggemar film serius. Menurutku, film ini layak untuk masuk putaran final kategori film berbahasa asing terbaik piala Oscar tahun depan.

Rating Film: 4.25/5

13 Responses to “Un Prophete – Sang Nabi dibalik Terali”


  1. 1 lambrtz September 19, 2009 at 12:54 pm

    Kok cuman Oscar sih, ga ke Cannes sekalian?😀

  2. 2 ierone @ myblog4famouser.com September 19, 2009 at 1:10 pm

    owh, film baru tha?
    thx resensinya🙂

  3. 3 Ando-kun September 19, 2009 at 5:30 pm

    @lambrtz
    Udah ikutan Cannes 2009 dan walau gak dapet Palme d’Or tapi dapet penghargaan Grand Prix pilihan para juri Cannes.

    @ierone
    Yup, pilem baru keluaran 2009, tapi rencananya baru bakalan diputar di seluruh bioskop Perancis februari 2010. Kecepetan yah?:mrgreen:

  4. 4 Zephyr September 21, 2009 at 1:07 am

    Yup. Ada beberapa film perancis yg menampilkan wajah agama (islam) dg cerita dan penokohan yang bagus, semacam le grande voyage, monsieur ibrahim, dan kali ini un prophet.

  5. 5 Awya September 21, 2009 at 6:39 am

    Ntn dimana nie? Dvdnya udah ada blum? Hyah! Ak gk sbr ntn nie film. Apalgi pas di Cannes jd runner up setelah The White Ribbon. Hoho. Gk sabar.

  6. 6 gilasinema September 21, 2009 at 7:34 am

    Adoooh….dapet film-film bagus terus sih. iri…..

    • 7 Ando-kun September 21, 2009 at 8:39 am

      @Zephyr
      Yang dua Le Grand Voyage dan Monsieur Ibrahim memang kental dalam membahas hubungan antara imigran muslim dengan masyarakat Perancis umumnya. Tp untuk Un Prophet kayaknya cuma sedikit disinggung, itu juga lebih dikarenakan Islam diposisikan sebagai lambang identitas etnis arab saja.

      @Awya
      Nonton streaming, kualitasnya bagus banget, DVDRip!
      Cari2 aja di kios bajakan, siapa tau udah ada yg bocorin.😈

      @gilasinema
      Wadoooohhh…. Koq bang Gila malah iri sama saya? Harusnya saya yang iri sama koleksi film situ:mrgreen:

  7. 8 jensen99 September 22, 2009 at 11:59 pm

    Settingnya di Prancis sebelah mana ini? Yang banyak imigran Arabnya itu kalo gak salah di daerah selatan Prancis ya?

    Ini dimana-mana sama saja, orang masuk penjara malah gak jadi lebih baik, malah level kejahatannya makin berbahaya.😐

    • 9 Ando-kun September 24, 2009 at 2:38 am

      @jensen
      Settingnya gak terlalu jelas didaerah mana. Tapi kalau liat kondisi penjara yang jumlah imigran arab (terutama afrika utara) bisa saingan dgn geng Corsica (yg juga banyak populasinya di selatan), mungkin memang di daerah selatan Perancis.

      Penjara itu mirip banget sama sekolah, tempat menuntut ilmu. malah bagi yg baru masuk ada program training dan dikasih orientasi kayak OSPEK😆

  8. 10 Awya October 9, 2009 at 1:43 am

    Streamingnya dimana? boleh minta gak link-nya…. tambah penasaran nih gara2 ada yg bilang ini film penjara terbaik yg pernah ada.

  9. 12 kritikpenonton April 12, 2010 at 4:32 pm

    wah,, sumpah pengen banget nonton nih film…

    salam kenal.. sebelumnya gue acungi jempol untuk blog ini..

    sekalian promosi ya.. gue juga baru bikin blog yang berisi resensi film juga.. mohon bantuannya untuk dikomentari supaya ke depannya gue bisa lebih baik lagi.. gue masih awam banget di dunia kritik mengkritik film.. oleh karena itu gue meminta kritik juga dari semua pihak biar bisa memperbaiki gue di dunia itu…

    tolong dikunjungi: http://kritikpenonton.wordpress.com/

    terima kasih

    jiro


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: