Archive for the 'Resensi Film Asia' Category



The Man from Nowhere (Ajeossi)

Man-seok: “Memangnya apa hubunganmu dengan anak itu, sampai kau mau susah payah menyelamatkannya?”
Tae-sik: “Tetangganya.”

Terus terang saja, ketika film ini pertama kali diluncurkan dan membuat heboh para cewek penggemar Won Bin, aku malah tak tertarik sama sekali untuk menontonnya. Dalam bayanganku film ini tak jauh beda dengan film drama romantis yang doyan menguras air mata penonton sambil mempertontonkan wajah ganteng/cantik para artisnya. Tapi betapa terkejutnya aku ketika mendapatkan kabar bahwa film yang judul aslinya Ajeossi (panggilan orang Korea pada lelaki setengah baya) ini panen penghargaan di berbagai ajang festival. Jadilah aku ikut berburu untuk menonton karena penasaran, seperti apa sih film yang menarik perhatian penonton hingga bertengger dipuncak tangga box office Korea tahun 2010 sekaligus memperoleh pujian kritikus ini. Continue reading ‘The Man from Nowhere (Ajeossi)’

My Darling is a Foreigner – Dumb and Cute

Membina hubungan antara pria dan wanita berbeda latar belakang sering sekali menjadi tema film romcom (komedi romantis) industri film dunia. Ada banyak hal yang bisa digunakan sebagai bumbu cerita seperti beda agama, beda budaya, beda status sosial hingga beda finansial. Perfilman Indonesia sendiri pernah menghasilkan film bagus seperti cin(T)a yang mengangkat tema kisah cinta beda ras dan beda agama. Film ini sendiri membahas tentang dua sejoli berbeda ras yang ingin bersatu dalam ikatan pernikahan. Film yang diadaptasi dari manga karya Saori Oguri berjudul Darling wa Gaikokujin ini berdasarkan pengalaman pribadi sang mangaka Saori dengan suaminya Tony László. Continue reading ‘My Darling is a Foreigner – Dumb and Cute’

The Girl Who Leapt Through Time (2010 Live Action)

“Ini nih, teknologi buatan tahun 2010!”
(Akari mengacungkan telepon selular pada Ryota)

Yang sudah pernah menonton adaptasi novel Toki wo Kakeru Shojo (umumnya disingkat menjadi TokiKake) karya Tsutsui Yasutaka ke dalam versi anime, tentu cukup mengenal inti cerita film ini yaitu kisah seorang gadis yang melintasi waktu ke masa lampau untuk memperbaiki kejadian dimasa sekarang. Terus terang saja, sebelum menonton film ini aku tadinya sempat meremehkan, atau paling tidak tak berharap banyak kalau film ini akan cukup berharga untuk ditonton. Maklumlah, kebanyakan live action sulit untuk menandingi bahan dasar adonannya, baik itu berupa novel maupun manga. Apalagi mengingat betapa novel ini sudah beberapa kali dibuat adaptasi film live actionnya. Aku sendiri nonton hanya sekedar iseng karena lagi malas nonton film-film berat. Lalu bagaimanakah hasil dari proyek terbaru film live action adaptasi dari novel terkenal ini?
Continue reading ‘The Girl Who Leapt Through Time (2010 Live Action)’

Memoirs of A Teenage Amnesiac

Akhir-akhir ini aku lebih sering nonton film-film Asia dibandingkan film buatan Eropa ataupun buatan Hollywood. Kebetulan pula film Asia yang banyak kutonton akhir-akhir ini adalah film buatan China/Hongkong dan Jepang. Hari sabtu-minggu kemarin aku bermaksud nonton film ringan yang menghibur untuk menemani hari libur dan salah satu dari 2 film yang kupilih untuk ditonton adalah film ini. Film yang beredar di Jepang dengan judul Dare ka ga Watashi ni Kiss shita (siapakah yang menciumku) ini diangkat dari novel karangan Gabrielle Zevin. Bagaimanakah hasilnya?
Continue reading ‘Memoirs of A Teenage Amnesiac’

Detective Dee and the Mystery of the Phantom Flame

Setelah film Reign of Assassins, datang lagi sebuah film wuxia yang dibalut cerita misteri. Berbeda dengan Reign of Assassins yang fiktif, kisah Detective Dee and the Mystery of the Phantom Flame (disingkat saja menjadi Detective Dee) diangkat berdasarkan tokoh nyata yang ceritanya berdasarkan novel fiksi berjudul sama karya Liu Qianyu. Sang detective dalam kisah ini sendiri adalah seorang petinggi pemerintahan jaman dinasti Tang bernama Di Renjie yang memang terkenal sebagai tokoh cerdik pandai yang banyak akalnya. Tingginya kemampuan analisis dan deduksi Di Renjie membuat banyak pengarang memfiksikan tokoh ini dalam posisi sebagai seorang detective.
Continue reading ‘Detective Dee and the Mystery of the Phantom Flame’

Reign of Assassins – Silat klasik terbaik tahun ini

Kapankah anda terakhir kali menonton film wuxia (silat klasik) dengan cerita berlika-liku dan pintar menyembunyikan rahasia yang dibuka dengan plot twist keren dipenghujung cerita. Bagiku mungkin House of Flying Daggers (HoFD) adalah film wuxia dengan genre thriller mystery terakhir yang pernah menghiasi layar bioskop beberapa tahun yang lalu. Sayangnya misteri a la HoFD masih kurang mengejutkanku ketika latar belakang tokoh Andy Lau dan Zhang Ziyi diungkap (mungkin juga karena kentalnya nuansa love story dalam film ini membuat misterinya kurang greget). Berbeda dengan plot twist dalam Reign of Assassins ini ternyata mampu membuatku tercengang beberapa saat, meski dalam beberapa hal aku masih bisa menebak alur ceritanya. Kalau anda menyebut judul Crouching Tiger Hidden Dragon dan Hero, kedua judul film wuxia ini lebih menjual kisah drama dibandingkan thriller mystery. Continue reading ‘Reign of Assassins – Silat klasik terbaik tahun ini’

Fish Story – Lagu Punk penyelamat dunia

Lagu Fish Story, suatu hari nanti akan menyelamatkan dunia (Manager Gekirin band, Okazaki)

Aku sadar kalau film buatan tahun 2009 ini mungkin agak sulit disukai banyak orang, malah mungkin sulit untuk dinikmati penonton pada umumnya. Memang film ini kurang laku ketika beredar di bioskop umum, tapi banyak memperoleh pujian dari para penonton sewaktu diputar di ajang festival film. Padahal kalau dipikir-pikir, Fish Story bukanlah film dengan plot cerita berat. Mungkin hal ini disebabkan Fish Story mengusung cerita yang aneh, tidak membumi dan mengawang-awang. Bayangkan saja, plot utama film ini adalah tentang bagaimana sebuah lagu punk bisa menyelamatkan dunia dari kehancuran. Aneh bukan? Namanya juga Fish Story, sebuah ungkapan untuk menggambarkan cerita mengada-ada. Tapi aku pribadi justru menyukai film non-mainstream ini karena keunikan cerita dan cara sang sutradara mengeksekusi cerita yang diadaptasi dari novel karya Kotaro Isaka (orang yang juga menulis novel Golden Slumber). Tim yang membuat film ini adalah tim yang sama dengan orang-orang yang membuat film Golden Slumber (2010) dibawah pimpinan sutradara Yoshihiro Nakamura. Continue reading ‘Fish Story – Lagu Punk penyelamat dunia’

Golden Slumber – Konspirasi a la film Jepang

Satu-satunya senjataku yang tersisa hanyalah kepercayaan pada orang lain (Masaharu Aoyagi)

Ada dua buah film Jepang yang dirilis tahun ini menggunakan judul lagu band legendaris asal Liverpool The Beatles sebagai judul film. Yang pertama telah rilis bulan Januari kemarin yaitu Golden Slumber dan yang kedua akan dirilis bulan Desember berjudul Norwegian Wood. Kedua film ini sama-sama merupakan adaptasi dari novel, hanya saja novel Norwegian Wood karya Haruki Murakami jauh lebih terkenal hingga diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia internasional dibandingkan novel Golden Slumber karya pengarang novel genre misteri Kotaro Isaka. Walaupun demikian, Golden Slumber cukup terkenal di Jepang dan pernah memenangkan penghargaan Honya Taisho 2008 untuk kategori novel terbaik.
Continue reading ‘Golden Slumber – Konspirasi a la film Jepang’

City Under Siege – Mutant menyerbu Hong Kong

Aku sudah pernah menyatakan bahwa selain Dante Lam, Benny Chan mulai menjadi sutradara film action Hong Kong favoritku, setelah menyaksikan beberapa film garapannya seperti Divergence, Invisible Target hingga remake film Hollywood yang berjudul Connected. Ketika Benny Chan dikabarkan sedang menggarap dua film terbaru yang kabarnya heboh, tentu saja aku menanti karya terbaru Chan tersebut yaitu City Under Siege dan New Shaolin Temple (Betul, ini remake film Jet Li jaman dulu itu). Kebetulan sekali City Under Siege dapat kusaksikan lumayan cepat dan terus terang saja membuatku kesengsem setelah melihat trailernya yang terlihat keren itu. Bagaimanakah hasilnya?
Continue reading ‘City Under Siege – Mutant menyerbu Hong Kong’

BECK The Movie – We are the BECK!

Oretachi wa tada no nakayoshi bando jyanai da
(Kita ini bukan band yang dibentuk buat iseng main antar kawan doang!)
~Ryusuke Minami~

Akhirnya! Aku nonton juga film yang sudah kutunggu-tunggu pemutarannya pada bulan-bulan terakhir ini. BECK the movie memang bukan film berat kelas festival dengan plot cerita rumit, melainkan hanya sebuah film hiburan yang diangkat dari salah satu manga favoritku karya Harold Sakuishi. Karena itu, sebelum menontonnya pun aku tidak berharap pada kualitas film berbobot, yang penting bisa menghibur dan mampu mengadopsi semangat manga/anime nya sendiri ke layar lebar. Menurut laporan box office Jepang, film ini mampu meraup lebih dari 300 juta Yen pada pemutaran hari pertama dan kedua di 316 layar seluruh bioskop Jepang sehingga bertengger dipuncak tangga film terlaris Jepang hingga 2 hari. Sayangnya tak sampai seminggu, BECK turun ke peringkat 3 karena harus kalah bersaing dengan film Akunin yang menyalip diposisi nomor satu.

Bagi yang pernah baca manga ataupun nonton animenya, tentunya sudah mengetahui kalau BECK bercerita tentang kisah 5 pemuda yang berjuang dari bawah untuk menggapai mimpi mereka membentuk band terhebat dan diakui penggemar musik Rock seluruh dunia. Fokus film lebih mengarah ke sosok Koyuki sang gitaris pemula dan Ryusuke aka Ray sang gitaris berbakat yang menjadi leader BECK, dengan karakter lainnya sebagai pendukung. Film live action ini mengambil story-arc manga dari awal pertemuan Koyuki dan Ray hingga puncaknya berakhir di konser besar-besaran Greatful Sound. Boleh dibilang versi film layar lebar ini mengambil porsi yang sama dengan versi animenya.
Continue reading ‘BECK The Movie – We are the BECK!’


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 354 other followers

%d bloggers like this: