The Sky Crawlers – Pilot Belia Tak Pernah Tua

Judul asli: スカイ・クロラ (Sukai Kurora)
Produksi: Production I.G ( 2008 )
Sutradara: Mamoru Oshii
Genre: Anime, Drama perang
Seiyu (pengisi suara): Kikuchi Rinko, Kase Ryo

君は大人になりたいと思う?僕達キルドレは歳を取らない
Kimi wa otona ni naritai to omou? bokutachi kirudore wa toshi wo toranai
Apakah kau ingin jadi dewasa? Kami para kirudore tak bertambah tua.

(Kannami Yuichi, anggota kelompok para pilot kirudore)

01_the_sky_crawlersMungkin nama Mamoru Oshii tidak terlalu terkenal di dalam dunia non-anime. Akan tetapi didalam dunia anime, nama sutradara sekaligus penulis ini merupakan nama yang sangat berpengaruh dengan karya-karya fenomenalnya seperti Jin-Roh: The Wolf Brigade dan Ghost in the Shell. Nama Oshii memang tidak segemerlap nama Hayao Miyazaki di dunia internasional walaupun menurutku mereka berdua memiliki kemampuan setara dengan gaya penyutradaraan berbeda. Hubungan antara Miyazaki dan Oshii sendiri skeptis secara professional sampai sekarang, tetapi mereka berdua saling menghormati secara personal. Menurut Oshii, karya Miyazaki terlalu idealis, tidak realistis dan sikap Miyazaki juga terlalu keras pada anak buahnya. Sedangkan Miyazaki sendiri mengkritik karya Oshii terlalu berat karena bermain dalam filosofi sehingga kurang menghibur (dan tentu saja membuat namanya kurang dikenal dunia internasional).

Aku sendiri sebenarnya tak keberatan dengan cekcok professional kedua sutradara anime hebat ini, toh apa yang mereka tunding satu sama lain memang benar koq. Namun justru itulah kekuatan masing-masing sutradara dalam berkarya. Lihatlah film-film karya Miyazaki yang indah dipandang dengan imajinasi mengawang-awang tanpa batas. Tapi justru dengan demikian film buatan Miyazaki mampu menghibur penonton segala usia. Bertolak belakang dengan buatan Oshii yang filosofis sehingga sulit dinikmati oleh anak-anak tetapi sangat menarik bagi orang dewasa. Masih ingat dengan cerita Jin-Roh yang ditulis oleh Oshii? Betapa Oshii menggunakan cerita si kecil kerudung merah dan serigala dalam menggambarkan kisah pasukan anti teroris. Kali ini Oshii menggarap film yang diadaptasi dari novel karya pengarang misteri Hiroshi Mori yang berkisah tentang pilot muda belia yang kuanggap sedikit mengambil kiasan latar cerita Peter Pan.

The Sky Crawler bercerita mengenai kelompok pilot yang dipanggil Kirudore dari pihak Rostock yang berperang melawan kelompok Lautern. Kannami Yuichi adalah pilot yang baru saja ditransfer ke pangkalan dibawah pimpinan seorang wanita bernama Kusanagi Suito. Kannami ditransfer untuk menggantikan seorang pilot bernama Jinrou yang diketahuinya telah tewas. Hanya ada 4 pilot aktif yang ada di pangkalan plus Kusanagi yang bisa menerbangkan pesawat. Keempat pilot tersebut termasuk kedalam kelompok Kirudore. Kirudore adalah kumpulan pilot-pilot muda yang tak pernah menjadi tua. Hanya ada 2 pilihan dalam kehidupan para Kirudore yaitu hidup muda belia atau mati di udara. Kemampuan bertempur para Kirudore tak tertandingi oleh pilot-pilot Lautern, kecuali 1 orang yang dipanggil Teacher. Kisah berputar disekitar hubungan roman Kannami dengan Kusanagi, teka-teki kematian Jinrou yang ternyata juga memiliki hubungan mesra dengan Kusanagi, eksistensi Kirudore dan siapa sebenarnya Teacher si pembantai Kirudore itu sendiri.

Muda selamanya dan penerbang! Pasti nama Peter Pan dari Neverland akan terlintas dipikiran anda. Memang kelihatannya film ini secara abstrak agak mengacu pada tokoh Peter Pan ciptaan J. M. Barrie yang muda abadi, hanya saja apakah menjadi muda selamanya itu menarik? Kalaupun menarik bagi Peter Pan, bagaimana dengan orang disekitar Peter Pan yang umurnya terus bertambah? Apakah mereka tidak akan bosan terus menerus bertemu seorang Peter Pan yang tak pernah tumbuh, sedangkan mereka melalui waktu dengan umur bertambah?

Terus terang saja film ini memiliki cerita yang cukup dalam dan rumit karena ceritanya sendiri mengalir melalui dialog antar tokoh yang tidak terlalu banyak jumlahnya, sehingga membutuhkan ketelatenan penonton untuk memahami isi cerita. Misteri tentang apakah itu Kirudore dan mengapa selalu ada satu pilot baru yang menggantikan satu pilot yang tewas akan dijawab perlahan-lahan. Setting film walaupun terlihat seperti kondisi pada saat perang dunia kedua (bentuk pesawat dan situasi sekitar pangkalan), namun sesungguh tidak terlampau jelas sehingga bisa dianggap alternative dimension. Kelompok Rostock dan Lautern sendiri tidak begitu jelas statusnya, apakah mereka itu dua negara yang sedang berperang, perusahaan yang bersaing, atau malah hanya dua kelompok fiktif yang dijadikan rival demi sebuah game perang dimana sosok Teacher adalah “Boss Enemy” yang tak terkalahkan? Dengan cerita semi-abstrak seperti ini saya sarankan agar anda menontonnya pelan-pelan karena jika anda dapat meresapi inti cerita, anda akan merasakan sensasi yang berbeda dari pada menonton anime biasa. Seperti biasanya menonton karya Oshii, jangan berharap mendapatkan cerita lucu dan menyenangkan dalam film ini seperti halnya karya Miyazaki.

Kelebihan utama film ini adalah visualisasi gambarnya yang luar biasa! Terutama gambar landscape pemandangan langit dan daratan yang indah, detail pesawat, hingga sajian utamanya, adegan pertempuran di udara yang diiringi dengan suara membahana kreasi Skywalker Sound milik Lucasfilm yang mantap punya. Ada beberapa adegan pertempuran dengan slow motion yang ditampilkan mengingatkanku pada film arahan John Woo. Baru kali ini aku menyaksikan adegan dogfight antar pesawat tempur yang menakjubkan, bahkan lebih keren dibandingkan film Hollywood dengan full teknik CGI canggih. Padahal film ini merupakan gabungan antara teknik CGI dan animasi gambar khas anime, atau malah gabungan inilah yang menjadi kelebihan utama The Sky Crawlers.

Jika anda seorang penggemar anime berkelas, jangan sampai melewatkan karya Mamoru Oshii yang satu ini. Bahkan jika anda tidak mengerti isi cerita film ini sekalipun, anda akan mendapatkan hiburan dengan sajian gambar animasi pertempuran di udara yang berbeda. Satu lagi, ada adegan yang akan membuat cerita lebih jelas (atau lebih rumit?) diakhir film setelah cast film habis ditampilkan, karena itu jangan matikan film ini sebelum benar-benar habis. Lagipula sambil menunggu cast film selesai, anda bisa sekaligus menikmati lagu Konya mo Hoshi ni Dakarete (Malam inipun direngkuh bintang) yang dibawakan dengan manis oleh penyanyi pop Jepang, Ayaka. Yang ingin mengunduh lagu ini silahkan kesini.

Gambar: 4.25/5 dan 4.75/5 (untuk adegan dogfight)
Rating: 4/5

11 Responses to “The Sky Crawlers – Pilot Belia Tak Pernah Tua”


  1. 1 Arm April 5, 2009 at 5:08 pm

    keluaran 2008 ya? adegan dogfight-nya sekeren Macross F ato Macross Zero kah? IMO dogfight di Macross Zero (yg keluar tahun 2001) masih tetep yg paling keren ^^

    tapi overall sepertinya menarik ^^ *cari2 di idws ah…😛 *
    ———————————————

    Dikirim pada tanggal 2009/04/07 pukul 03:55

    @Arm
    Beda orang beda pendapat dan hobi sih.
    Sampai saat ini sih, adegan dogfight model pesawat tempur perang dunia II yang paling kusuka. Alasannya karena manuver pesawat plus kemampuan pilot yang benar2 jadi andalan. Nggak kayak dogfight jaman skrg yg banyak bergantung pada teknologi.

    Coba aja nonton sendiri, karena menurutku dogfight paling keren hingga sekarang ada di The Sky Crawlers (walaupun adegannya nggak banyak). O iya, bisa liat contohnya di youtube koq.

    Lagipula yang paling kusuka dari film ini adalah ceritanya (walaupun kesannya muram dan pesimistis)

  2. 2 Hakim April 13, 2009 at 10:31 am

    Wah I.G bikin film lagi!. I.G. yang bikin sekuel animasi asal asul O-Ren Ishii dalam Kill Bill Vol. 1 itu ‘kan ? Pertama kali saya nonton Jin Roh kepala saya sampai pening (dalam artian bukan karena muak tapi takjub). Bisa-bisanya bikin anime dengan cerita seberat itu dan alur yang benar-benar drama, karena saya mengira bakalan nonton film action dar der dor. Scene-scene-nya membuat saya merasa seperti menonton film live action. Percaya atau enggak sampai sekarang filmnya masih belum tuntas ditonton. Begitu pula dengan Ghost in the Shell & Ghost in the Shell 2: Innocence. Film legenda karya Katsuhiro Otomo, AKIRA, sampai sekarang juga masih belum saya tuntaskan, malah saya kesengsem sama filmnya yang yang lain (dan langsung ditonton sampai tuntas) yaitu Suchîmubôi/Steamboy. Memang film-film Miyazaki masih enak diikuti. Sampai sekarang saya masih ingat adegan-adegan di Mononoke Hime, Sen to Chihiro no kamikakushi. Thanks ya buat reviewnya soal anime. Saya jadi terkenang kembali masa-masa dimana saya begitu suka dengan anime hingga punya cita-cita menjadi seiyuu (sumpah, padahal sama sekali tak bisa bahasa Jepang dan itu juga gara-gara gila sama Evangelion).
    ——————————————-
    @Hakim
    Iya nih, Production I.G mulai unjuk taring didunia anime movie kelas berat sejak Blood: The Last Vampire, Jin Roh, Ghost in the Shell hingga versi movie Evangelion.

    Waduh mas, AKIRA dianggurin tuh bagaikan kucing bengong didepan ikan asin. Buruan nonton sampai habis dan rasakan sensasi anime cyberpunk paling heboh yang pernah dibuat.

    Thanks juga, saya lbh suka ngereview anime yang jarang direview orang lain.

    Ada satu nama sutradara hebat lain yang belum disebut, Isao Takahata. Temannya Miyazaki ini benar2 hebat bikin “The other side” anime. Bayangkan aja, dia selalu bikin karya yang beda genre dan style dgn hasil yang berkualitas tinggi. Mulai dari anime drama perang Hotaru no Haka, drama social live kayak Only Yesterday, komedi komik strip My Neighbour The Yamadas, hingga komedi satir kritik lingkungan seperti Pom Poko.

    Mau jd seiyuu? Daftar aja ke TV swasta, jadi seiyuu anime dubbing bhs Indonesia khan bisa juga tuh:mrgreen:
    Bayangin aja jd pengisi suara Naruto dkk, atau Nobita dkk, khan asyik jg tuh hehehe….😆

  3. 3 Arm April 16, 2009 at 6:48 pm

    Ngomong2 Prod I.G, ini studio ngeluarin anime baru Higashi no Eden, dan kata yg sudah nonton English-nya relatif lebih fluent ketimbang anime kebanyakan yg Engrish😛
    dan apa yg membuat saya numpang komen? OP song nya Falling Down-nya Oasis:mrgreen:

    *semoga tidak dianggap nge-junk*:mrgreen:
    —————————
    @Arm
    Belum nonton yg ini. Baru mulai yah? wong liat di situsnya tayang pertama tgl 9 april minggu lalu. Soal English dan Engrish sih , itu tergantung kemampuan seiyuu. Jadi penilaiannya relatif juga sih.

    *Dianggap sebagai recycle junk, diizinkan untuk di muat*:mrgreen:

  4. 4 Emina April 24, 2009 at 1:09 am

    waaahhhh….theme nya gantiiiii !!!!! xD

    hm..mamoru ooshi ya…itu klo ga salah yang bikin ghost in the shell bukan sih?
    yang ciri khas nya bnyak adegan diam itu.. ?

    saya sekarang jarang meng update info film anime sih, palingan juga cuma nonton film anime di tipi yang udah pada basi itu, serial pula.

    tapi, ini bisa jadi referensi anime yang lumayanlah, tar klo saya ada waktu buat nontonnya, habisnya di sini agak susah nyari film anime…mesti bnyk chanel sama orang2 cokin, heheheh…

    eh mas ando..ada film anime jadul yang saya sukaaaa banget, Witch Hunter Robin sama Vampire Hunter D, tapi sampe saat ini blm kesampean punya nih… bs tolong di review in ga?:mrgreen:
    ————————
    @Emina
    Masalahnya tuh bukan ada tidaknya waktu buat nonton, tp ada atau nggak filmnya tersedia buat ditonton:mrgreen:
    Mesti sering2 main nyari DVD bajakan. Siapa tau ada pembajak anime maniak yg rela ngembajak anime2 bagus.
    Saya jarang nonton serial, paling cuma beberapa. Terus terang aja kedua serial “Hunter” diatas belum pernah nonton, paling udah nonton Hellsing. Kalo Hellsing sih, ide ceritanya keren dan mantap. Sayang setelah setengah jalan, Hellsing jadi kurang menggigit.

  5. 5 Emina April 24, 2009 at 10:28 am

    eh ya..ketauan deh pasti saya fast reading..hehe..ternyata memang ada keterangan klo mamoru osshi itu memang pembuat ghost in the shell…
    ——————————–
    @Emina
    Orang sibuk memang begitu, semuanya pengen dipercepat termasuk waktu, umur dan baca😆

  6. 6 jensen99 April 24, 2009 at 2:23 pm

    Duh, lama gak kesini saya jadi ketinggalan resensi baru.. ^^

    *baca*
    *cek info tambahan*

    Aaaah, sepertinya saya akan suka anime ini. Cerita yang ‘berat’+dogfight ala PD II (penggemar militer sih) cukup jadi jaminan. Saya dah donlot lagunya juga. Merdu. Thanx!😀

    &… Theme barunya bagus, bakal sempurna kalo snapshot-nya juga ikut dimatiin, IMO.😉
    ——————————-
    @jensen
    Gw kayaknya bakalan jarang ngeriview akhir2 ini, sibuk. Paling cuma bales komen.
    Hehehe… lagunya romantis banget yah? Padahal gw yg nggak trlalu suka lagu mendayu2 akhirnya suka jg sama lagu ini.:mrgreen:

    baca: info tambahan
    Wah, info yg ini benar2 spoiler abis. Padahal setengah mati gw bikin tulisan resensi supaya nggak buka rahasia esensi ceritanya terlalu banyak😯

    Themenya untuk sementara nggak diubah dulu, tetap apa adanya dr wordpress. Thanks atas sarannya

  7. 7 gilasinema April 29, 2009 at 3:31 am

    Lama gak ada yang baru nih Bang. Sibuk ya?
    ———————
    @gilasnema
    Iya nih boss, bulan 4 dan 5 lg puncaknya sibuk.

  8. 8 Arm May 4, 2009 at 2:42 pm

    hmmm… sudah nonton (dengan berkali-kali nge-lag karena VGA bapuk😦 ), dan terpaksa melihat rujukan jensen buat memperjelas pemahaman😛

    animasinya keren banget, lebih tajem dan halus sedikit dari Macross Zero😀 . dan saya sedikit banyak paham kenapa bung Ando bilang dogfight-nya paling bagus, soalnya murni make senapan mesin, ngga make spam missile ala Macross:mrgreen:

    dan, sasuga Prod I.G., animasi keren cerita angst2 gitu😆 bukan selera umum😛

    tetep Macross Zero yg lebih jelas ceritanya *subyektivitas penggemar Macross😛 *
    *kadun…*
    ————————————
    @Arm
    Khan udah dibilang ini anime kelas berat. Kalau Macross Zero sih bagiku cuma anime biasa, nonton sekali lewat😈

    Halah, dogfight paling indah itu dogfight perang dunia II. Benar2 mengandalkan kemampuan manuver pilot, nggak kayak dogfight pake rudal yang ngandelin teknologi canggih doang *Subjektivitas penggemar dogfight jaman beheula*:mrgreen:

  9. 9 rukia^^ July 6, 2009 at 5:58 am

    udah nonton, Arigatou Arm-chan ^^

    awalnya bingung, ini cerita maksudnya gimana, terutama yang “tidak pernah menjadi tua” tapi akhirnya mengerti juga, ternyata mereka mati dan penggantinya adalah orang yang memiliki perilaku dan sikap yang sama dengan sebelumnya. Tapi saya penasaran siapa si Teacher itu, sampai akhir cerita nggak diungkap juga.

    afterall anime-nya bagus apalagi animasinya keren^^
    ———————-
    @rukia
    SPOILER WARNING!!!!!!

    Ini hanya pendapat pribadi aja. Seluruh Kirudore adalah para kloning yang dibuat khusus buat hiburan masyarakat yang maniak sama perang. Karena itu rupa, sifat dan perilaku orang yang dikloning (dari induk yg sama) sama persis.
    Teacher menurutku adalah “bapak” dari gen kloning Yuichi dan saudara2nya. Karena itu, manuver2 aneh Yuichi yang sulit ditebak justru terbaca dgn mudah oleh Teacher. Menurutku juga sih Teacher adalah penerbang paling jago diantara para bapak kloning kirudore.

  10. 10 Stardust February 28, 2011 at 2:38 pm

    Keren ya, sayang saya belum nemu.
    Apalagi dari pembuat Ghost In The Shell.


  1. 1 Love these Songs; Thankyou~ « JenSen99’s Weblog Trackback on May 7, 2009 at 5:48 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: