Crossing Over – Terlalu banyak maunya

Produksi: The Weinstein Company (2009)
Sutradara: Wayne Kramer
Pemain: Harison Ford, Ashley Judd, Ray Liotta, Summer Bishil

crossing-over-posterMasalah keimigrasian selalu saja menghiasi permasalahan sosial di setiap negara, terlebih lagi di negara maju seperti USA. Kebanyakan dari para imigran dari luar negeri datang ke negara maju dengan motif untuk memperbaiki kondisi perekonomian dirinya dan keluarga. Apalagi negara seperti USA yang menawarkan iming-iming semu American Dream membuat banyak orang tertarik untuk mengadu nasib di sana baik secara legal maupun illegal. Hal lainnya mungkin disebabkan oleh motif politik ataupun alasan mengejar karir. Aku merasa film ini memiliki kemiripan kerangka dengan Crash dengan tendensi dan cara bercerita yang lebih sederhana dibandingkan film terbaik OSCAR 2005 tersebut.

Karena film ini menampilkan banyak karakter dengan permasalahan imigran yang berbeda-beda, dapat diasumsikan tak ada pemeran utama yang betul-betul menjadi sentral cerita. Setiap tokoh dalam kondisi dan batasan tertentu saling berhubungan satu sama lain, baik langsung maupun tidak langsung mempengaruhi perubahan nasib karakter. Beberapa bagian cerita cukup menarik dan menyentuh perasaan ditambah dengan berbagai konflik sosial kemasyarakatan seperti masalah terorisme, pemalsuan dokumen hingga urusan gangster.

Masalahnya, film ini memuat terlalu banyak hal untuk diceritakan sehingga apa yang ingin disampaikan seakan-akan mentah begitu saja. Contohnya saja bagian cerita yang paling kusukai yaitu tentang Talisma Jahangir, seorang remaja muslim 15 tahun yang berurusan dengan FBI dan dituduh sebagai calon suicide bomber hanya karena menulis makalah tugas sekolah dengan tema memahami maksud dan pemikiran pembajak pesawat insiden 11 September 2003. Cerita Talisma dibikin kontras dengan kisah keluarga Baraheri, imigran politik kaya raya dari Iran yang merasa dirinya sebagai muslim yang baik dan mendapatkan kewarganegaraan USA lewat proses naturalisasi. Belum lagi cerita digali lebih mendalam tiba-tiba perhatian penonton teralih dengan kisah aktris Australia yang mengejar karir Hollywood tapi terhadang visa ijin tinggal, cerita petugas imigrasi menolong anak imigran meksiko, persoalaan pengacara pembela imigran yang ingin mengadopsi anak afrika, hingga urusan Yahudi atheis berkewarganegaraan Inggris yang ingin mendapatkan visa ijin tinggal sebagai pengajar di sekolah Yahudi di USA lewat turunan darah Yahudinya.

Walaupun demikian, film ini menawarkan konflik-konflik yang menarik untuk disimak sekalipun dengan tumpang tindihnya cerita. Anda bisa memikirkan permasalahan yang ditawarkan dalam film ini lebih lanjut setelah menonton tanpa perlu memikirkan ending film. Toh hasil akhir yang didapat oleh para imigran hanya ada tiga koq, dapat ijin tinggal secara legal, gagal dan dideportasi, atau malah nekad tinggal terus tanpa ijin dengan segala resikonya. Mengenai akting para pendukungnya, aktor senior seperti Harison Ford tampil cukup meyakinkan sebagai petugas polisi bagian imigran gelap. Namun yang benar-benar patut mendapat pujian khusus adalah aktris muda turunan India, Summer Bishil yang membawakan peran Talisma sang anak imigran Bangladesh.

Rating: 3.25/5

7 Responses to “Crossing Over – Terlalu banyak maunya”


  1. 1 Kayas May 13, 2009 at 5:24 am

    pertaMina 8) !

    *dijitak*
    hm, alur ceritanya kyknya loncat-loncat ya?
    mirip di serial heroes dong? banyak cerita dan banyak tokoh tapi satu sama lain seakan saling berhubungan.

    tapi saya lebih suka film produksi warner bros klo hollywood soalnya ceritanya suka unik dengan nuansa khas gelapnya itu…semisal film jadul edward scissorhand, sleepy hollow, chocolate factory, batman series, atau animasinya kayak corpse bride
    :mrgreen:
    ——————————
    @Kayas
    Hueeeekk… (keselek bensin)

    loncat-loncat?
    jangkrik? atau belalang? kamen rider?
    *dicubit*:mrgreen:

    Ini suka warner bros atau fans Tim Burton sih?
    atau lagi ngidam johnny depp?😆

  2. 2 Kayas May 13, 2009 at 1:13 pm

    gimana rasanya keselek bensin ?😮

    loncat-loncat itu maksudnya alur ceritanya, pak. Jadi belum kelar satu alur, udah menceritakan cerita yang lain. jdinya ga jelas juntrungannya.

    hem..suka tim burton juga
    eh iya ya…kebetulan contoh2 yang saya sebutin itu jhonny depp semua..:mrgreen:
    dulu sih suka, tapi skrg mah engga. saya ga pernah nge-fans sama seleb sih ..

    btw, pak ando, suka baca novel/ cerpen ga? sori OOT nih
    ————————————
    @Kayas
    novel/cerpen dulu suka baca, tapi sekarang paling cuma bisa baca novel doang dan cerpen udah jarang, malah udah lama nggak pernah baca lagi.

  3. 3 gilasinema May 14, 2009 at 7:37 am

    Masuk list must see, tapi belum dapet. Ratingnya 3,25 berarti gak buruk kan. Aku baca reviewnya jadi kebayang film Crash
    Eh..bang, dah review Ponyo belum sih? Filmnya bagus ya. Tapi karena pengetahuanku yang cethek akan film Jepang, belum siap bikin reviewnya🙂
    ———————————–
    @gilasinema
    nggak buruk koq, malah lumayan menarik. sayangnya kayak makan steak setengah matang.
    Ponyo? udah kuresensi tahun kemaren. Liat aja dibagian resensi anime.

  4. 4 lambrtz May 14, 2009 at 12:17 pm

    Apalagi negara seperti USA yang menawarkan iming-iming semu American Dream membuat banyak orang tertarik untuk mengadu nasib di sana baik secara legal maupun illegal.

    (bold dari saya)

    Bah.😆
    Sweden uber alles😎
    ————————————-
    @lambrtz
    Kalau aja aku ngerti bahasa swedia, bakalan mau kesana jg tuh:mrgreen:
    aku pribadi lbh milih kanada daripada USA. Itupun kalau “dipaksa” milih😆

  5. 5 Arm May 16, 2009 at 11:44 am

    hehe… berarti udah bisa masuk kan, ngga tertahan di bandara macem The Terminal:mrgreen:

    masih baru ya.. kapan2 nonton ah…:mrgreen:

    Sweden uber alles😎

    kok saya pengennya Norway ya.. :-”

    *halah, sama2 cewe kutub*😆
    ————————–
    @Arm
    Hidup Scandinavia!!!!!!😆

  6. 6 lambrtz May 16, 2009 at 4:51 pm

    Hidup Scandinavia!!!!!!

    Amen Brother! Amen amen amen amen amen amen!!
    —————————————
    @lambrtz
    Make your amen double! For me either…….:mrgreen:

  7. 7 jensen99 May 18, 2009 at 1:52 pm

    Ah… Amrik… Bahkan imigran gelap dari Indonesia pun ada walau sedikit…🙄

    Hidup Scandinavia!!!!!!

    Hmm… rasanya terlalu dingin kalo buat saya. Kota2 di pesisir Laut Tengah (Barcelona, Marseille, Monaco atau Tel Aviv) sepertinya lebih cocok untukku. Yaa… seutara-utaranya Amsterdam deh!:mrgreen:

    *nyebut kotanya karena percuma tinggal di Eropa kalo di kota kecil*

    BtW, Theme-nya jadi sama dengan punya saya, Arman dan Lambrtz ya?😉
    ——————————————
    @jensen

    Amrik… Bahkan imigran gelap dari Indonesia pun ada walau sedikit

    Salah seorangnya malah masih terhitung pamanku😆

    Pengen tinggal di Milan barang dua tiga tahun, mau nonton Inter Milan di San Siro sepanjang tahun pake tiket terusan:mrgreen:

    BTW: Hehehe, tentunya dengan sedikit sentuhan header spesial dengan judul blog dan namaku, ditulis pake huruf kanji….🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: