Archive for August, 2009

My Single Collection

Udah hampir 2 tahun gak pernah ketemu, tiba-tiba muncul begitu saja namanya di layar komputer melalui jalur Yahoo Massenger. Sangat kebetulan, karena aku jarang sekali mengaktifkan YM. Ngobrol lewat chatting memang kurang leluasa, tapi tetap saja membuatku banyak mengenang masa lalu. Namanya Jerick, seorang mahasiswa dari Filipina yang datang ke Jepang untuk melanjutkan pendidikannya. Hobinya sama dengan salah satu hobiku, MUSIK. Hanya saja genre yang paling cocok dikupingnya adalah alternative. Kami bertemu sewaktu mengikuti sekolah bahasa Jepang di Fujinomiya dan kebetulan satu kelas. Pertama kali kami duet barengan main gitar atas permintaan sensei bahasa Jepang, Jerick menyanyi dengan suara yang khas. Bagus, stabil, jernih dan range oktaf-nya lumayan tinggi sehingga mampu membawakan lagu-lagu dengan nada melengking. Kuakui, suaranya sangat bagus dan dia memang hobi nyanyi. Terbukti dari acara karaoke yang setiap kali diadakan, microphone tak pernah jauh dari paksaan genggaman tangannya. Postingan dengan klip lagu ini cuma mengingat masa lalu dan lagu-lagu yang ditampilkan disini adalah lagu-lagu yang pernah kami bawakan dalam grup Ryuusei Rider. Tentu saja lagu-lagu dalam klip video dibawah dibawakan oleh penyanyi aslinya.

Penyanyi: Luna Sea
Judul lagu: Love Song

Penyanyi: Spitz
Judul lagu: Robinson

Penyanyi: Mr. Children
Judul lagu: Sign

Penyanyi: The Pillows
Judul lagu: Funny Bunny

Advertisements

Shinjuku Incident – Drama kekerasan imigran gelap

Produksi: JCE Movie Ltd. (2009)
Sutradara: Derek Yee
Pemain: Jackie Chan, Daniel Wu, Naoto Takenaka, Xu Jinglei, Fan Bingbing

Bukan hanya sekali Jackie Chan bermain film serius dalam artian keluar dari lingkaran film yang membuat namanya ngetop yakni eksyen komedi. Salah satu film serius terbaik Jackie yang pernah kutonton adalah Crime Story, film buatan tahun 1993 yang mengangkat kisah nyata penculikan usahawan kaya Hongkong. Selain itu Jackie juga pernah membuat film serius lainnya seperti New Police Story. Mungkin Jackie ingin sekedar refreshing dari dunia eksyen komedi dan mencoba bermain dalam film yang lebih menekankan akting dari pada mengadu jotosnya.

Jackie Chan bermain bagus sebagai Teitou si imigran gelap yang terdampar di jepang akibat mencari kekasihnya yang hilang, hanya saja akting Jackie dalam Crime Story masih lebih bagus dari pada film ini. Daniel Wu yang main bareng Jackie dalam New Police Story bermain lumayan bagus terutama dibagian awal film, hanya saja gayanya dipertengahan akhir film sebagai pecandu berpakaian ng-punk kayaknya kurang ngepas. Xu Jinglei yang jadi rebutan Andy Lau dan Jet Li dalam The Warlords kurang bermain total. Si cantik Fan Bing Bing terlihat berakting bagaikan pemanis saja (tampang cakepnya lumayan menghibur ditengah gersangnya wajah-wajah kereng dan sangar aktor lain). Para aktor Jepang lainnya sepertinya memiliki wajah balok, mimik muka mereka tampak kurang bisa berekspresi, apa mungkin karena peran mereka sebagai Yakuza mengharuskan berwajah cool? Hanya Naoto Takenaka yang bermain sebagai inspektur polisi Kitano bermain keren, lengkap dengan banyolan kasar dan dialog broken Chinese-nya. Aktor ahli bela diri Yasuaki Kurata yang baru-baru ini ikutan tampil dalam Blood: The Last Vampire hanya sekedar numpang lewat dengan dialog seperlunya. Jangan harap ada adegan pertarungan Jackie Chan vs Kurata dalam film ini seperti Jet Li vs Kurata dalam film Fist of Legend.

Walaupun film ini menampilkan beberapa adegan eksyen, tapi perkelahian yang ditampilkan hanya eksyen gaya serabutan alias tidak pakai jurus. Maklumlah tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam film ini, termasuk peran Jackie Chan, bukanlah sosok pendekar. Terus terang saja gaya berantem yang brutal dalam Shinjuku Accident mengingatkanku pada film-film bertema gangster China Triads Young and Dangerous yang pernah booming akhir 1990-an dengan bintang Ekin Cheng hingga sequel nya berseri-seri. Labrak sana sini, sikat kanan kiri, serabutan, sampai main keroyokan gaya tawuran hingga belepotan darah. Malah mungkin tawuran versi Shinjuku Incident lebih brutal. Ya, kalau dari segi eksyen film ini tidak menawarkan apa-apa, karena terlihat sutradara Derek Yee hanya ingin merefleksikan betapa kerasnya hidup sebagai imigran gelap.

Film ini menampilkan cerita drama kekerasan tentang nasib buruh imigran China yang datang sebagai pendatang gelap di Jepang dengan setting awal tahun 1990-an, ketika industry Jepang sedang sibuk-sibuknya menerima orderan disertai banyaknya imigran gelap China yang masuk ke jepang berkat masih lemahnya peraturan keimigrasian Jepang pada saat itu. Sebenarnya tema ini juga sudah beberapa kali diangkat oleh sutradara lainnya dan memang masih menjadi masalah dunia secara global. Ironis memang, kapitalisme yang melahirkan permasalahan buruh imigran gelap justru menolak kehadiran mereka secara terang-terangan. Memang permasalahan ini bagaikan pedang bermata dua. Disatu sisi menimbulkan permasalahan sosial, disisi lain roda industri membutuhkan buruh yang mau bekerja di lingkungan yang biasanya kotor dan berbahaya dengan upah rendah.

Yang patut kuacungi jempol untuk sang sutradara adalah usaha memotret hidup para imigran ilegal pada awal film hingga pertengahan. Potret para imigran gelap hidup berkumpul satu sama lain, dari saling mengajari trik “hidup mudah” bagi para pendatang baru hingga prinsip kekeluargaan yang saling membantu, dapat ditampilkan lumayan menyentuh. Penggambaran prinsip saling makan satu sama lain dan cari selamat masing-masing juga disuguhkan cukup baik. Sebenarnya pertentangan antara komunitas imigran gelap dalam film bisa ditampilkan tanpa melibatkan Yakuza terlalu banyak. Sayangnya skenario dan plot cerita mengharuskan demikian, sehingga film justru jatuh menjadi film perseteruan gangster-gangsteran. Drama mengesankan di awal cerita agak melorot ritmenya menjelang sepertiga akhir. Walaupun demikian, tetaplah film ini masih cukup layak untuk ditonton bagi para penggemar drama kehidupan manusia. Sekali lagi, jangan berharap Jackie Chan akan memamerkan jurus-jurus kung fu nya dalam film ini.

Salah satu dialog favoritku antara Jackie Chan dan Daniel Wu
Jackie Chan melihat temannya mengambil barang tanpa bayar.

Jackie: Eh, koq itu barang gak ada yang jagain?
Daniel: Orang Jepang nggak mencuri, jadinya mereka pikir orang lain juga sama kayak gitu. …. Goblok !!

Rating: 3.5/5


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: