Bitter Flowers – Adaptasi pertama sang detektif Norwegia

Judul asli: Varg Veum – Bitre Blomster
Produksi: Miso Film and SF Norge (2007)
Sutradara: Ulrik Imtiaz Rolfsen
Pemain: Trond Espen Seim, Kathrine Fagerland, Bjorn Floberg

Kenalkah anda dengan nama karakter Sherlock Holmes dan Hercule Poirot? Kalau anda suka membaca novel detektif tentu kenal dengan tokoh detektif rekaan Arthur Conan Doyle dan Agatha Christie lewat buku-buku karangan mereka. Bagaimana dengan nama Varg Veum? Tidak banyak orang diluar Norwegia yang kenal dengan tokoh fiksi karangan pengarang novel misteri Gunnar Staalesen ini. Akhir-akhir ini novel serial petualangan detektif Varg Veum mulai banyak diterjemahkan kedalam bahasa lain termasuk bahasa inggris, sehingga kepopuleran Varg Veum mulai menular keluar Norwegia.

Seiring dengan besarnya animo masyarakat Norwegia terhadap novel-novel petualangan Varg Veum ini membuat produser film Norwegia berminat untuk membuat adaptasi novelnya menjadi film layar lebar. Bukan cuma satu melainkan ada enam film yang direncanakan akan dibuat. Bagi penonton yang belum kenal dengan Varg Veum, kasus bunga pahit ini dijadikan pendahuluan dan film adaptasi pertama dari serial petualangan detektif asal Norwegia Varg Veum.

Varg Veum (Trond Espen Seim) adalah seorang mantan polisi yang beralih profesi menjadi detektif swasta. Isu yang beredar mengatakan Varg terpaksa mengundurkan diri dari kepolisian setelah menghajar habis-habisan bandar narkotika dalam sebuah kasus.

Seorang ibu bernama Vibeke Farang meminta bantuan polisi untuk mencari Camila, anak perempuannya yang sudah menghilang selama 4 hari. Vibeke ini bukanlah wanita sembarangan melainkan seorang politikus dan pemimpin partai terkenal, sehingga timbul dugaan polisi kalau Camila diculik dengan alasan politis ataupun tebusan uang.

Varg disewa oleh Vibeke untuk mencari Karsten, pria selingkuhan Vibeke yang juga menghilang. Vibeke menceritakan bahwa Camila menghilang bertepatan pada malam Karsten berkujung ke rumah keluarga Farang. Barg Farang, suami Vibeke ternyata merupakan bekas teman kuliah Karsten dan mengetahui perselingkuhan istrinya sejak lama. Tak lama kemudian Karsten ditemukan tewas dibunuh. Siapakah pembunuh Karsten? Apa hubungannya dengan menghilangnya Camila serta dimana Camila sekarang berada?

Bagi penggemar film detektif, kisah petualangan pertama Varg Veum dilayar lebar ini cukup menjajikan. Alur penyelidikan berbelit dan misteri yang rumit akan membuat anda penasaran untuk menanti apa yang sebenarnya terjadi dibelakang seluruh kejadian. Sayangnya pendalaman tokoh masih kurang digali, terutama tokoh utama Varg dan mantan rekannya di dinas kepolisian Inspektur Hamre. entah apa yang melatar belakangi hubungan keduanya yang kadang manis seperti teman tapi kadang sinis bagaikan saingan berat. Karakter wanita berkuasa seperti Vibeke sebenarnya juga menarik untuk digali lebih dalam. Sayang dibiarkan begitu saja.

Kelebihan film ini adalah sinematografinya yang membawa penonton kedalam suasana muram dan kelam. Belum lagi kondisi alam Norwegia yang ditangkap oleh kamera memberikan kesan tanah bangsa Viking ini gelap dan dingin. Sungguh kebetulan ketika saya menonton film ini, cuaca buruk dan badai sedang melanda daerah tempat saya tinggal. Hasilnya, saya terbawa suasana dan menggigil kedinginan. Brrrrr………..

Rating: 3.25/5

1 Response to “Bitter Flowers – Adaptasi pertama sang detektif Norwegia”


  1. 1 Tigis October 11, 2008 at 9:40 am

    kisah detektif varg veum ini lebih banyak dibawa ke thriller atau drama ya. Atau lebih ke komedi ? spt biasa kalo kapan2x nemu mgkin bakal dicobain:mrgreen:

    @Tigis, Lebih ke arah drama misteri daripada thriller. Sekali-kali cobain cicipin nonton film Norwegia, jangan cuma disuapin sama produk Hollywood.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: