The Pillows – Japanese Alternative Rock Band

Kemungkinan besar kebanyakan dari anda belum pernah mendengar nama band Jepang yang satu ini. Jangankan di Indonesia, orang muda Jepang sendiri belum tentu kenal dengan nama band pengusung alternative rock ini. Harap maklum, alternative rock bukanlah visual kei yang banyak digandrungi anak muda Jepang. Padahal dikalangan para pemusik Jepang, nama The Pillows sudah cukup layak untuk disandingkan dengan nama band legenda genre lain. Bahkan pada tahun 2004, sebuah album tribute untuk The Pillows berjudul Synchronized Rock pernah diluncurkan dengan pengisi band-band terkenal Jepang seperti Mr. Children, Ellegarden dan Bump of Chicken yang membawakan cover version lagu-lagu lawas milik The Pillows.

pillows31

The Pillow pertama kali terbentuk di Hokkaido pada bulan September tahun 1989. Kisah dimulai dengan bubarnya grup band Kenzi and The Trips dimana Kenji Ueda tadinya bergabung sebagai pemain bass. Pada saat itu Ueda bertemu dengan vokalis grup band The Coinlocker Babys yang bernama Sawao Yamanaka. Ueda dan Yamanaka mulai merencanakan untuk membentuk grup band baru. Ueda mengajak Shinichiro Sato, mantan drummer Kenzi and The Trips untuk ikut bergabung, sedangkan Yamanaka mengajak Yoshiaki Manabe gitaris utama grup band Persia yang juga telah bubar untuk ikut bergabung melengkapi kwartet The Pillows.

Awal karir The Pillows menelurkan dua mini album indies lewat perusahaan rekaman Captain Record hingga mereka pindah dan mendapatkan kontrak dari perusahaan rekaman besar Pony Canyon pada tahun 1991. Formasi awal The Pillows ini masih memainkan musik yang ambigu tanpa ada genre musik utama yang jelas. Pada saat itu pengaruh musik punk dan nama grup Kenzi and The Trips masih kental terasa pada perkembangan musikalitas The Pillows, padahal dalam grup band itu sendiri sangat menginginkan originalitas bermusik yang berbeda. Mungkin ini disebabkan oleh pengaruh kuat Ueda dalam membuat komposisi lagu untuk The Pillows (komposer utama adalah duet Ueda-Yamanaka). Akhirnya demi kelangsungan band, Ueda mengundurkan diri karena perbedaan visi bermusik. Dengan keluarnya leader band dan perpindah perusahaan rekaman, membuat aktivitas The Pillows juga ikutan berhenti selama satu tahun.

pillows4
Trio The Pillows. Kiri-kanan: Sato (drum), Yamanaka (vokal) dan Manabe (gitar)

Yamanaka sebagai leader band yang baru menggantikan Ueda mulai mencari pemain bass untuk mengisi kekosongan. Hanya saja, ketiga anggota The Pilows yang tersisa sama-sama sepakat untuk tak pernah menggantikan posisi pemain bass secara resmi demi menghormati Ueda yang telah membentuk The Pillows. Tatsuya Kashima datang mengisi posisi supporting member untuk pemain bass dan mereka pindah lagi ke perusahaan rekaman baru King Record. Formasi kedua The Pillows ini mulai menetapkan genre musik yang mereka mainkan yaitu alternative rock bergaya jazzy dan bossanova dengan campuran soul. Pada saat inilah mereka mengeluarkan dua album yang menurutku sangat inspiratif dan penuh imajinasi, Kool Spice dan Living Field. Walaupun demikian, album ini masih kurang laku. Mungkin akibat pilihan genre yang kurang popular dikuping masyarakat Jepang. Walaupun demikian, kedua album ini akan menjadi koleksi favorit para fans The Pillows dimasa depan.

junPada tahun 1997, The Pillows meluncurkan album Please Mr. Lostman dengan mengubah gaya bermusik mereka menjadi pure alternative rock tanpa embel-embel jazzy. Album ini cukup sukses dipasaran dan diikuti album-album lain dengan tipe genre serupa. Setelah pelepasan album ke-7 mereka, pada tahun 1999 Kashima memutuskan keluar dan diganti dengan mantan pemain bass grup The Chewinggum Weekend, Jun Suzuki (gambar samping). Hingga sekarang, Suzuki masih tetap terdaftar sebagai supporting member (anggota pendukung) tetap untuk pemain bass. Sebagai supporting member, Suzuki seperti juga halnya dengan Kashima harus menerima konsekuensi gambar dirinya tidak akan pernah muncul dalam cover album, promotion video (PV) clip, maupun sesi pemotretan untuk promosi walaupun hak lainnya sama dengan anggota tetap The Pillows.

Tahun 1999 ini juga, The Pillows didekati pihak studio anime Gainax untuk mengisi soundtrack lagu untuk anime OVA produksi terbaru mereka FLCL (Furi Kuri). Selain mengambil beberapa lagu dari 3 album terakhir, The Pillows juga membuat 2 lagu baru khusus untuk soundtrack anime FLCL. Seiring dengan meledaknya OVA FLCL, nama The Pillows juga ikut terangkat naik. FLCL lebih banyak dikenal di Amerika utara lewat saluran anime Adult Swim sehingga menyebabkan The Pillows beberapa kali bolak-balik diundang untuk manggung di USA. Harus diakui bahwa OST FLCL inilah yang membuat nama The Pillows benar-benar meroket. Dua dari lima lagu favoritku juga berasal dari album OST FLCL (I Think I Can, Funny Bunny, She’s Perfect, Skim Heaven, dan Girl Friend)

pillows5

Hingga kini, The Pillows telah menelurkan 16 studio album (terakhir 2008, album Pied Piper), 28 single, 7 live album hingga 4 album kompilasi. Genre musik yang mereka mainkan sekarang masih tetap alternative rock, belum berubah sejak album Please Mr. Lostman walaupun beberapa lagu dalam satu album kadang mereka mencampurnya dengan pop, blues hingga rock and roll. Tidak seperti Tokyo Jihen yang cukup rumit, komposisi musik mereka gampang dicerna dan enak untuk didengar kuping. Seorang teman penggemar slank (slanker) yang kuberikan album MP3 The Pillows untuk didengarnya mendapatkan kesan bagaikan mendengarkan lagu slank dalam bahasa Jepang (itu katanya dia sih:mrgreen: ). Aku pribadi merasakan keasyikan tersendiri dalam mendengar lagu-lagu yang dibawakan oleh The Pillows. Malah dalam satu kesempatan manggung berdua dengan teman, kami membawakan salah satu lagu The Pilows yang berjudul Funny Bunny. Bagi yang ingin mencoba dengar lagu-lagu mereka bisa mengunduh album The Pillows di halaman J-Music Rare Album Link disamping kanan atas. Bagi yang mau lihat klip musik mereka, silahkan lihat dibawah ini.

The Pillows sekilas info:
busterkun21Main genre: Alternative Rock
Mascot: Buster-kun (gambar samping)
Fans nickname: Little Busters
Recent members:
Sawao Yamanaka (Vocal, Rhythm Guitar)
Yoshiaki Manabe (Lead Guitar)
Sinichiiro Sato (Drums, Percussion)
Jun Suzuki (Bass) – supporting member

Ex Members:
Kenji Ueda (Bass, 1989-1992)
Tatsuya Kashima (Bass, 1993-1999) – supporting member

OST FLCL – I Think I Can

The Pillows live show – Skim Heaven

Manga SKET DANCE mengambil lagu Funny Bunny, sebagai latar cerita band mereka

Gue manggung barengan teman – Funny Bunny

Lagu Girl Friend dari album Living Field yang beraroma jazzy

10 Responses to “The Pillows – Japanese Alternative Rock Band”


  1. 1 jensen99 March 12, 2009 at 3:20 am

    Ohoi, klip sendiri maen cover ada! Gitar bolong pula!😀
    masbro yang mana btw?😛

    [/OOT]

    @jensen99
    Kalau diperhatikan benar2, lsg ketauan koq identitas tersangka:mrgreen:
    gitar bolong
    merek toko klontong
    suaranya mirip tong kosong
    bikin penonton melolong
    bo’ong….bo’ong…bo’ong…

  2. 2 giyzt March 13, 2009 at 1:12 pm

    nice vokal dan guitar playing bro..cuma sound aja ga dukung…ngingetin gue waktu muda dulu meski manggungnya cuma di hotel ecek ecek..
    ulasannya juga mangtaff buat nambah refferensi hiburan..pernah juga ngasih rekaman mp3 musiknya j rock ke seorang temen eh dia bilang lho kok mirip sebuah band lama disini yah….hehe no koment habis itu..

    @giyzt
    Namanya jg manggung dadakan. Latihan jg cuma 2 kali sebelumnya, udah itu langsung cabut. Soal sound mau gimana lg, toh bukan konser musik beneran ini. Cuma festival budaya (org asing yg nampilin budaya jepang dari nyanyi, tari, dll). Masbro malah lbh keren bisa manggung di hotel walaupun ecek2.
    Thanks atas pujiannya. Khusus The Pillows emang aku sengaja ngulas secara khusus. Habis, kayaknya nggak ada yg pernah ngulas, mungkin karena kurang ngetop di Indonesia. Padahal secara kualitas, lagu dan musik mereka keren punya. Mereka udah masuk kategori salah satu rock band favorite-ku.
    No comment jg deh soal mirip2an, toh d’massiv aja nyontek abis my chemical romance. bikin malu aja.

  3. 3 Arm March 18, 2009 at 12:23 pm

    saya cuma dengerin yg One Love (ato One Live lupa:mrgreen: ), itu juga dikasih mp3-nya ama temen😛
    kesan saya sih mirip Mr. Children, dan entah bagaimana saya jadi teringat Beatles:mrgreen:

    @Arm
    Mirip Mr. Children??? Hehehe malah saya nggak ngeh dimana miripnya🙄
    Gaya bermusik mereka jauh banget. Kebetulan saya jg lumayan suka Mr. Children dan punya koleksi album mereka, jadi ngerasa banget dikuping kalau musiknya Mr. Children lebih mirip sama Spitz. Nuansa musik pop mereka berdua sangat kerasa.
    Cobain aja dengar sound gitarnya The Pillows yang distorsinya lebih kasar daripada Misuchiru.
    The Beatles? Waduh bro, yang bener aja. Kalau masbro bilang The Brilliant Green mengingatkan pada The Beatles, saya sih setuju banget. Tapi kalau The Pillows bikin inget sama The Beatles?😯
    Walaupun terus terang aja hampir kebanyakan band rock jaman sekarang siapa sih yg nggak terpengaruh sama si bitel-bitelan?

    Mungkin masbro baru dengar 1 biji lagu doang, jadinya nggak bisa ngembandingin.😛

  4. 4 Arm March 19, 2009 at 1:34 am

    benar sekali, saya cuma baru ndengerin 1 lagu doang:mrgreen:

    mirip karakter vokalnya maksud saya *ntah kuping saya waras atau error, tapi kedengeran mirip di kuping saya*. kalo musiknya, emang beda jelas😛
    masalah mirip Beatles juga soal vokalnya itu, suaranya ntah kenapa mengingatkan saya akan suara cempreng khas John Lennon:mrgreen:

    @Arm
    Vokal si Sakurai emang rada cempreng, tapi plus sengaunya itu lho. Kalau dia nyanyi lagu ballad cocok banget, tp kalau nyanyi lagu rada kenceng, sengau plusnya Sakurai koq rasanya gimana gitu???
    Jangan2 dikuping masbro semua penyanyi jepang punya suara cempreng khas John Lennon?:mrgreen:

  5. 5 Arm March 19, 2009 at 2:43 pm

    oh ngga kok😉
    vokalisnya Ajikan meskipun cempreng (ngga cempreng2 amat sih) ngga mirip Lennon kok😀
    pernah nonton Beck? nah suara vokal Dying Breed yg cempreng malah IMO mirip vokalisnya Oasis:mrgreen:

    @Arm
    Sori, nggak pernah nonton Beck, nggak punya duit beli tiket konser mahal:mrgreen:
    Kalo Oasis sih emang dari sononya si Liam udah bilang mau ngekor de bitel

  6. 6 kenangamu March 20, 2009 at 5:20 am

    gelap gulita gitu…
    salam kenal yah
    maen-maen ke blog aku

    @kenangamu
    Lebih suka yang rada dark2-an gitu.:mrgreen: Salam jg.

  7. 7 dan April 10, 2009 at 6:34 am

    yooohooo the pillows … band jepun fave gw semenjak nonton FLCL……. semenjak itu gw rajin hunting lagu2nya the pillows……
    ——————————–
    @dan
    Wah, baru kali ini ketemu orang Indonesia yg ngaku gemar The pillows sampai hunting lagu2 mereka. Salam Buster-kun!

  8. 8 Anon August 4, 2009 at 11:32 am

    The Pillows have a contest!!

    ピロウズ Contest woot!

    ピロウズ

  9. 9 Subur April 14, 2011 at 3:57 am

    haha iaaaah…baru ketemu ama penggemar the pillows, hehe….dikirain kaga ada anak Indo ngaku…
    mantap postingnya gan…

    Manku teruzzzzzz, tetap semangat berkarya ga….n

  10. 10 chirainism March 1, 2013 at 2:59 am

    waaah..asli baru tauuuu.. tapi nampak keren yah XDD


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: