Archive for July, 2008

Detective Conan: The Phantom of Baker Street – Kritik regenerasi dan sistem pendidikan Jepang lewat anime

Judul asli: Meitantei Konan, Beika Sutorito no Borei
Produksi: 2002
Genre: Anime misteri

“Air cucuran atap, jatuhnya ke pelimbahan juga”
Begitulah peribahasa melayu menggambarkan hubungan anak dengan orangtua-nya. Baik orangtua-nya, baik pula anaknya, buruk orangtua-nya demikian pula buruk anaknya. Tentunya baik buruk yang dimaksud disini adalah sifat dan perilaku yang tak lepas dari didikan orang tua dan kondisi lingkungan yang disediakan orang tua bagi anaknya. Tema inilah yang coba diangkat oleh film Detective Conan 6: The Phantom of Baker Street (DC6), yaitu peran anak-anak dimasa depan tak lepas dari sikap orang tuanya dalam membesarkan mereka. Selain itu juga film ini mengkritik sistem pendidikan Jepang yang terlalu menitik beratkan kebersamaan.

Memang film layar lebar DC yang satu ini jauh lebih serius dan dibuat lebih gelap dibandingkan film layar lebar DC yang lain. Terlebih lagi cerita DC6 ini merupakan film DC satu-satunya yang ditulis oleh Hisashi Nozawa, seorang penulis novel misteri terkenal yang telah banyak mendapat berbagai macam penghargaan.

Sinopsis
Lima puluh anak terpilih untuk memainkan sebuah “virtual reality game” generasi mutakhir bernama “Cocoon” yang dapat membawa para pemainnya berinteraksi secara langsung dengan dunia game bagaikan di alam nyata. Ke-lima puluh anak yang terpilih adalah anak-anak dari orang-orang yang paling berpengaruh seantero negeri (dalam hal ini Jepang).

Sebelum permainan dimulai, seorang petinggi perusahaan pembuat game Cocoon bernama Kashimura ditemukan tewas terbunuh. Conan menemukan sebuah petunjuk mengenai sang pembunuh yang berhubungan dengan game Cocoon sehingga memutuskan untuk mengikuti permainan.

Ketika permainan baru saja berlangsung, sebuah program AI (artificial intelligent) yang bernama Noah Ark menyatakan kalau dia telah menguasai dan telah menutup segala akses keluar masuk game. Noah Ark mengungkapkan tujuan utamanya mengambil alih kendali permainan ini adalah untuk me-reset generasi muda yang telah tercemar.

Permainan anak-anak tiba-tiba berubah menjadi permainan maut karena Noah Ark mengubah peraturan pertandingan dimana jika permainan gagal (game over) maka ke-50 pemain juga akan ikut tewas. Dapatkah Conan dan teman-temannya menyelesaikan permainan hidup-mati ini?

Isu pendidikan di Jepang
Pernahkah anda mencermati manga dan anime produksi Jepang yang mewabah keseluruh dunia. Lihatlah bagaimana Voltus V, Saint Seiya, hingga Naruto bertarung melawan musuh-musuhnya bersama teman-teman mereka. Belum lagi pengaruh Super Sentai (Power Ranger dalam adaptasi Amerika) yang mem-plot lima orang jagoan dengan seragam warna-warni. Memang sebagian besar tokoh-tokoh manga dan anime seakan-akan mewakili semangat gotong royong anak muda Jepang untuk mencapai satu tujuan (kalau Bung Karno masih hidup, tentu akan senang sekali mengambil contoh anime seperti ini).

Mengenai sistem pendidikan Jepang yang disinggung didalam film ini sebenarnya bukanlah sistem yang buruk, jika kita bandingan dengan sistem pendidikan di Indonesia sendiri. Sekolah-sekolah tingkat dasar (SD sampai SMU) di Jepang mengutamakan kebersamaan dan penyama rataan pendidikan, dalam artian tidak ada kelas khusus bagi anak jenius dan berbakat dibidang tertentu. Mungkin karena sebab itu tim olimpiade fisika dan matematika Jepang akan sulit menandingi tim wakil dari Indonesia yang disiapkan dengan kelas khusus.

Mengenai isu tekanan pendidikan yang berlebihan bagi para siswa yang menyebabkan naiknya angka bunuh diri pelajar, pemerintah Jepang telah berusaha mengatasi hal ini dengan sistem pendidikan baru. Pendidikan anak-anak SD lebih ditekankan pada sosialisasi masyarakat, tidak ada PR (pekerjaaan rumah) yang berlebihan dan lebih banyak unsur bermain sambil belajar. Barulah tekanan semakin berat setelah masa SMP hingga SMU. Baik buruknya sistem pendidikan seperti ini tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan, dan anda sendiri tentu memiliki pendapat tersendiri.

Isu Re-set satu generasi
Anak presiden bertindak seperti presiden, anak jenderal bergaya layaknya jenderal, anak menteri petantang petenteng bagaikan menteri. Pada jaman ORBA hal ini banyak ditemukan. Misalnya dahulu pernah seorang anak pemimpin negara ini mengatakan, “….dia kan pembantu bapak!” yang ditujukan pada seorang menteri. Apakah hal ini menunjukkan seorang anak pemimpin memang mempunyai posisi dan pola pikir eksklusif sesuai dengan posisi orang tuanya? Bagaimana pada jaman sekarang? Masihkah sama?

Apakah peribahasa melayu diatas itu sudah pasti benar? Kalau melihat bagaimana anak Bung Karno jadi presiden, anak Bung Hatta jadi menteri, anak SBY (jenderal) masuk militer dan merintis karir untuk menjadi jenderal, anak kiyai jadi pemimpin pesantren, mungkin saja peribahasa tersebut benar. Lalu bagaimana dengan anak Soeharto yang notabene seorang mantan presiden dan jenderal. Anak-anaknya sekarang malah lebih sering masuk tabloid hiburan daripada berita politik. Apakah ini hasil didikan orangtua, bakat turunan, pengaruh lingkungan ataukah hal yang lain.

Didalam film DC6, anak-anak yang diundang untuk mengikuti permainan adalah anak-anak dari orang-orang yang memiliki pengaruh politik, ekonomi dan sosial Jepang seperti para petinggi pemerintah, politisi dan birokrat, dokter ternama, militer berpangkat serta pengusaha besar. Mereka digambarkan sebagai bentuk generasi kedua atau ketiga pemimpin Jepang dimasa depan, representasi pemimpin negara dimasa yang akan datang. Bagaimana jika orangtuanya seorang pemimpin berwatak rendah? Akankah anak seorang politisi korup akan menjadi politisi korup dimasa depan? Dokter yang hanya bertujuan mengeruk uang sebanyak mungkin, anaknya akan menjadi dokter yang sama seperti orangtuanya? Demi masa depan Jepang yang lebih baik, rantai generasi busuk seperti ini ingin diputuskan oleh Noah Ark.

Re-set satu generasi atau dengan kata lain menghabisi satu generasi yang diyakini telah terpolusi oleh tindakan-tindakan kotor seperti suap menyuap, korupsi, manipulasi, dsb ini mungkinkah diterapkan di Indonesia? Maksud dari menghabisi satu rantai generasi ini bukan dibunuh, melainkan mematikan aktifitas yang berhubungan dengan kepemimpinan. Isu ini pernah terlontar tak lama setelah era reformasi di Indonesia berlangsung, hanya saja lama kelamaan isu ini menguap dengan sendirinya.

Memang isu “potong satu generasi” dalam film dan topik yang saya kemukan ini berbeda, tapi saya yakin memiliki inti tujuan yang sama yaitu mencegah generasi busuk untuk memimpin negara yang sudah morat marit seperti sekarang ini dimasa depan. Mungkin yang patut dicari adalah para pemimpin turunan dari pemimpin masa lampau yang belum terkena polusi atau cari alternatif lain tanpa melihat siapa orangtua-nya (yang penting memiliki kemampuan dan kepribadian baik)

Bagaimana dengan anda sendiri? Apakah anda percaya dengan sistem pemimpin turun temurun yang masih banyak dipegang oleh masyarakat di Indonesia hingga sekarang? Banyak pertanyaan yang saya sendiri sulit untuk menjawab dan saya persilahkan anda sendiri untuk menjawabnya.

Komentar penulis
Film adalah film (virtual maksudnya), dunia nyata adalah dunia nyata. Mungkin komentar ini akan tercetus dengan sendirinya. Tapi bagi saya sendiri, sebuah film kadang merupakan ekspresi pemikiran, tak ubahnya seorang penulis yang menulis pendapatnya di media cetak atau lainnya. Bagi anak-anak yang menonton, DC6 adalah film hiburan yang menarik untuk ditonton karena petualangan seru dan aksinya. Bagi orang dewasa yang ingin sedikit menggunakan otaknya untuk berpikir, DC6 bukanlah film yang setelah nonton langsung dilupakan begitu saja. Sungguh sayang melewatkan film dengan tema yang jarang seperti ini. Hanya saja film ini lebih dark dibandingkan film-film Conan sebelumnya yang cenderung ringan dan lebih fokus ke masalah romantisme Ran-Shinichi, repotnya Conan menyimpan sosok aslinya, serta penyelesaian kasus. Sehingga penonton dewasa yang mau menggunakan benak dewasanya akan merasa sedikit annoying dengan tema seperti ini.

Menurut saya, inilah film Detective Conan The Movie yang terbaik hingga saat ini karena membahas dengan sindiran pas hal yang sangat sensitif bagi masa depan suatu negara yaitu regenerasi dan pendidikan.

Rating: 4/5

Advertisements

A Step into The Past

Judul: Xun Qin Ji
Produksi: 2001
Genre: Wuxia, drama, sejarah
Episodes: 40

Serial ini buatan TVB Hongkong tahun 2001, malah sempat ditayangkan ulang pada tahun 2005 dengan rating tinggi, tidak kalah dari tayangan perdananya pada tahun 2001. Dibuat berdasarkan novel Xun Qin Ji hasil karya Huang Yi (nama pena pengarang yang bernama asli Huang Zuciang) yang di kenal sebagai penulis cerita silat modern yang kadang menggabungkan unsur sejarah dengan science-fiction.

Ringkasan cerita
Cerita diawali dengan penggalian patung-patung terakota peninggalan dinasti Qin di kota Xian, yang secara mengejutkan dengan ditemukannya sebuah alat detektor modern bersama dengan patung-patung kuno tersebut. Cerita dilanjutkan dengan pengenalan tokoh utama Xiang Xiao Long (Louis Koo), seorang petugas anggota G4 (pasukan pengawal khusus kepolisian Hongkong) di abad 21, lebih suka hidup melajang, dengan pembawaan happy go lucky, punya pacar tetap tapi tidak ingin hidup terikat. Setelah berhasil melaksanakan tugas melindungi seorang konglomerat muda Li dengan sukses, Xiang Xiao Long yang lebih suka pacaran dari pada menikah, harus menghadapi kenyataan ditinggal pergi oleh pacarnya Xiao Qing yang menikah dengan pria lain.
Sementara itu konglomerat Li yang sedang mengadakan proyek akhir mesin waktu memberikan penawaran kepada Xiao Long untuk mengadakan perjalanan waktu ke masa lampau dengan iming-iming kalau proyek berjalan sukses, dia akan dikirim ke masa lampau untuk memperbaiki hubungannya dengan Xiao Qing. Xiao Long hanya ditugaskan untuk memotret prosesi pemahkotaan Ying Zheng (yang akan menjadi kaisar pertama Dinasti Qin Shi Huang) selama 30 menit di tahun 247 sebelum masehi.

Cerita sesungguhnya dimulai ketika mesin waktu yang digunakan Xiao Long mengalami Error dan menyebabkan Xiao Long terlempar ke waktu 3 tahun sebelum pemahkotaan Ying Zeng dan terdampar di daerah kerajaan Zhao yang notabene musuh kerajaan Qin. Dimasa ini selain Qin ada 6 kerajaan lain yang saling berperang satu sama lain, dan Ying Zheng yang berstatus putra mahkota kerajaan Qin masih berada dalam tawanan kerajaan Zhou. Terjebak dalam situasi yang rumit ini, mulailah Xiao Long berpetualang untuk mencari jalan pulang kembali ke masa depan. Dalam perjalanannya Xiao Long bertemu dan menjadi murid tak resmi pendekar pedang Mozhi, Yuan Zhong (Yuen Wah), kemudian bersahabat dengan pembunuh bayaran Shanrou (Joyce Tang); gadis manja putri bangsawan, Wu Tingfang (Jessica Hsuan); Putri raja Zhao, Qian (Michele Saram); Adik ipar Raja Zhao, Zhao Ya; menjadi guru putra Zhao Ya, Zhao Pan (Raymond Lam), mengangkat saudara dengan Teng Yi dan Jin Jun, juga bertemu dengan ilmuwan wanita Qing Qing yang mirip dengan kekasihnya dimasa depan Xiao Qing (dimainkan oleh artis yang sama Sonija Kwok). Dalam perjalanannya pula dia bertemu dengan banyak musuh seperti musuh bebuyutannya Lian Jin (Kwong Wah), bangsawan Zhao Mu (Waise Lee), dan perdana menteri Qin Lu Buwei (Kwok Fung)

Petualangan Xiao Long juga banyak bertemu dengan tokoh sejarah China yang dia ketahui melalui buku-buku sejarah, dan secara tidak langsung ikut mempengaruhi terbentuknya sejarah China, seperti merekomendasikan Li Si dan Wang Jian yang diketahui Xiang Long dalam sejarah akan berperan besar membantu kaisar Qin Shi Huang menaklukkan kerajaan lain.

Berbagai macam rintangan muncul menghalangi Xiao Long untuk kembali ka masa depan, dari batere detektor mesin waktu yang habis tenaganya, hingga horror yang paling menakutkan Xiao Long yaitu tewasnya Ying Zheng (dengan matinya Kaisar pertama dinasti Qin, berarti mengubah alur sejarah). Satu persatu rintangan yang menghadang dihadapi Xiao Long dengan pengetahuan yang didapatnya di abad 20-an. Siapa sih yang dapat mengalahkan orang yang mengetahui masa lampau dan masa depan?

Karakter penting dalam sejarah yang bertemu Xiao Long
Ying Zheng, raja Qin yang akan menaklukkan 6 kerajaan lain dan menjadi kaisar Qin pertama bergelar Qin Shi Huang. Semenjak kecil, Ying Zheng menjadi tawanan kerajaan Zhao. Merupakan kaisar yang terkenal dengan kekejamannya dalam kerja paksa membangun tembok raksasa, pembunuhan para sastrawan beserta pembakaran buku-buku pengetahuan.
Lu Buwei, Perdana menteri kerajaan Qin yang ambisius. Rumor mengatakan dia adalah ayah kandung Ying Zheng, karena ibu Ying Zheng merupakan selir Lu Buwei sebelum dihadiahkan ke raja Zhou.
Li Si, penasehat Ying Zheng yang membantu dinasti Qin menyatukan china dan memperkenalkan penyatuan sistem hitungan, timbangan, dan bahasa untuk seluruh china. Tewas dihukum mati di atas mesin penyiksa yang dirancang sendiri oleh Li Si untuk menyiksa musuhnya. Kematiannya diakibatkan trik rancangan Zhao Gao yang ingin menguasai kaisar kedua Qin Er Shi sendiri. Didalam serial ini, Xiao Long yang mengetahui posisi Li Si dalam sejarah, merekomendasikannya pada Ying Zheng.
Zhao Gao, Kasim yang setia pada Ying Zheng. Setelah kematian Qin Shi Huang, dia berkomplot dengan Li Si untuk menyingkirkan putra mahkota Fusu dan mengangkat putra kedua, Qin Er Shi menjadi kaisar Qin yang kedua. Qin Er Shi sendiri dipaksanya bunuh diri. Zhao Gao akhirnya mati dibunuh oleh anak Fusu, kaisar terakhir dinasti Qin, Ziying sebelum menyerah pada Liu Pang dan mengakhiri masa kekuasaan dinasti Qin. Ziying sendiri diserahkan Liu Pang kepada raja muda Chu, Xiang Yu yang kemudian membunuh Ziying.
Han Fei, seorang ilmuwan murid filsuf Xun Zi (pengikut Kong Hu Chu) yang memperkenalkan filosofi Legalisme bersama Li Si. Kematiannya tragis karena Li Si yang iri dengan kemampuannya menggunakan kekuasaannya untuk memaksa Han Fei ditangkap dan Han Fei akhirnya mati bunuh diri didalam penjara.
Zou Yan, ilmuwan ahli dibidang perbintangan dan filsuf yang memadukan prinsip lima unsur dan yin-yang. Didalam serial ini digambarkan sebagai ayah angkat Qing Qing.
– Zhu Ji, ibu Ying Zheng, yang merupakan selir raja Qin Zhuangxiang hadiah persembahan dari Lu Buwei. Zhu Ji merupakan selir Lu buwei sebelum dihadiahkan kepada raja Qin Zhuangxiang. Menjadi ibu suri setelah Ying Zheng naik tahta.
– Liao Ai, seorang aktor opera yang dekat dengan Zhu Ji dan berselingkuh dengannya. Menjadi jenderal karena rekomendasi ibu suri dan Lu Buwei. Didalam serial ini digambarkan sebagai ahli silat bertangan kidal.
Wang Jian, jenderal dinasti Qin yang memimpin pasukan untuk menaklukkan Handan (ibukota kerajaan Zhao). Salah satu dari 4 jenderal besar masa perperangan. Didalam serial ini, seperti Li Si, Xiao Long juga merekomendasikan Wang Jian kepada Ying Zheng berdasarkan pengetahuannya akan sejarah berdirinya dinasti Qin.
Li Mu, jenderal kerajaan Zhao yang tak terkalahkan sampai masa akhir kerajaan Zhao, sampai kaisar Qin Shi Huang sendiri menyatakan kekagumannya. Tewas setelah difitnah dan ditangkap kemudian dieksekusi mati atas perintah raja Zhao. Tewasnya Li Mu memudahkan kerajaan Qin menaklukkan kerajaan Zhao. Salah satu dari 4 jenderal besar masa perperangan. Didalam serial ini digambarkan sebagai kakek angkat Zhao Pan (murid Xiao long).
– Long Yang, bangsawan kerajaan Wei yang menurut rumor seorang wanita yang selalu menyamar menjadi pria. Ada pula yang berpendapat Long Yang sebagai lelaki homoseksual. Didalam serial ini digambarkan sebagai murid Zao Yan
Xiang Yu, raja muda Chu yang dijuluki sebagai sang penakluk. Walaupun seorang ahli tempur dan jendral perang nomor satu dijamannya, dengan kemampuan manajemen yang lemah, akhirnya dia kalah pengaruh dengan Liu Pang yang mendirikan dinasti Han.

Komentar Penulis
Serial ini mengadung banyak kelebihan yang jarang ditemukan diserial lain seperti thriller dan kejutan cerita, komedi yang diakibatkan perbedaan budaya modern yang dibawa Xiang Long dengan jaman baheula, trik-trik modern yang dipakai Xiang Long untuk mengatasi masalah, pemutar balikan sejarah (bagi yang baca sejarah asli, mungkin lebih menarik), belum lagi pernik-pernik kecil kehidupan sehari-hari seperti Xiao Long yang kehabisan bekal dijalan terpaksa harus cari kerja untuk mendapatkan uang, hingga tak lupa pula ending yang mengejutkan. Pendek kata, skenario dan jalan cerita adalah kekuatan utama serial silat ini.

Sedangkan kekurangan dari serial ini, banyaknya pengembangan karakter yang kurang kuat, terutama karakter pendukung. Beruntung sekali serial ini dibuat dari novel yang memiliki penceritaan tokoh yang kuat sehingga hal ini bisa ditutupi. Akting yang paling berkesan adalah Raymond Lam yang berperan sebagai Zhao Pan yang awalnya lugu dan manja berakhir menjadi orang yang dingin dan kejam Selain itu juga agak aneh kalau dipikir dengan logika, koq bisa-bisanya bahasa China masa sekarang dengan bahasa China 2000 tahun yang lalu sama pelafalannya dan dapat dipahami Xiang Long (walaupun digambarkan tulisan China 2000 tahun yang lalu berbeda dengan huruf China modern sehingga membuat Xiao Long menjadi orang pintar yang buta huruf).

Adegan fighting dalam serial ini tidak menggunakan banyak special effect berlebihan (malah sangat kurang untuk film yang dibuat pada tahun 2000-an) dan ilmu silat yang ditampilkan juga tidak berlebihan. Tidak ada tokoh yang punya ilmu meringankan tubuh yang dapat membuat orang terbang, juga tidak ada ilmu tenaga dalam yang menyebabkan efek seperti angin topan dan dan ledakan bom.

Terlepas dari kekurangan dan kelebihannya, secara keseluruhan, serial ini sangat mengesankan dan mungkin merupakan interpretasi novel Huang Yi yang terbaik. Dengan tema yang berbeda dengan cerita silat ortodoks seperti karya Jin Yong dan Liang Yusheng, membuat serial ini semakin menarik perhatian penonton dan memberikan tontonan yang berbeda pula.

Saran saya, supaya lebih menarik, sambil menonton serial ini, ada baiknya belajar sedikit sejarah awal berdirinya dinasti Qin. Selain mendapatkan totonan menarik, nggak rugi koq belajar sejarah.

Rating: 4.25/5

Bushi no Ichibun – Kehormatan samurai buta

Judul lain: Love and Honor
Berdasarkan novel: Moumoku ken kodama kaeshi (Kembalinya gema si pedang buta)
Produksi: Shochiku (2006)
Genre: Jidaigeki (film jaman samurai)

Penulis terkenal cerita silat, Liang Yusheng pernah mengatakan bahwa lebih baik beliau tidak menulis sebuah cerita silat (wuxia) jika tanpa semangat kode etik wuxia terkandung didalamnya. Film Bushi no Ichibun ini memuat sebuah nilai yang dimaksudkan oleh Liang Yusheng yaitu membela kehormatan. Kode etik wuxia dalam dunia “kependekaran” di Jepang disebut Bushido.

Judul Bushi no Ichibun berarti satu bagian dari Bushi. Kata Bushi dapat diartikan secara harfiah sebagai ksatria, sehingga Bushido sendiri diartikan sebagai jalan ksatria. Ada perbedaan mendasar antara panggilan samurai dengan bushi. Biasanya seorang pendekar sejati lebih suka dipanggil bushi dari pada samurai karena samurai lebih dekat dengan dunia politik dari pada bushi dan samurai juga memiliki suatu posisi dan tingkatan tertentu dalam jajaran petugas pemerintahan.

Film buatan 2006 ini adalah karya terakhir dari trilogi film jidaigeki (film bertema samurai) karya sutradara Yoji Yamada yang sebelumnya membesut Twilight Samurai dan Hidden Blade. Kali ini Yoji Yamada kembali mengadaptasi novel karya Shuhei Fujimura (pengarang Twilight Samurai dan Hidden Blade) kedalam film yang dibintangi oleh bintang film terkenal Jepang saat ini Takuya Kimura. Seperti dua karya sebelumnya, film karya Yoji Yamada ini bercerita mengenai samurai kelas bawah yang kadang cukup miskin untuk hanya sekedar mencari makan sehari-hari.

Sinopsis Cerita (Spoiler)
Shinnojo Mimura (Takuya Kimura) adalah seorang lulusan perguruan pedang lokal yang bekerja dibenteng kampung halamannya. Dia tinggal bersama istrinya yang cantik Kayo (Rei Dan) beserta pembantu tua setianya Tokuhei (Takashi Sasano)yang telah ikut keluarganya sejak ayah Shinnojo masih hidup. Tugas Shinnojo sebagai samurai dalam benteng adalah sebagai dokumi yaku. Dokumi yaku adalah samurai benteng yang bertugas mencicipi makanan sebelum diantarkan kepada Daimyo (penguasa benteng), untuk menjaga kemungkinan musuh meracuni Daimyo. Shinnojo sendiri sudah merasa bosan dengan tugasnya itu dan ingin mewujudkan cita-citanya membangun sekolah untuk anak kecil yang ingin berlatih pedang tanpa memandang kasta (biasanya hanya anak samurai yang boleh berlatih pedang di dojo).

Suatu hari Shinnojo Mimura memakan masakan kerang sashimi (masih mentah) yang racunnya belum dibuang bersih sehingga racun kerang membutakan matanya. Bagi seorang samurai, mata buta sama saja dengan hancurnya karir dan tanpa pekerjaan sulit sekali baginya untuk mendapatkan penghasilan demi menghidupi keluarganya.

Keluarga besar Mimura berkumpul termasuk para paman dan bibinya untuk membahas masalah yang menimpa Shinnojo. Pertemuan itu menghasilkan keputusan dimana Kayo diminta untuk mengunjungi dan meminta bantuan pada Toya Shimada (Bandou Mitsugoro), seorang petinggi benteng pernah naksir Kayo sewaktu belum menikah. Diharapkan agar Toya Yamada dapat menggunakan posisinya untuk mempengaruhi dan membujuk Daimyo agar memberikan jaminan bagi kehidupan Shinnojo dikemudian hari, walaupun tak lagi bertugas.

Kayo memang pergi menuruti permintaan para tetua keluarga Mimura walaupun dalam hatinya Kayo tidak menyukai Shimada yang dikenal mata keranjang. Sewaktu mengunjungi Shimada dan meminta bantuannya, Kayo dilecehkan dan diperkosa oleh Shimada dengan alasan suatu permintaan harus ada timbal baliknya.

Akhirnya datang keputusan dari Daimyo yang menyatakan bahwa Shinnojo Mimura tetap mendapatkan penghasilannya selama sebulan sebesar 30 koku (1 koku kira-kira 180 Liter) beras selama seumur hidup, sama dengan penghasilannya sebelum Shinnojo buta. Hanya saja lama kelamaan Shinnojo merasa curiga dengan tingkah laku istrinya, ditambah dengan gosip tentang Kayo diluaran membuat Shinnojo mengetahui perbuatan Yamada terhadap istrinya.

Dalam kemarahan dan keputusasaan atas kondisi dirinya yang seakan mendapatkan belas kasihan orang dengan menjual istrinya, Shinnojo mengusir Kayo. Hanya saja dari Yamazaki, teman kerja sesama Dokumi yaku yang mengunjunginya dikemudian hari, Shinnojo mengetahui bahwa keputusan Daimyo yang memberikan 30 koku per bulan sama sekali tidak ada hubungannya dengan Yamada.

Dengan kemarahan meluap, Shinnojo menantang Yamada bertarung demi membela harga diri dan kehormatannya. Masalahnya, Toya Yamada adalah seorang samurai lulusan perguruan terkenal Shin Kage Ryuu (aliran pedang bayangan baru) dari Kyoto yang dikenal dengan julukan issatsu no tachi (pedang dengan satu kematian). Sedangkan Shinnojo sendiri hanyalah lulusan sekolah pedang lokal yang sudah buta matanya. Bahkan sensei (guru) yang mengajarkan ilmu pedang pada Shinnojo sendiri menasehatinya untuk membatalkan rencananya bertarung. Mengingat dengan mata normal saja Shinnojo sulit menang, apalagi dengan mata buta. Belum lagi masalah yang ditimbulkan jika pertarungan sesama samurai didalam benteng diadakan. Siapapun pemenangnya, maka hanya ada hukuman mati bagi yang mengganggu keharmonisan persatuan didalam benteng.

Apakah yang dilakukan oleh Shinnojo demi mendapatkan kembali Bushi no ichibun-nya?

Komentar Penulis
Judul “Bushi no Ichibun” diambil dari jawaban Shinnojo terhadap pertanyaan gurunya yang bertanya apa yang terjadi sehingga Shinnojo ingin berduel mati-matian. Shinnojo menjawab, ”Bushi no Ichibun to shika moshiwake agemasen” yang berarti “Ma’af tak dapat menjawab dikarenakan menyinggung satu bagian dari kehormatanku”. Sedangkan judul bahasa inggrisnya adalah Love and Honour yang kurang lebih dapat sedikit mewakili isi cerita.

Tokoh utama dalam dua karya Yoji Yamada sebelumnya adalah pendekar yang ahli dalam memainkan pedangnya. Tapi kali ini tokoh utama yang dihadirkan adalah seorang lulusan perguruan silat lokal yang menantang lulusan perguruan besar dan terkenal. Terbayang dibenak para pecinta cersil, bagaimana seorang ahli silat kampung menantang pendekar pedang terkenal dari Butong pai ataupun Kunlun pai. Belum lagi si ahli silat kampung matanya justru baru saja buta. Shinnojo Mimura bukanlah Zatoichi yang sudah lama buta dan menguasai ilmu pedang yang telah disesuaikan dengan kondisi matanya yang buta. Kekuatan utama Shinnojo adalah semangatnya untuk membela kehormatan dan harga dirinya serta akal muslihatnya.

Dibandingkan dengan dua karya Yoji Yamada yang sebelumnya, film ini cukup lancar bertutur dan mudah dicerna oleh orang non-jepang. Mungkin bagi penggemar film action, film ini agak mengecewakan karena sedikitnya adegan pertarungan. Tetapi bagi para fans cerita drama silat, film ini bisa mengobati rasa rindu dengan sedikitnya drama silat Jepang yang semakin hari semakin langka ditemui.

Dengan adanya tokoh Shin Kage Ryuu didalam cerita, bisa dipastikan setting cerita berkisar pada jaman Muromachi, masa pemerintahan Shogun Ashikaga. Yaitu pada sekitar tahun 1560-an.

Fakta sejarah
Shin Kage Ryuu (Aliran pedang bayangan baru) adalah aliran yang diciptakan oleh master kenjutsu yang bernama Kamiizumi Ise no Kami Nobutsuna pada awal 1560-an, yang mengadaptasi teknik Kage Ryuu (aliran bayangan) sehingga lebih efektif untuk bertarung dengan cepat menghabisi lawan. Teknik ini dinamakan sama dengan teknik dasarnya, hanya saja ditambahkan kata Shin (baru) untuk menunjukkan adanya perubahan gaya dan jurus dibandingkan dengan teknik lama.

Pada tahun 1566, kedudukan Kamiizumi sebagai ketua Shin Kage Ryuu dilanjutkan oleh muridnya Yagyu Sekishusai Muneyoshi. Setelah menjalankan tugasnya sebagai ketua Shin Kage Ryuu selama beberapa tahun, Yagyu malah mendirikan perguruannya sendiri yang bernama Yagyu Shin Kage Ryuu yang juga sangat terkenal. Keluarga Yagyu sendiri merupakan pelatih kepala bagi pasukan Shogun Tokugawa sejak masa pemerintahan Shogun Tokugawa kedua Hidetada Tokugawa.

Cerita mengenai keturunan keluarga Yagyu sendiri banyak diadaptasi menjadi buku, film, manga dan anime. Mungkin yang paling terkenal adalah kepala klan Yagyu generasi ketiga, cucu dari Muneyoshi yaitu Yagyu Jubei Mitsuyoshi.

Rating 3.75/5


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


%d bloggers like this: