Archive for October, 2008

Little Mosque on the Praire – Serial Kanada dengan tema masyarakat muslim

Ide cerita: Zarqa Nawaz
Produksi: CBC Television Canada
Pemain: Zaib Shaikh (Amaar), Carlo Rota (Yasir), Sitara Hewitt (Rayyan), Manoj Sood (Baber), Arlene Duncan (Fatima), Sheila McCarthy (Sarah)

Banyak serial komedi situasi menarik tapi sangat jarang ada serial komedi yang menempatkan tema keagamaan sebagai menu utama, apalagi agama Islam yang menjadi sorotan masyarakat barat sejak peristiwa runtuhnya WTC pada tanggal 11 September 2003. Serial buatan Kanada ini justru berani mengangkat tema komunitas muslim beserta problematikanya di dalam komunitas barat pada umumnya, Amerika utara pada khususnya. Cerita LMotP bersetting di sebuah kota kecil Mercy (kota fiksi) di Kanada.

mosque

Sinopsis
Cerita diawali dengan tokoh imigran asal Lebanon bernama Yasir Hamoudi yang menyediakan ruangan disebelah kantornya untuk difungsikan sebagai masjid. Yasir yang berprofesi sebagai kontraktor adalah tokoh yang selalu mencari jalan kompromi untuk menyelesaikan masalah, termasuk masalah yang berhubungan dengan agama yang dianutnya dengan lingkungan sekitarnya. Keluarga Hamoudi terdiri dari Yasir sendiri, istrinya Sarah seorang wanita bule yang masuk Islam ketika menikah dengan Yasir, dan anak perempuan mereka Rayyah seorang dokter muda yang berusaha keras menerapkan prinsip Islam dalam kehidupannya.

Amaar seorang mantan pengacara memutuskan untuk mengubah haluan hidupnya dari profesinya sebagai pengacara di kota Toronto dengan menerima tawaran menjadi imam sebuah masjid kecil disebuah kota kecil bernama Mercy. Tawaran menjadi imam baru masjid Mercy itu tak lain diajukan oleh Yasir melalui iklan di surat kabar.

Tokoh jamaah masjid Mercy yang menghiasi serial ini diantaranya adalah:
– Fatima, wanita imigran Nigeria yang membuka kedai Fatima Café. Fatima memiliki anak bernama Jamal yang sering kesal kalau dipaksa ibunya bermain congklak.
– Baber, tokoh muslim konservatif yang keras, seorang duda imigran (india/pakistan?) yang hidup bersama anak remaja perempuannya.
– Layla, anak Baber yang kadang merasa serba salah dengan sikap ayahnya dan keinginan mengikuti gaya hidup anak muda barat di lingkungan sekitar.

Tokoh non-muslim:
– Pendeta Duncan MaGee, seorang pendeta gereja Anglican yang liberal pemilik lahan yang menyewakan kantor kontraktor Yasir beserta masjid Mercy
– Walikota Ann Popowicz, Walikota perempuan yang memimpin kota Mercy sekaligus atasan Sarah yang bekerja sebagai PR (Public Relation) dikantor walikota.
– Fred Tupper. Pemilik dan pembawa acara talk-show utama radio lokal dengan tema bahaya kaum muslim terhadap komunitas kota. Seorang tokoh sinis dan selalu memandang negatif terhadap komunitas masjid Mercy termasuk memanggil mereka sebagai teroris, tetapi anehnya sering datang ke Fatima Café dimana komunitas masjid Mercy sering berkumpul. Kelihatannya naksir dengan si janda Fatima.
– Joe, petani lokal yang terlihat suka ikut-ikutan terutama dengan sikap Fred sehingga bisa dianggap sebagai “side-kick” nya Fred.

Hingga tulisan ini dibuat , LMotP telah memasuki musim tayang ke tiga. Serial komedi ini sangat digemari di Kanada dan mulai menular ke tetangganya Amerika Serikat yang berencana (seperti biasa) membuat remake dengan setting Amerika. Humor yang ditampilkan kebanyakan mengenai pertentangan antara persepsi hukum islam oleh muslim konservatif dan muslim liberal dikombinasikan dengan kesalah pahaman budaya antara timur-barat. Banyak isu mengenai islam yang ditampilkan dalam serial ini ikut memberi orang barat sedikit pemahaman tentang aplikasi islam dalam masyarakat. Misalnya saja masalah hijab (jilbab dan burkha), pembatas sholat antara pria dan wanita, masalah terorisme, poligami, puasa Ramadhan dan Idul Adha, hingga feminisme muslim.

Walaupun dengan mengambil tema sentral permasalahan masyarakat muslim di Kanada, serial ini tetaplah serial komedi. Ambillah nilai positif dari cerita dan temanya, jangan dipikirkan dengan serius cara penyelesaian konflik yang dibuat lucu-lucuan. Namanya juga serial komedi.

Bitter Flowers – Adaptasi pertama sang detektif Norwegia

Judul asli: Varg Veum – Bitre Blomster
Produksi: Miso Film and SF Norge (2007)
Sutradara: Ulrik Imtiaz Rolfsen
Pemain: Trond Espen Seim, Kathrine Fagerland, Bjorn Floberg

Kenalkah anda dengan nama karakter Sherlock Holmes dan Hercule Poirot? Kalau anda suka membaca novel detektif tentu kenal dengan tokoh detektif rekaan Arthur Conan Doyle dan Agatha Christie lewat buku-buku karangan mereka. Bagaimana dengan nama Varg Veum? Tidak banyak orang diluar Norwegia yang kenal dengan tokoh fiksi karangan pengarang novel misteri Gunnar Staalesen ini. Akhir-akhir ini novel serial petualangan detektif Varg Veum mulai banyak diterjemahkan kedalam bahasa lain termasuk bahasa inggris, sehingga kepopuleran Varg Veum mulai menular keluar Norwegia.

Seiring dengan besarnya animo masyarakat Norwegia terhadap novel-novel petualangan Varg Veum ini membuat produser film Norwegia berminat untuk membuat adaptasi novelnya menjadi film layar lebar. Bukan cuma satu melainkan ada enam film yang direncanakan akan dibuat. Bagi penonton yang belum kenal dengan Varg Veum, kasus bunga pahit ini dijadikan pendahuluan dan film adaptasi pertama dari serial petualangan detektif asal Norwegia Varg Veum.

Varg Veum (Trond Espen Seim) adalah seorang mantan polisi yang beralih profesi menjadi detektif swasta. Isu yang beredar mengatakan Varg terpaksa mengundurkan diri dari kepolisian setelah menghajar habis-habisan bandar narkotika dalam sebuah kasus.

Seorang ibu bernama Vibeke Farang meminta bantuan polisi untuk mencari Camila, anak perempuannya yang sudah menghilang selama 4 hari. Vibeke ini bukanlah wanita sembarangan melainkan seorang politikus dan pemimpin partai terkenal, sehingga timbul dugaan polisi kalau Camila diculik dengan alasan politis ataupun tebusan uang.

Varg disewa oleh Vibeke untuk mencari Karsten, pria selingkuhan Vibeke yang juga menghilang. Vibeke menceritakan bahwa Camila menghilang bertepatan pada malam Karsten berkujung ke rumah keluarga Farang. Barg Farang, suami Vibeke ternyata merupakan bekas teman kuliah Karsten dan mengetahui perselingkuhan istrinya sejak lama. Tak lama kemudian Karsten ditemukan tewas dibunuh. Siapakah pembunuh Karsten? Apa hubungannya dengan menghilangnya Camila serta dimana Camila sekarang berada?

Bagi penggemar film detektif, kisah petualangan pertama Varg Veum dilayar lebar ini cukup menjajikan. Alur penyelidikan berbelit dan misteri yang rumit akan membuat anda penasaran untuk menanti apa yang sebenarnya terjadi dibelakang seluruh kejadian. Sayangnya pendalaman tokoh masih kurang digali, terutama tokoh utama Varg dan mantan rekannya di dinas kepolisian Inspektur Hamre. entah apa yang melatar belakangi hubungan keduanya yang kadang manis seperti teman tapi kadang sinis bagaikan saingan berat. Karakter wanita berkuasa seperti Vibeke sebenarnya juga menarik untuk digali lebih dalam. Sayang dibiarkan begitu saja.

Kelebihan film ini adalah sinematografinya yang membawa penonton kedalam suasana muram dan kelam. Belum lagi kondisi alam Norwegia yang ditangkap oleh kamera memberikan kesan tanah bangsa Viking ini gelap dan dingin. Sungguh kebetulan ketika saya menonton film ini, cuaca buruk dan badai sedang melanda daerah tempat saya tinggal. Hasilnya, saya terbawa suasana dan menggigil kedinginan. Brrrrr………..

Rating: 3.25/5

5 Centimeters Per Second – Anime tentang cinta pertama

Judul asli: Byousoku 5 senchimehtoru
Sutradara: Shinkai Makoto
Produksi: CoMix Wave Inc (2007)

Judul film anime diatas diambil dari laju jatuh bunga sakura yang diucapkan oleh salah satu tokoh utama yang bernama Akari pada awal cerita. Memang film ini mengambil tema yang berkisar pada jarak dan waktu yang mewarnai perjalanan antar tokoh, bahwa jarak dan waktu merupakan komponen krusial yang bisa mengubah jalan hidup seseorang. Film anime ini dibagi tiga babak masing-masing dibawakan narator yang membawakan cerita mengenai perjalanan hidup seorang pria yang bernama Tohno Takaki beserta hubungannya dengan 2 perempuan yang bernama Shinohara Akari dan Sumida Kanae.

Babak pertama: Oukashou – The Chosen Cherry Blossoms
Narator: Tohno Takaki
Bercerita tentang 2 siswa SD yang baru saja pindah ke Tokyo dan menempati kelas yang sama yaitu Takaki dan Akari. Banyaknya kesamaan membuat hubungan mereka berdua lebih dekat dari pada siswa lainnya sampai akhirnya pada usia 13 tahun, Akari pindah sekolah mengikuti orang tuanya ke daerah Tochigi yang jaraknya lumayan jauh dari Tokyo.
Ketika naik kelas 2 SMU gilirang Takaki yang pindah ke daerah Kagoshima, sehingga Takaki memutuskan untuk mengunjungi dan bertemu Akari sebelum jarak mereka semakin jauh yang memungkinkan mereka berdua semakin sulit bertemu. Continue reading ‘5 Centimeters Per Second – Anime tentang cinta pertama’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: