Supernatural – Serial Horor Thriller yang bikin penasaran

“Saving people, hunting things… The family business”
(Dean Winchester, Season one episode Wendigo)

Ide Cerita: Eric Kripke
Genre: Drama, Horor, Thriller, Action
Tayang perdana: The WB Television Network (2005)
Pemain: Jared Padalecki (Sam Winchester) dan Jensen Ackles (Dean Winchester)

SupernaturalSudah cukup banyak aku menonton bermacam-macam genre serial TV, baik yang bertema drama keluarga, sains fiksi, komedi, eksyen, cerita detektif, hingga yang rada nyerempet seks. Akan tetapi sangat jarang ada serial drama misteri horror yang sanggup menarik perhatianku menonton hingga berpanjang-panjang lebih dari 2 musim. Sebelum menonton serial Supernatural, mungkin serial TV terakhir bergenre seperti ini yang masuk hitunganku “penonton setia” adalah serial lawas Friday the 13th: The Series. Sisanya kebanyakan sudah agak bosan sehabis menonton season pertama, lalu berhenti menonton setelah season kedua dimulai. Serial Supernatural ini sudah memasuki musim kelimanya dan masih tetap menarik untuk terus diikuti.

Serial Supernatural pertama kali ditayangkan di USA pada tahun 2005 lewat saluran televisi The WB Television Network (sekarang The CW Television Network) mengetengahkan kisah perjalanan dua orang abang adik keluarga Winchester dalam menghadapi berbagai kasus yang melibatkan hal-hal gaib. Keluarga Winchester adalah keluarga Hunter, dimana Hunter dalam serial ini merupakan profesi sukarela tanpa upah yang berpetualang keliling negeri dalam usahanya menyelidiki gejala-gejala supranatural dan membasminya bila mengganggu ketentraman masyarakat.

Dean Winchester adalah anak sulung dari pasangan John dan Mary Winchester yang memiliki karakter bergaya seenak perutnya, suka ngomong ceplas ceplos, perayu wanita, takut naik pesawat (jadi ingat B.A. dalam The A Team) dan yang paling menarik adalah hobi Dean yang tergila-gila pada musik Classic Rock (musik rock tahun 1970-an dan 80-an). Bertolak belakang dengan karakter adiknya Sam Winchester yang pendiam, teliti dan sering menganggap serius hal yang dianggap abangnya remeh. Ibu mereka Mary tewas ketika Sam masih berumur enam bulan akibat dibunuh setan bermata kuning dan sejak itu John mereka membawa kedua anaknya berpetualang mencari setan yang membunuh Mary sembari melatih Dean dan Sam berbagai keterampilan yang dibutuhkan seorang Hunter. Sejak kecil Dean dan Sam sudah dilatih keras oleh ayahnya untuk menjadi Hunter yang handal dari training menggunakan senjata api, ilmu bela diri tangan kosong hingga pengetahuan mengenai berbagai hal dunia gaib.

Dean-Sam
Akibat kehidupan nomaden sejak kecil, Dean dan Sam tumbuh besar sambil beradaptasi dengan gaya hidup Hunter. Bagi Dean, hidup sebagai Hunter terlihat bagaikan suatu petualangan mengasyikkan dan menjalaninya tanpa keluhan, malah Dean menganggapnya sebagai bisnis keluarga. Selain itu juga Dean masih menyimpan dendam yang sama seperti ayahnya terhadap setan bermata kuning yang telah membunuh ibunya, karena ketika ibunya tewas Dean telah berumur empat tahun dan melihat sendiri betapa ibunya tewas terpaku diatas langit-langit rumah. Berbeda dengan Sam yang masih bayi ketika ibunya tewas sehingga rasa dendamnya kurang mendalam. Selain itu juga bagi Sam yang serius, hidup sebagai Hunter membuat keinginannya melanjutkan sekolahnya semakin jauh dari harapan hingga pada akhirnya Sam bertengkar dengan ayahnya ketika Sam memutuskan untuk pergi ke Universitas Stanford mengejar impiannya masuk fakultas hukum.

Musim pertama serial ini mengisahkan sang ayah John menghilang tanpa kabar sehingga menyebabkan Dean terpaksa berkunjung ke Stanford dan mengajak Sam untuk ikut serta mencari ayahnya. Bukannya jejak sang ayah ditemukan, malah pacar Sam yang bernama Jessica tewas dengan kondisi yang sama dengan kematian Mary Winchester, yaitu terpaku dilangit-langit kamar lalu terbakar. Tak punya pilihan lain, Sam akhirnya mengikuti Dean sambil mencari jawaban mengapa Jessica mengalami nasib yang sama dengan ibunya bertahun-tahun yang lalu dengan harapan bila bertemu ayahnya, seluruh pertanyaan akan terjawab.

Serial ini dihiasi dengan kemunculan makhluk-makhluk supranatural baik yang jaman dulu maupun modern seperti arwah penasaran, Vampire, Werewolf, Zombie, Jin hingga makhluk gaib yang jarang didengar oleh telinga orang-orang Indonesia seperti Wendigo, Trickster, Rougarou dan Shapeshifter. Hobi berat Dean akan musik Classic Rock terpapar jelas pada beberapa hal yang menghiasi film ini. Misalnya saja banyak judul episode yang menggunakan judul lagu lawas yang pernah dibawakan oleh para grup Rock terkenal seperti Rolling Stone, Led Zeppelin, Boston, Black Sabbath, AC/DC, Metallica, Kansas dll, selain juga menampilkan lagu-lagu mereka disepanjang serial. Hal lain yang menjadi ciri khas adalah kebiasaan duo Winchester dalam menyamar (sebagai Dokter, agen FBI, pendeta, petugas asuransi, dll) dengan nama alias yang menggunakan nama personil Rocker seperti misalnya Dr. James Hetfield (nama vokalis Metallica), agen FBI Tyler dan Perry (anggota grup Aerosmith), Pendeta Father Simmons dan Frehley (anggota grup KISS), Detektif Page dan Plant (anggota grup Led Zeppelin), dll.

Hal yang membuat serial ini tetap menarik dan memiliki unsur ketegangan yang stabil adalah alur cerita yang memang telah dirancang dari awal dengan baik, sehingga cerita season dua, tiga dan empat masih menyambung dengan season-season sebelumnya. Sepertinya memang cerita utama sudah ditetapkan dari awal sehingga alurnya tetap berkelanjutan. Ditengah-tengah alur utama, barulah disisipkan beberapa kasus tambahan yang bertujuan memperkuat karakterisasi tokoh maupun menambah bumbu cerita utama. Menurut kabar, dari awalnya memang Eric Kripke sang kreator cerita telah menyiapkan serial Supernatural untuk diselesaikan dalam lima musim. Jika masih ada musim keenam, ada kemungkinan serial ini akan menjadi membosankan seperti kasus serial Smallville.

Selain itu juga hubungan dua karakter tokoh utama yang dibawakan oleh Jensen Ackles dan Jared Padalecki yang bertolak belakang sangat menarik, terutama ketika mereka berdua beradu argumen. Hubungan antara dua saudara ini menjadi salah satu daya tarik. Kita bisa melihat betapa hanya Dean yang dibiarkan Sam untuk memanggil dirinya Sammy (walaupun awalnya Sam agak enggan karena dengan demikian Dean terkesan masih menganggap Sam sebagai anak kecil). Unsur humor ditambahkan lewat karakter Dean yang sering bertingkah seenaknya , gaya hidup bebas dan selera humornya yang kasar dengan porsi yang cukup ngepas (kecuali dalam beberapa episode tertentu yang memang cenderung diarahkan ke genre komedi). Dengan semakin bertambahnya season, karakter tokoh perlahan-lahan mengalami perubahan yang cukup signifikan, dimana Dean terlihat semakin serius dan Sam menunjukan sisi gelap kepribadiannya. Hal ini wajar karena tuntutan cerita memang mengharuskan perubahan demikian. Beberapa karakter pendukung yang muncul dalam beberapa episode di setiap musim turut memeriahkan suasana, terutama tokoh-tokoh cewek yang muncul sebagai penghangat suasana ditengah gersangnya perjalanan Winchester Brothers dalam menghadapi makhluk supranatural. Tapi jangan disangka tokoh-tokoh cewek ini hanya sekedar tempelan, justru karakter mereka cukup kuat untuk menentukan arah jalan cerita selanjutnya.

Jika season pertama mengemukakan tema mencari ayah mereka yang menghilang tanpa kabar, season kedua lebih terfokus pada usaha mereka memburu setan mata kuning yang telah membunuh Mary Winchester. Season ketiga bercerita mengenai terbukanya pintu gerbang neraka (Devil’s Gate) oleh setan mata kuning sehingga menyebabkan banyak setan dalam neraka lepas ke dunia. Season keempat mengetengahkan alasan mengapa setan bermata kuning membunuh ibu Winchester Brothers dan juga alasan atas usaha setan mata kuning membuka Devil’s Gate. Musim keempat semakin menarik dengan kemunculan malaikat (angel of God) yang memiliki peran dan rencana mereka sendiri. Tentu saja konsep malaikat dalam film ini agak berbeda jika dibandingkan dengan konsep kemalaikatan umumnya.

Seru dan bikin penasaran.

30 Responses to “Supernatural – Serial Horor Thriller yang bikin penasaran”


  1. 1 lambrtz June 5, 2009 at 8:05 am

    OOT dikit.

    Akan tetapi sangat jarang ada serial drama misteri horror yang sanggup menarik perhatianku menonton hingga berpanjang-panjang lebih dari 2 musim

    Ga suka X-Files toh? Saya suka nonton itu setidaknya sampai musim ke-entah ketika David Duchovny diceritakan diculik. Dan tentunya juga beberapa horor lain yang sempet disiarin di TV Indonesia akhir milenium yang lalu.🙂
    ———————————-
    @lambrtz
    aku lbh menganggap X-Files sbg serial SF dgn aliens-nya drpd horor plus setan penasaran. Mungkin serial millenum lbh mendekati horror drpd X-Files. Sayangnya Millenium cuma menarik season 1 doang, udah itu biasa aja tuh. ada lagi serial kanada yg judulnya Poltergeist: The Legacy (dulu di AnTV), bagus sih tp cuma tertarik satu musim setengah.

  2. 2 lambrtz June 5, 2009 at 8:07 am

    Eee maksudnya Fox Mulder diculik alien :mrgreen
    —————-
    @lambrtz
    tuh khan, science fiction! Kalau Mulder diculik Genderuwo atau kolong wewe, baru namanya serial horor.😆

  3. 3 Kayas June 5, 2009 at 12:10 pm

    tapi saya lebih suka prison break xD
    ————————–
    @Kayas
    Tul, aku jg nonton Prison Break. Sayangnya pas season dua aku mulai bosen dan ganti nonton Lost.
    btw, keduanya bukan pilem horor, weeeee….:mrgreen:

  4. 4 R3i_kA June 6, 2009 at 9:39 am

    Supernatural adalah satu2nya serial horor yg meski ditonton berkali2 g’ memBOSANkan! Apalagi dean & sam disini cocok bngt dipsngkan sbgai kakak adik yg serasi meski sering beda pendapat yg sering mmbuat mereka brntem. Pokoknya KEREN BANGET DEH SUPERNATURAL…….
    ——————————–
    @R3i_kA
    Yup! Setujuh Beratz……

  5. 5 kayas June 6, 2009 at 1:56 pm

    lha iya sih..bukan pelem horor.
    klo serial horor yang sy suka itu sampai sekarang tetep The X Files.
    tak ada duanya deh…suka banget xDDDD
    sayangnya, the movie-nya malah kurang bagus, dan emang ga sesukses serialnya ya.
    kedua, Forever Knight. ini ttg vampir😀

    ya jadul2 ya semua. soalnya yg sekarang pelem horornya lbh cepet membosankan sih..:mrgreen:

    btw, mas ando ada fesbuk? add saya dong di ismaw is
    ——————–
    @kayas
    saya malah tetap aja berpendapat kalau X-Files itu serial science fiction (liat balasan komentar lambrtz), dan sebagai serial SF memang X-Files sulit dicari tandingannya.
    Forever Knight? Aku malah mulai merasa bosen sejak pertengahan musim pertamanya. Awalnya emang menarik sih, sayang pengembangan cerita cuma gitu-gitu doang.

    Kalau baca komentarnya mbak mina, belum pernah nonton Supernatural yah? coba nonton 10 episode awal, ditanggung ketagihan.

    pada demam fesbuk yah? sayangnya aku nggak ikut2an demam:mrgreen:

  6. 6 putri June 7, 2009 at 1:42 am

    Friday the 13th: The Series…………ini film jadul, khan ? ^_^

    Kalo di Indonesia serial ini diputer di Trans7…lumayan menarik..

    Tapi Putri lebih senang film TRAVELLER, serial yang sebelumnya diputer di stasiun yang sama ^_^
    ————————–
    @putri
    Traveler? lumayan juga sih. apalagi serialnya cuma 8 episode, cukup pendek. Sayangnya tuh plotnya mirip sama The Fugitive-nya Harrison Ford, jadinya kayak nggak ada sesuatu hal baru buat bikin penonton penasaran. karena itu, bagiku Traveler hanya serial yg menarik buat ditonton, lalu setelah selesai dilupakan.

    Supernatural di Trans7 yah? Setauku sih para fans Supernatural di Indo pada nggak suka dgn cara penayangan Trans7 yg justru membuat episode serial jadi lebih mirip berdiri sendiri. Kebanyakan fans Supernatural lbh milih beli DVD perseason dan dinikmati berkesinambungan. Kalau ibu putri pengen nonton SUpernatural, mendngan beli DVD-nya aja deh. Bajakan juga kualitasnya oke koq.

  7. 7 Arm June 8, 2009 at 8:25 pm

    hmm…
    lama ga berkunjung kemari, banyak update-an resensi nih:mrgreen:
    berhubung mata dah 5 watt, mendingan saya komen duluan ke bahasan yg saya kenal, 2 film sebelumnya ntar2 aja😛

    hmm.. Supernatural ya.. jujur saya baru ngikutin yg ditayangin di Trans7 dulu. kesan saya sih mirip2 ghostbuster versi lebih klenik (karena ga pake alat2 modern):mrgreen:
    dan yg lebih membuat betah tentu saja munculnya cewe bernama Jo yg juga hunter, yg kata temen saya kecil2 imut gimanaaaaaa gitu😆
    ————————————
    @Arm
    Sibuk yah bro?

    Ghostbuster? hahahaha……. jd pengen nyari lg tuh film buat ditonton ulang. Thanks udah ngingetin. Sayangnya porsi ngaco-nya Ghostbuster di Supernatural kurang banyak, jdnya Supernatural lbh serius dan lbh gelap sisi “kleniknya”.:mrgreen:

    Cewek Supernatural yg jd favorit gue tuh ada 2 dan terus terang aja lebih matang dr pd Jo yg imut (maklumlah bukan tipe Lolicon😆 ). Yang pertama Ruby yg seksi misterius versi Katie Cassidy (season 3) dan pencuri seksi nan aristokratik Bella Talbot (season 3). Tipe seksi keduanya emang beda, tp sama2 mantap abissss…….:mrgreen:

  8. 8 syelviapoe3 June 11, 2009 at 3:25 am

    Waaaaaaaaa
    dipanggil ibu-ibu… :((

    Barangkali karena ditayangkan versi Trans7…makanya jadi aneh, ya ?’he…he..
    —————
    @syelviapoetiga
    eitttsss… sori deh
    mau dipanggil tante-tante🙄❓

  9. 9 Arm June 11, 2009 at 6:29 am

    sibuk mencari kesibukan🙄 😆
    hmm.. sisi ngaco-nya Supernatural ya biasanya si Dean itu:mrgreen:
    hmm… bakal ketemu pencuri seksi toh.. biasanya si Dean rada playboy kan:mrgreen:

    ah, si Jo tetep paling imut kok :-”
    ————————–
    @Arm
    emang betul kalau karakter Dean yg tukang ngocol cocok buat sisi komedi serial ini.
    maling seksi itu bakalan bikin Dean dan Sam ribut…….:mrgreen:

    soal imut dan seksi, cuma beda selera bro….
    situ lbh kearah lolicon, kalau gue deket ke oneecon. wakakak😆

  10. 10 syelviapoe3 June 11, 2009 at 7:57 am

    Setua itukah saya ????

    Panggil nama saja, pak…
    Lha wong masih muda ini…😆
    ——————-
    @syelviapoetiga
    Setua itukah saya ????

    Panggil nama saja, bu…
    Lha wong belum punya bini dan anak ini…😆

  11. 11 putri June 12, 2009 at 10:17 am

    he..he…
    Wah..kalo seperti ini ceritanya..Putri ngalah saja-lah..

    Panggil Putri saja, mas🙂

    Salam kenal kembali..mas yusahrizal
    he..he..
    *Berusaha memperbaiki perkenalan..maklum dulu, khan, manggilnya ‘Pak’ he..he..*

    Habisnya..kalo sama yang sedang kuliah S2, ingetnya sama dosen2 Putri, mas..Mohon maaf, ya, kalo selama ini kurang berkenan jika dipanggil ‘Pak’….🙂
    —————————-
    @putri
    Lha siapa bilang gue tidak berkenan dipanggil pak? wong gue orangnya tkng ngocol suka bercanda.😆
    Tp emang udah kebiasaan sih kalau ada yg panggil gue mas bro bakalan disamaratakan dgn panggilan mbak sist. kalau dipanggil pak, oom, akang , panggil balasannya bu, tante, eneng…. dll.

    salam kenal kembali…… mbak (edit h diganti k) putri
    he..he..

    Emangnya kenapa kalau kuliah S2? emangnya dosen yg ngambil S2 di kampus mbak putri udah umuran 40-an yah? masbro lambrtz kuliah S2 tuh di singapur, coba tebak berapa umurnya😛

    kurang berkenan dipanggil ibu yah? sori deh mbak:mrgreen:

  12. 12 putri June 14, 2009 at 9:44 am

    Gubrak !!
    Malah dipanggil mbah lagi…

    he..he…😀

    Bukan masalah umur-nya, sih, mas Yusah ..😀
    Tapi masalah ‘respek’-nya …

    Kalo di kampus ada juga yang muda belia tapi sudah S3….Jadi ini bukan masalah umur, sih…
    ——————
    @putri
    Uppppssss. sori, salah ketik. ternyata jarak antara huruf h dan k sangat jauh yah🙂
    sudah diedit dgn sukses.
    saya respek koq sama mbak (pakai k) putri, walaupun mbak mungkin lebih muda (atau lbh tua dari saya?). Nggak liat umur, panggilan atau titel koq.

    wawa…. ternyata lulusan kampusnya mbok putri orangnya pinter2 yah:mrgreen:

  13. 13 Z.E Ferdi Fauzan Putra June 14, 2009 at 4:29 pm

    yg format DVDnya ada ga tuh?
    ————————
    @Z.E Ferdi Fauzan Putra
    Ada dong. Mau yang asli atau bajakan semuanya tersedia. Tinggal pilih. Biasanya sih satu season dijual 1 box set. Kalau mau beli online bisa lewat amazon atau online shop yg lain.

  14. 14 CdiVa June 15, 2009 at 5:43 pm

    Salam kenal Mas Yusahrizal,
    baru pertama kali baca blognya mas, langsung tertarik waktu baca resensinya soal supernatural..

    Wah sama, supernatural juga serial tv favorit saya. Masih betah nontonnya sampai season 4.. sampai saya bela2in download waktu tau kalo kualitas dvd season 3 dan 4 kurang bagus.

    Sayangnya dari gosip, atau entah memang bener, serial ini cuma bakal ada sampai season 5 saja. sedih banget waktu tau.
    —————————-
    @CdiVa
    Salam kenal juga.
    Sebenarnya bukan gosip tp emang kreator ceritanya Eric Kripke bilang begitu. Aku tau sejak akhir season 2 habis diputar. Waktu itu pas isu heboh pekerja Hollywood mau mogok kerja.
    Eric Kripke yang punya gawe bilang kalau total idenya kalau jadi semuanya dituangkan kedalam serial bakalan mencakup 5 season. Kalau misalnya dipanjang-panjangin kayak Smallville, bukannya justru jadi membosankan dgn cerita yg terlalu dibuat-buat spy lbh panjang? Kalau menurutku sih mendingan dibikin serial spin off kayak cerita hunter lain, atau cerita prolog khusus ttg John Weinchester dan dua anaknya (masih usia remaja) serta Bobby (masih muda) berburu monster, dsb.

  15. 15 4z1z4h July 3, 2009 at 12:57 am

    setan bermata kuning???
    Ehm… bukannya setan bermata hitam,yah? Soalnya di trans7, setan2 nya punya mata item semua klo ketauan, ma mereka berdua…
    Keren banget nih film, sayang di Trans7 diputernya malem banget. Tapi untunglah itu malam minggu, jadi nyantei…
    Nice review
    ———————-
    @4zi1z4h
    setan mata item itu cuma setan kelas bawah. Ntar yg bakalan muncul bukan cuma kuning, merah dan putih jg bakalan muncul koq.

  16. 16 Snowie July 4, 2009 at 10:29 am

    Film horor terkeren sepanjang masa versi saya.

    Saya tersentuh dengan kedekatan persaudaraan Sam dan Dean. Lucu ngeliat Dean yang suka usil.

    Tapi, belibet pas nglihat mereka saling mengorbankan nyawa satu sama lain. dan yang paling mengesalkan pas sesi “mysterious Spot” di mana Dean mati berkali-kali😦

    Di tipi ada tuh, sedang tanyang. Supranatural III
    Bela-belain nonton, walau tayang tengah malam:mrgreen:
    ————————-
    @Snowie

    Film horor terkeren sepanjang masa versi saya.

    Hohohoho….. Ada yg berani nyangkal???😈

    pas sesi “mysterious Spot” di mana Dean mati berkali-kali😦

    Hahahaha… salah satu episode drama campur komedi slaptik. Aku ngakak abis pas adegan Dean tewas ketimpa piano, pas mati keselek sosis, dan akhirnya koit digigit anjing cute.😆

    Wajar aja kalo Supernatural akhir2 ini tayang tengah malam, soalnya makin banyak adegan “dewasa”.

  17. 17 Snowie July 7, 2009 at 6:18 am

    Wajar aja kalo Supernatural akhir2 ini tayang tengah malam, soalnya makin banyak adegan “dewasa”.

    Masa?
    Saya sering kelewatan nonton Filmnya. Suka ketiduran. Mana cuma tayang 1x seminggu.😦
    ——————
    @Snowie
    DVD dong, lagian kalau nonton DVD nggak ada adegan yang di potong sensor😆

  18. 18 Snowie July 7, 2009 at 10:50 am

    Ku beri tahu. Saya ini tinggal di kota kecil dan rakyat kecil. Kalo mo nonton film bisanya cuma d tipi or pinjem di rental original. Dan sayangnya di tempat saya biasa pinjem gak ada serial itu. Sikit banget pilihannya😦 Ah, susah deh.😛

    Btw, saya lebih suka nonton yang udah disensor aja. Melihat yg disensor bisa musnah hapalan quran saya nanti👿

    Btw, arigatou 4 the suggestion:mrgreen:
    ———————–
    @Snowie
    Beruntunglah orang kecil yg tinggal dikota kecil, bersyukurlah. Mbak bisa liat orang kecil yg tinggal dikota besar seperti Jakarta, hidup segan mati ogah. Emang sih, hiburan elektronik agak sulit dicari di kota kecil. Aku yang lahir dan besar di Belitung merasakan sendiri.

    Liat komentarnya Arm deh buat cara alternatif.

    Soal sensor atau nggak, itu tergantung pilihan masing2 penonton. Aku sendiri lbh suka nonton non sensor, baik itu adegan seksual, crude humor, sadis, maupun yg menyinggung SARA. Paling nggak bisa menyelami apa yang ada dipikiran dan maksud pembuat film. Toh film2 komedi seks Indonesia jaman sekarang nggak bakalan tertarik kutonton, walaupun adegan seksualnya nggak disensor. Soalnya nggak ada hal yang bisa dipetik sih.

  19. 19 Arm July 8, 2009 at 12:43 am

    ^ donlot aja bu😉
    di idws ada kok, coba aja😉
    ato kalo koneksi ga memungkinkan beli divx-annya aja di forum2, banyak yg jual kok😉

    Btw, saya lebih suka nonton yang udah disensor aja. Melihat yg disensor bisa musnah hapalan quran saya nanti👿

    :shocked:😆
    bisa ya ilang hapalannya😛
    kan sensor ga mesti adegan “itu” :-”
    —————-
    @Arm
    Tengkyu atas infonya, sekalian buat aku jg nih.

    Soal sensor, kalau sesuai dgn konteks cerita dan penting buat plot film, jangan dipotong. Aku nggak bisa bayangin kalau nonton Schlinder’s List di sensor sana sini malah bikin filmnya murahan.

    *Kalau sensor seksual sih, mendingan sekalian nonton film porno tuh. Kalau udah niat sih*

  20. 20 Snowie July 8, 2009 at 9:44 am

    :: Ando-kun

    Beruntunglah orang kecil yang tinggal di kota kecil. Bersyukurlah.

    Iya. Saya merasa sangat bersyukur dengan kehidupan saya sekarang ini.Walau bisa dibilang sederhana, tapi tidak memiliki kesulitan yang berarti, terutama di bidang Ekonomi.

    Mbak bisa lihat orang kecil yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, hidup segan mati ogah.

    Yah, saya melihatnya waktu jalan-jalan ke Pulau Jawa beberapa waktu yang lalu. Itu yang membuat saya berfikir, “Jakarta dan Bandung hanya menyenangkan untuk ditinggali kalo kita kaya. Punya rumah cukup nyaman untuk ditinggali dengan kondisi Air yang bagus.”

    Emang sih, hiburan elektronik agak sulit dicari di kota kecil

    Saya sih masih bisa menahankan kekurangan hiburan elektronik seperti ketersediaan film-film standar Holywood keluaran terbaru, atau hanya bisa nonton serial Conan setelah sekian tahun kemunculannya di bioskop Jepang, baru bisa nonton Supranatural session 3 yang tayang tengah malam pula, kalo itu yang Saudara Arm maksud.:mrgreen:

    Tapi, saya sangat KESAL karena sulit sekali untuk mendapatkan buku-buku bagus. Bahkan di Gramedia yang ada di Padang. Kota tetangga. Sekitar 1 jam perjalanan dengan mobil dari kota saya😦

    Saya iri melihat ragam buku yang ditawarkan oleh toko-toko buku yang sempat saya kunjungi waktu ke Bandung dan Jakarta, atau iri mendengar rekan blogger yang bercerita soal buku-buku yang tidak bisa saya temukan di sini. Bahkan Gramedianya. Buku yang ada di Gramedia Padang gak sebanyak yang ada di Jakarta-Bandung. Saya benar-benar kesal. Masa untuk bisa dapat buku bagus, saya harus memikirkan rencana untuk membelinya ke kota besar seperti yang saya sebut sebelumnya. Berat diongkos. xP

    Tapi, ada yang paling mengesalkan lagi. Yakni, tidak adanya perpustakaan daerah. Bayangkan, tidak.ada.perpustakaan.daerah. Can you imagine, that?
    Udah toko bukunya gak bisa diharapkan, gak punya pustaka kota lagi! Benar-benar melelahkan.

    Aku sendiri lbh suka nonton non-sensor, baik itu adegan seksual, crude, humor, sadis, maupun yang menyinggung SARA. Paling nggak bisa menyelami apa yang ada dipikiran dan maksud pembuat film. Toh, film2 komedi seks Indonesia jaman sekarang nggak bakalan tertarik kutonton.

    Saya juga gak keberatan nonton bagian yang di sensor, kecuali seksual.
    Untuk adegan seks, saya suka malu sendiri kalo liat, bahkan walau sekadar baru sampai kissing. Dan untuk film komedi seks Indo, saya udah jijik duluan walau cuma lihat iklannya aja. Beda dengan horor nya, saya paling takut sama film horor Indo, bahkan walau cuma Iklan. Gak pernah berani nonton horor Indo sendiri kalo malem.
    Entah kenapa, saya selalu ketakutan kalo nonton horor Indo dan sulit untuk tidur dengan tenang sesudahnya. Beda sama horor Western. Walau sama bunuh-bunuhan, tapi horor Indo hantunya lebih mengerikan.

    Hey, ingat. Apa yang kita saksikan, sedikit banyaknya mempengaruhi apa yang kita pikirkan. Orang-orang bisa berubah menjadi kejam, sadis setelah terlalu banyak menyaksikan adegan kekerasan. */serius*

    Untuk sensor selain “itu”, memang agak menyebalkan. Saya pernah nonton film dua versi (apa ya judulnya? Identity… apaaa gitu, tentang seseorang dengan multi kepribadian dalam kasus pembunuhan). Pertama versi yang tayang di tipi. Pas film nya abis, saya bingung sama ceritanya. Kemudian nonton versi CD, barulah tau kayak mana ceritanya sebenarnya. ternyata banyak adegan penting yang di potong (yang mungkin bagi lembaga sensor adegan tsb mengandung unsur seperti yang Saudara Ando sebut diatas), adegan yang menjelaskan permasalahan atau malah inti film itu, adegan yang berisi motif dari pelaku kejahatan, sehingga membuat film edisi sensor sulit untuk dimengerti dan kehilangan daya tariknya.
    ————————–
    @Snowie
    Waahhh, susah sekali menjawabnya,. habis panjang lebar:mrgreen:
    rata2 semua komentarnya saya setuju kecuali ttg film horor. walaupun aku menganggap horor asia lebih serem dibanding barat, tp tetap aja film horor indonesia termasuk kategori lebay. waktu dulu masih kecil emang ketakutan ngeliat nenek lampir, tp skrg malah ngakak. spesial efeknya nggak banget sih.

    Hey, ingat. Apa yang kita saksikan, sedikit banyaknya mempengaruhi apa yang kita pikirkan. Orang-orang bisa berubah menjadi kejam, sadis setelah terlalu banyak menyaksikan adegan kekerasan. */serius*

    soal ini sih setauku nggak ngaruh terlalu banyak buat orang yg udah matang usia dan mentalnya. beda sama anak kecil yang masih polos. aku nonton film SAW I dan II bukannya terpengaruh, malah cenderung muak smpai akhirnya nggak nonton sequel selanjutnya.

  21. 21 Snowie July 8, 2009 at 9:45 am

    :: Arm

    donlot aja bu
    di idws ada kok, coba aja ato kalo koneksi ga memungkinkan beli divx-annya aja di forum2. banyak yang jual kok

    Ada saran forum apa misalnya? pembayarannya via apa? Kalo yang Anime Jepang gemana? Kayak Conan?:mrgreen:

    Jadi geli sendiri ingat perkataan saudara Ando di komen Conan OVA 9.
    *membayangkan nonton Conan bareng Anak*😳

    bisa ya ilang hapalannya kan sensor ga mesti adegan “itu”

    Memang. Saya bilang gitu karena sebelumnya Saudara Ando bilang soal banyak adegan “dewasa” di film Supranatural. Makanya saya gak tertarik nonton yang di sensor.:mrgreen:

    Tapi, iya loh. Kalo misalnya saya agak “berlebih” lihat adegan yang biasa di sensor “itu” (terjadi kalo nonton via CD) otak saya jadi kacau. Dan biasanya banyak hafalan yang sulit untuk diingat kembali.👿

  22. 22 Arm July 10, 2009 at 3:44 am

    biasanya saya di sini, silakan cari lapak yg terpercaya🙂
    tapi untuk bisa posting di forum itu anda harus registrasi dulu, ga ribet kok, gratis pula🙂
    pembayaran biasanya transfer rekening BCA, dan per-DVD biasanya dihargai rata2 15rb🙂
    anime-dorama-tokusatsu-serial barat, biasanya ada di situ🙂
    kalo kurang jelas hubungi saya via ym aja🙂 sama kaya’ imel saya😉

  23. 23 Arm July 10, 2009 at 3:59 am

    ah, melihat komentar bu Snowie tentang buku, saya jadi merasa bersyukur bisa tinggal di kota yang ada toko buku diskonnya ^^

    “Jakarta dan Bandung hanya menyenangkan untuk ditinggali kalo kita kaya. Punya rumah cukup nyaman untuk ditinggali dengan kondisi Air yang bagus.”

    iya, ngga harus kaya sih, asal punya rumah yang layak huni dan bebas banjir aja kayanya bisa juga “menyisihkan” jatah makan untuk memuaskan hobi😛
    btw saya ngga tinggal di 2 kota itu😛

    *jadi ga enak ama locianpwe Ando karena jadi OOT :P*
    ————————–
    @Arm Tay-Locianpwe.
    Wah, setinggi-tingginya gunung Thiansan ternyata masih lebih tinggi langit. OOT gak papa selama masih dalam batas kewajaran.:mrgreen:

  24. 24 lenren August 8, 2009 at 2:22 pm

    gyaa! aku suka banget sm SN, menurutku lebih bagus dibanding Heroes (beda genre ding)

    tapi lagi kesel sama Trans 7 yg g konsisten nayanginnya

    g pernah bosen nontonnya

    anehnya, episodenys suka selang-seling misalnya episode ini di kasih yang super lucu eh episode berikutnya super serius.

    selain itu SN juga banyak pesan moralnya, banyak banget

    • 25 Ando-kun August 9, 2009 at 9:30 am

      @lenren
      Supernatural emang salah satu serial unik yang aku belum bosen nonton hingga sekarang. Jadi gak sabar nunggu season 5.
      Kayaknya tokoh “prophet” yang muncul bakalan jadi objek komedi.

  25. 26 Puspa October 12, 2009 at 3:36 am

    Heem…
    Supernatural keren banged…
    ga pernah bosen aku nonoton itu…
    Apalagi nonton Winchester Brothers..
    buat ku film ber genre horor paling menarik ya supernatural…

  26. 28 Kunpai Shiratori April 23, 2012 at 11:29 am

    sekarang lagi walking dead fever nih hehehe

  27. 29 mrs.P October 12, 2012 at 4:11 pm

    baru mulai demam supernatural,hehe

  28. 30 dapukata45 August 23, 2013 at 2:52 am

    Duh, jadi kangen sama serial ini. Hheee…
    Btw, ada nggak sih downloadan gratisannya untuk serial Supernatural ini? Jiah, pengennya yang gratisan…😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: