BLOOD+, salah satu serial anime misteri-thriller/horor terbaik

Produksi: Production I.G. dan Aniplex
Sutradara: Junichi Fujisaku
Genre: Drama misteri, thriller, horror
Masa tayang di Jepang: Oktober 2005 – September 2006
Jumlah episode: 50 (tamat)

Sebenarnya aku sudah pernah menulis review tentang serial anime ini tahun lalu dengan bahasa Inggris dan sudah diposting entah dimana. Kali ini aku menulis ulang dengan bahasa Indonesia dan interpretasi berbeda. Maklumlah, ini merupakan salah satu serial anime terbaik yang pernah kutonton walaupun belum bisa dibandingkan dengan serial Evangelion yang luar biasa itu.

Alasan awal diproduksinya serial ini adalah booming-nya film animasi produksi tahun 2001 berjudul Blood: The Last Vampire yang mendapatkan berbagai macam award disetiap festival film yang diikutinya di seluruh dunia. Film ini memang mendapatkan kritik positif dari para pengamat film dunia termasuk James Cameron yang memuji film Blood: The Last Vampire sebagai standar baru dunia animasi. Hanya saja banyak juga kritik yang menganggap film ini “short length and lack of a conclusion”.

Tahun 2005 bertepatan dengan kedatanganku ke Jepang, serial anime BLOOD+ ditayangkan di televisi Jepang hingga berakhir di episode final tahun 2006. Serial ini mengambil tema dan beberapa karakter yang sama dengan versi filmnya dengan setting dunia yang berbeda. Serial anime BLOOD+ sendiri mendapatkan penghargaan dari Japanese Media Art Festival ke 9 sebagai salah satu anime yang direkomendasikan dengan garapan terbaik.

Aku sengaja menulis resensi cerita hingga episode ke 6 demi merangsang niat pembaca untuk menonton, karena episode selebihnya akan mulai menguak misteri dibalik cerita sedikit demi sedikit seiring dengan bertambahnya jumlah episode. Menu utama film ini adalah cerita dan misteri yang tersembunyi dibalik sosok tokoh utama yang bernama Saya Otonashi.

Setting cerita pada masa kini (tahun 2005) menceritakan tentang seorang anak SMU bernama Saya Otonashi yang tinggal bersama keluarganya di kota Okinawa yang berdekatan dengan Kadena, pusat pangkalan militer USA di Jepang. Saya dikenal orang sekitarnya mengidap penyakit amnesia (lupa ingatan) dan anemia sehingga wajib melakukan transfusi darah secara berkala. Keluarga Saya seluruhnya keluarga angkat, karena Saya sendiri tidak ingat sedikitpun tentang masa lalunya sampai George Miyagutsuku, seorang veteran perang Vietnam asal Amerika yang berkewarganegaraan Jepang, bersedia menampung Saya dan mengadopsinya sebagai anak.

Istri dan anak biologis George sendiri telah tiada akibat kecelakaan yang menimpa mereka bertahun-tahun yang lalu. Sebelum mengadopsi Saya, George terlebih dahulu telah mengadopsi dua bersaudara Kai Miyagutsuku dan Riku Miyagutsuku sebagai anak angkat. Jadilah Saya memiliki seorang ayah, seorang abang dan seorang adik lelaki.

Hidup Saya diawal episode terlihat menyenangkan terlepas dari perawatan penyakitnya serta mimpi buruk yang selalu membayangi tidurnya (dalam mimpinya ini Saya melihat seorang anak perempuan pada masa perang Vietnam membantai penduduk sipil, tentara dan monster). Punya ayah George yang mengasihinya, punya abang Kai yang sayang padanya walaupun sok protektif sebagai anak tertua, punya adik manja Riku yang suka masak dan teman-teman sebagaimana layaknya remaja dewasa di Jepang membuat hidup Saya serasa sempurna.

Hingga pada suatu hari Saya diserang monster mirip vampire yang dikemudian hari dikenal dengan nama Chiropteran. Ketika hampir celaka tiba-tiba muncul seorang misterius yang selalu membawa kotak Cello bernama Hagi menolong. Tapi Hagi hanya dapat membuat monster itu lumpuh tanpa bisa membunuhnya. Menurut Hagi, satu-satunya orang yang bisa bunuh Chiropteran hanya Saya sendiri. Saya tiba-tiba saja mendadak menjadi kalap dan dengan menggunakan katana (pedang samurai Jepang) yang dibawa oleh Hagi, Saya tanpa sadar membantai sang monster dengan sadis.

bloodplus1
(Gambar kiri) Keluarga Miyagusuku, George, Kai, Saya dan Riku.
(Gambar kanan) Saya Otonashi bersama teman-teman seperjuangannya

Rupanya rahasia Saya dimasa lalu diketahui oleh ayah angkatnya, namun George tak mau memberi tahu Saya karena khawatir kalau anak angkatnya jadi terpukul dengan masa lalunya yang gelap. Tak lama kemudian George didatangi seseorang dari organisasi rahasia yang bernama Red Shield yang menagih janji karena Red Shield telah mempercayakan Saya kepada George untuk dipelihara. Tapi George terus menolak menyerahkan Saya kepada Red Shield dengan alasan Saya belum siap, hingga suatu ketika Saya kembali diserang monster dan George tewas terbunuh karena melindungi Saya. Dari sini cerita serial ini mulai panas.

Saya mulai sedikit demi sedikit mendapatkan ingatannya dan memulai perjalanan keliling dunia dari Jepang, Vietnam, Rusia, Perancis hingga klimaksnya di London dalam rangka memberantas monster Chiropteran dengan anggapan hanya dirinya seoranglah yang mampu membunuh Chiropteran. Masalahnya Kai sebagai abang tertua merasa bertanggung jawab atas keluarga setelah George tewas. Dia tidak mau Saya pergi berkeliaran memberantas monster sendirian, sedangkan si bungsu Riku yang masih SMP tentu saja tidak mau ditinggal 2 kakaknya.

Berbekal pedang katana yang dibawa Hagi, mulailah petualangan Saya bersama Kai dan Riku dibantu Hagi menyingkap masa lalunya yang suram, masa lalu Red Shield dan organisasi saingannya Cinq Fleches beserta rahasia gelap dibalik perseteruan antara Red Shield dan Cinq Fleches.

Serial anime ini memiliki segala macam aspek yang dituntut untuk menjadi anime keren yaitu gambar, musik, dan tentu saja paling penting yakni cerita bagus. Kekuatan utama serial anime ini adalah penyingkapan misteri yang secara bertahap dan rapi dibongkar pada tiap episode sehingga menimbulkan rasa penasaran penonton. Setelah melewati setengah musim (sekitar episode 30/50) hampir seluruh misteri telah terungkap, tinggal bagaimana cara penyelesaian kisah. Hal inipun tak kalah menarik untuk disaksikan. Thriller yang disajikan juga cukup menawan dimana ketegangan selalu muncul silih berganti untuk setiap story arc. Unsur dramanya sendiri sangat menyentuh. Dari hubungan antar keluarga Miyagutsuku, hubungan Saya dengan “saudaranya” yang bernama Diva, hubungan antara “Queen dan Chevalier” (yang ini tonton sendiri, takut spoiler), hingga hubungan Saya dengan anggota organisasi Red Shield. Hal unik lainnya adalah tokoh Diva. Diva yang didapuk sebagai antagonis utama justru memiliki penampilan paling manis, paling cute, paling menggemaskan dan paling innocence. Hehehe… sulit membayangkan penampilan Diva yang demikian justru terbalik dengan posisinya sebagai tokoh antagonis, unik bukan?

Theme song dan soundtrack
blood_ost1Aku harus mengakui bahwa OST BLOOD+ termasuk salah satu OST serial anime terbaik yang pernah kudengar. Musik animenya sendiri digarap oleh langganan piala Oscar Hans Zimmer dan Mark Mancina menghasilkan musik indah dan menghanyutkan disepanjang film. Duet Zimmer-Mancina menghiasi serial ini dengan orkestra dan musik klasik termasuk permainan Cello oleh tokoh Hagi dan nyanyian opera tokoh Diva. Untuk opening dan ending theme song, Sony Music membentuk tim tersendiri untuk memilih artis dan lagu mereka. Hasilnya hampir seluruh theme song menjadi hits tangga lagu Oricon hingga pihak produser Production I.G. sendiri mengakui bahwa duet Zimmer-Mancina dan tim Sony Music melakukan pekerjaan hebat (excellent work) dalam menghadirkan musik untuk serial anime ini.

Sekedar pengetahuan saja kalau opening song diisi oleh lagu-lagu Rock menghentak dari Hitomi Takahashi, Hyde (vokalis L’arc en Ciel) hingga UVERworld, berkebalikan dengan ending song yang diisi oleh lagu-lagu Pop-Slow dari Angela Aki, Hajime Chiitose hingga Mika Nakashima.

Warning: Walaupun serial ini menampilkan gambar-gambar grafis yang indah, tapi banyak adegan kekerasan dan sadis yang penuh dengan darah muncrat disana-sini. Sebaiknya tidak ditonton oleh anak-anak.

Cerita: 4/5
Musik: 4.5/5
Total Rating: 4.25/5

Trailer berbahasa Inggris versi Cartoon Network

17 Responses to “BLOOD+, salah satu serial anime misteri-thriller/horor terbaik”


  1. 1 Thisiplin February 20, 2009 at 4:56 pm

    Ceritanya menarik!
    Tapi kok namanya “Saya”???
    Bukannya “Saya” itu merupakan salah satu kata bahasa Indonesia???
    ?????
    Saya (bukan Saya Otonashi) juga pernah nonton ceritanya di siaran Animax!

    @Thisiplin. Setau saya😆😆
    Setau gue, nama SAYA (pakai huruf besar supaya beda) ditulis dengan dua huruf kanji yaitu huruf kanji 小 (SA) yang berarti kecil dan huruf kanji 夜 (YA) yang berarti malam. Nama keluarganya sendiri juga ditulis dengan dua huruf kanji yaitu 音 (OTO) yang berarti suara dan huruf kanji 無 (NASHI) yang berarti tanpa. Secara harifah bisa diartikan nama SAYA OTONASHI = Si malam kecil yang sunyi.

    Nama SAYA cukup umum dipakai oleh orang Jepang koq dengan tipe penulisan huruf kanji dan arti yang berbeda. Selain itu juga kata SAYA dalam bahasa Jepang bisa juga berarti sarung pedang atau kulit kacang (tergantung huruf kanji yang ditulis).

    Memang ini serial anime yang menarik dari segi cerita. Sayang tidak banyak yang tertarik menontonnya. Buktinya, anda adalah penulis komentar pertama dihalaman ini:mrgreen:
    Bercanda koq……

  2. 2 Sukma February 25, 2009 at 1:24 am

    Nice review…

    Saya suka sekali dengan anime ini. Baik segi animasi, karakter tokohnya yang kuat, dan alurnya pun bagus. Meskipun episodenya cukup panjang, tapi ceritanya selalu bikin saya penasaran dan tetep nonton sampai habis. Karakter Diva-nya juga keren, innocent tapi sadis!! tipe karakter antagonis yang saya suka😆

    @Sukma
    Thank you so much….
    Anda betul, ini serial anime thriller/horor terbaik yang pernah kutonton hingga sekarang. Alur ceritanya itu loh yg bikin penasaran buat ditonton sampai habis. Cukup panjang???
    Hmmmmm….. nggak juga ah, 50 episode termasuk wajar dan biasa aja tuh buat 1 musim serial anime. Bandingkan saja sama serial anime Naruto, One Piece, hingga Bleach yg nggak ada tanda2 tamat hingga sekarang😀
    Asal tahu saja kalau tokoh favoritku ada 2, yang cowok si sulung sok ngatur tp sayang keluarga Kai, yang cewek tentu saja DIVA! Paling suka adegan Diva main-mainin korbannya sebelum bosan dan dibantai dgn sadis… Hihihihi…. kayak psikopat aja😆

  3. 3 Hakim March 1, 2009 at 7:16 am

    Saya lebih suka film bioskop-nya. Walaupun tidak sampai satu jam, Blood: the Last Vampire benar-benar bikin wowed. Saya menyukai karakter SAYA yang dibuat cool dengan voice talent yang tepat. Dengar waktu ia berbahasa Inggris atau Jepang …hemm, saya lupa nama seiyu-nya.

    @Hakim
    Aku yakin dan percaya bahwa setiap orang yang menyukai versi bioskop lebih dikarenakan visualisasinya yang benar-benar menggiurkan, tepat seperti komentar sutradara film Titanic, James Cameron. Akan tetapi seperti yang dikatakan para kritikus, film ini terlalu pendek untuk pendalaman cerita dan penguatan penokohan, sehingga sehabis menontonnya terasa ada yg sedikit mengganjal. Paling tidak setelah menonton serial BLOOD+, ganjalan itu hampir hilang dan malah menambah daya pikat film Blood: The Last Vampire. Aku sendiri sampai nonton ulang 4 kali. Bagi penggemar musik, serial BLOOD+ memberikan nilai lebih dibandingkan versi film Blood: The Last Vampire.

    Aku sendiri tidak tertarik untuk membandingkan kedua versi, karena aku merasakan kedua versi justru malah saling memperkuat nilai lebih masing2 versi.

  4. 4 zenitha April 7, 2009 at 8:03 am

    sebenernya bleach,naruto,one piece itu bukan film horror tapi ada saat saat yang menegangkan! dan kalau betul betul dipahami sebenarnya d.gray man lebih keren
    —————————
    @zenitha
    D.Gray-Man lebih keren dibandingkan apa? Kalau dibandingkan Blood+ sih menurutku masih belum bisa saingan. Dari idenya aja udah kalah start duluan. Bayangkan aja plot cerita DGM yang mirip banget konsepnya dengan Full Metal Alchemist (malahan sempat dituduh nyontek). Walaupun demikian memang ada beberapa adegan dalam DGM yang memorable banget dan sepertinya original.

  5. 5 Diva The Queens April 13, 2009 at 2:13 pm

    Yah Blood+ emang yang paling keren,….
    Apalagi soundtrack nya yang dinyanyiin sama hyde (season Call) buset deh keren banget..
    Diva karakter yang gua suka coz paling innocence,cute dan keren..apalagi warna matanya kalo warna birunya dah terang gitu keren..Ha^x

    Hmmm…Anime laen yang bagus selain blood kayaknya higurashi no naku koro ni..kalo mau ngeliat darah2an juga..
    ——————————–
    @Dive The Queen
    Wuiiih, nickname nya pake nama Diva lagi. Yang plg kusuka dari karakter Diva adalah penampilan paling manis, cute dan “tanpa dosa”, tapi sadisnya minta ampun. Benar2 kontras.
    Kalo soal soundtrack, aku paling suka lagunya Hitomi Takahashi buat opening walaupun lagunya Hyde emang keren juga. Untuk lagu penutupnya, lagu Hajime Chitose yang penuh efek falsetto plus pengaruh enka.

    Ooohh, anime misteri bunuh-bunuhan itu yah. Emang keren dan berdarah koq:mrgreen:

  6. 6 Sukro April 16, 2009 at 8:37 am

    HaHaHa..
    rata rata pada nge fans diva nieh,,coz musuh yang paling kuat dan keren khan
    Lagunya paling keren tuh Brand new map yang dinyanyiin ama K..
    Oooh…Anime higurashi no naku koro ni emg keren,,cuma gw blom nonton mpe tamat

  7. 7 biDadARI-g0thic May 25, 2009 at 3:51 pm

    pertama kali liat blood+ di animax, sejujurnya gw g terlalu tertarik, coz gw pikir kesan “suram” dlm anime bertema dark ini sangat dalam,taaaapiii….!!! itu tadinya, lho!!! tau g, knapa sekarang gw sukaaa bgt ama anime ini? coz lagu 1st opening-nya!! yang aozora no namida,itu,lho…, kereeen,trsnya lg, menyentuh hati, sampe skrng aja, gw msh ingat, waktu itu dlm hati gw berkata, “ini dia!!!”, (segitu nya…) ok, next!!!
    —————————
    @biDadARI-g0thic
    Hitomi Takashi udah jadi salah satu rocker cewek J-Rock fave gue tuh. Sampai bela2in nyari downloadan albumnya.
    ok, next juga deh!!!:mrgreen:

  8. 8 Nuri May 26, 2009 at 10:48 am

    KURANG

    Ihhh!!!!
    Seharusnya Blood dipanjangin lagi dunk..
    Coz krenz bgt,,
    Sadis, tapi juga nyentuh bgt..
    w tau anime ni gra2 liat PV’y Hitomi Takahashi..

    Blood+ krenz abissssss…
    —————————
    @Nuri
    Menurutku sih 50 seri buat Blood+ sudah optimal. Kalau sengaja diperpanjang kayak sinetron malah bakalan membosankan. Adegan akhirnya menyentuh banget, TOP abisss….:mrgreen:

  9. 9 biDadARI-g0thic May 26, 2009 at 12:54 pm

    woi!!! woi!! teman2, dimana gw bsa download 1st op x blood+…?? kasih tau, doooong…, klo bsa beserta teks, indonesian translate n instrumental x jugaaaaaaaaa!!!! coz gw coba search di ‘anime lyric’,kagak nemuuu… (apa mungkin gw yg kurang teliti,ych?? maklum, gak lulus TK,) kasih tau,yaa (^0^) pliiiiiizzzzzzz
    ——————————
    @biDadARI-g0thic
    Kalau minta sih minta aja, tp minta semua kayak diatas sih nggak bakalan aja yg mau ngasih. Bukan kurang teliti, tp kurang mau usaha.
    Gw kasih yg ini aja dibawah, sisanya cari sendiri:

    Link download satu album OST Blood+ satu musim

    Lirik romaji Aozora no Namida

  10. 10 biDadARI-g0thic May 27, 2009 at 7:11 am

    kyaaaaa!!! dikau kejaaaaaam!!!! teganya bilang bgtu, ntar gw datangin,lo!! btw, thanks beratz, ych… gmana pun, gw terbantu, (sabar,sabar,) semoga engkau dapat pahala,amin100X thanks beraaaaaaaatz

  11. 11 gaNa June 10, 2009 at 11:29 am

    Bos.. tau ga kapan blood of the last vampire movie nya tayang di indonesia?? kalo ada yg tau tlg massage ke email gw ya.. thx so much…

    ganaguyz@yahoo.com
    —————–
    @gaNa
    ngggggg…….. saya bukan pengusaha bioskop Indonesia, jadinya nggak tau film apa yang masuk dan kapan tayangnya di Indonesia. Kalau di Jepang sih udah main tanggal 29 May kemaren. Ada yang bisa bantu nggak?

  12. 12 icha June 28, 2009 at 4:35 am

    blooooooooooooooddddd +. . . . .
    kueeeeeeeeeeerennnzzz abitdz nieh. . .

    tayangin dunx in indonesia ,, szoO paztiy kuerenz n banyax pe minaT NA, ,. .

    PlEASEEEEEEEEEEEE, , ,
    ————————-
    @icha
    susah ngarepin tipi indonesia tuh. paling yg diputer gak jauh shit-netron gak keruan. mendingan cari dvd aja, yg bajakan jg udah banyak dijual koq.

  13. 13 S die August 11, 2010 at 6:07 am

    bro..
    ada resensi buat download manga versi inggrisnya ??
    gw cari2 ga ada ==”

    anime nya bagus tapi rattingnya ga naik
    kalo ada tolong kirim linknya ke email gw ya
    saldi_cha@yahoo.com

  14. 15 Dyna Indo Shimura April 22, 2012 at 12:46 pm

    Blood+ itu sempat sedikit ku nonton di Animax, tapi waktu itu aku baru kelas 4 SD, jadi kayak ngeri banget. Baru awal mainnya aja langsungku ganti ke channel lain (maklum masih kecil(0u0) ). Dan sekarang aku telah berumur 13 tahun kelas 1 SMP, lebih baik aku nonton ulang lagi.

    Ke blogku juga (tetapi kayaknya tetap bagus kaka), di:
    duniaanimeotaku.blogspot.com

  15. 16 H.O.T.D June 27, 2012 at 12:30 pm

    COOBA gan yg H.O.T.D(High School Of The Dead) itu bagus.isinya HORROR,ROMANTIS,DLL. isinya Zombie mau liat episode 1 nya buka ini.

    Horror banget + wa juga pernah liat di Animax (di Indovision) sekarang mah cuma hayate,baka and test,Beelzebub <<paling suka.

  16. 17 Irma May 17, 2014 at 12:47 pm

    Serem dikit, jadi pengen download filmnya !!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: