Ketika mendapatkan kabar bahwa Makoto Shinkai kembali berkarya membuat film animasi, dalam hati aku bersorak riang, “Welcome back Shinkai-sensei!” Bayangkan saja, karya terakhir Shinkai yang berjudul 5 centimeters per second rilis tahun 2007, butuh penantian 4 tahun untuk menonton karya panjang Shinkai yang berikutnya. Sayangnya film yang judul aslinya Hoshi wo Ou Kodomo (anak pengejar bintang) hanya diputar dengan layar terbatas. Malah bioskop jaringan TOHO dekat tempat tinggalku tak menayangkan film ini, sedangkan kalau aku mau nonton mesti pergi ke pusat kota yang agak jauh. Alhasil, aku cuma menunggu keluarnya DVD originalnya saja untuk di sewa. Apakah kali ini Makoto Shinkai kembali membuat para “Galau-ers” kembali menggalau setelah menonton film karyanya? Continue reading ‘Children Who Chase Lost Voices from Deep Below – A Tribute from Makoto Shinkai’
Archive for the 'Resensi Anime dan Manga' Category
Children Who Chase Lost Voices from Deep Below – A Tribute from Makoto Shinkai
Published December 22, 2011 Resensi Anime dan Manga 12 CommentsTags: makoto shinkai
Sewaktu menonton serial K-On season 2 yang berakhir menggantung dan dilanjutkan dengan pengumuman akan dibuatnya versi The Movie, cuma satu pendapatku: rumah produksinya mau cari untung mumpung serialnya ngetop. Benarkah demikian? Tapi tetap saja aku ingin nonton dan penasaran, seperti apa sih K-On! The Movie ini. Continue reading ‘K-On! The Movie’
Detective Conan The Movie 15: Quarter of Silence
Published October 29, 2011 Resensi Anime dan Manga 27 CommentsTags: conan, detective
Masih berminat nonton Detective Conan layar lebar? Entah kenapa, menurutku semakin besar angka the movie-nya justru semakin membuatku malas nonton di bioskop dan tak terlalu penasaran untuk nonton di media lainnya. Malah akhir-akhir ini serial TV-nya juga sudah jarang kuikuti lagi. Tapi ya sudah, toh aku sudah mengikuti serial Conan hingga belasan tahun (film ke-15 berarti riwayat anime Detective Conan sudah memasuki tahun ke-15) walaupun sudah tidak kontinyu seperti dulu. Mengenai judul, maksud dari judul Quarter disini adalah 15 menit, dihubungkan dengan batas waktu yang dimiliki korban tertimbun longsoran salju untuk hidup sebelum akhirnya tewas kedinginan jika terlambat ditemukan. Continue reading ‘Detective Conan The Movie 15: Quarter of Silence’
Kokurikozaka Kara – Proyek Ghibli pembuktian Miyazaki
Published August 6, 2011 Resensi Anime dan Manga 6 CommentsTags: anime, goro, kokurikozaka kara, miyazaki, studio ghibli
Debut penyutradaraan Goro Miyazaki, putra sutradara legenda anime sekaligus salah satu pendiri Studio Ghibli Hayao Miyazaki, dalam film perdananya Tales from Earthsea mendapatkan tanggapan pedas dari para kritikus. Bagaimana cara Goro menebus kritik tersebut dalam film keduanya? Produser sekaligus salah satu dari 3 pendiri Studio Ghibli, Toshio Suzuki masih mempercayai Goro dalam menggarap adaptasi manga Kokurikozaka Kara karya Tetsuo Sayama dan Chizuru Takahashi. Malah kali ini Hayao, sang Miyazaki senior sendiri teribat langsung sebagai penulis skenario yang berkolaborasi dengan Keiko Niwa, sebagaimana mereka berdua juga berkolaborasi menulis skenario The Borrower Arriety. Mungkin hal ini sebagai pertanda mulai membaiknya hubungan ayah dan anak yang sudah lama dingin. Bagaimanakah hasilnya? Continue reading ‘Kokurikozaka Kara – Proyek Ghibli pembuktian Miyazaki’
Colorful – Jangan sia-siakan hidupmu!
Published June 18, 2011 Resensi Anime dan Manga 16 CommentsTags: anime, colorful
Mati adalah kepastian, namun hidup adalah pilihan
Film anime ini tadinya memang sudah menjadi incaranku sejak tahun lalu, sayangnya penayangannya di bioskop terlewat dari pandanganku. Tapi tak apalah, toh nonton lewat media DVD tak mengurangi bagusnya film ini. Yang menjadi sorotan utama anime ini adalah warna-warni kehidupan, sesuai dengan judulnya Colorful. Warna-warni seperti apakah yang hendak dibahas? Sutradara film ini adalah Keiichi Hara yang dikenal sebagai sutradara sebagian besar film versi layar lebar Doraemon dan Crayon Shinchan, dan itu agak membuatku menyangsikan keseriusan tema film. Namun dengan raihan berbagai penghargaan termasuk animasi terbaik Mainichi Film Award, anime yang merupakan adaptasi novel karya Mori Eto ini lebih dari cukup untuk mendapatkan perhatian lebih. Continue reading ‘Colorful – Jangan sia-siakan hidupmu!’
Giant Killing
Published March 19, 2011 Resensi Anime dan Manga 16 CommentsTags: anime, giant killing
Pada postingan tentang anime sepakbola sebelumya yang membahas SHOOT!, aku hanya memuji versi manganya saja. Versi anime Aoki Densetsu Shoot! menurutku tak bisa menjejeri kualitas manganya yang lebih keren. Tapi untuk kasus Giant Killing, anime yang dibuat Studio DEEN berdasarkan manga karya Masaya Tsunamoto ini berhasil menerjemahkan energi yang berlimpah dari versi manganya. Walaupun masih bertema olah raga yang paling digemari seluruh dunia, Giant Killing menjadi menarik karena tidak menampilkan tokoh utama pemain sepakbola melainkan seorang manajer klub. Continue reading ‘Giant Killing’
Detective Conan The Movie 14: The Lost Ship in The Sky
Published November 16, 2010 Resensi Anime dan Manga 8 CommentsTags: conan, detective, lost ship, sky
Detective Conan the movie yang ke 14 ini sebenarnya sudah nangkring di kios rental DVD sejak bulan lalu, tapi aku sendiri sedang tidak mood nonton karena ada masalah keluarga. Kalaupun nonton, aku juga agak malas menulis resensi film ataupun menulis postingan di blog yang satu lagi. Karena minggu kemarin aku sudah nonton film Conan yang ini, kusempatkan untuk menulis reviewnya kali ini.
Continue reading ‘Detective Conan The Movie 14: The Lost Ship in The Sky’
Bagi para pembaca yang belum pernah membaca manga jadul yang berjudul Kenji ini, mungkin anda mengira kalau saya terlalu muluk-muluk memberikan judul diatas. Kalaupun demikian kiranya, saya sarankan untuk membaca Kenji terlebih dahulu sebelum mencap saya berlebihan. Saya sudah membaca belasan manga bergenre martial arts, tapi sampai sekarang rasanya belum ada yang mengalahkan Kenji yang saya baca belasan tahun yang lalu itu. Padahal plot ceritanya sederhana saja, mirip dengan film Karate Kid yaitu bertema proses pendewasaan seorang anak muda lewat jalur bela diri. Tunggu dulu, walaupun sama-sama bertema coming age, Karate Kid versi lama (apalagi yang baru) masih jauh dibawah Kenji dalam soal kualitas.
Continue reading ‘Kenji: The Best Martial Art’s Manga’
BECK The Movie – We are the BECK!
Published September 8, 2010 Resensi Anime dan Manga , Resensi Film Asia 51 CommentsTags: anime, BECK, film, jepang, manga, movie, musik
Oretachi wa tada no nakayoshi bando jyanai da
(Kita ini bukan band yang dibentuk buat iseng main antar kawan doang!)
~Ryusuke Minami~
Akhirnya! Aku nonton juga film yang sudah kutunggu-tunggu pemutarannya pada bulan-bulan terakhir ini. BECK the movie memang bukan film berat kelas festival dengan plot cerita rumit, melainkan hanya sebuah film hiburan yang diangkat dari salah satu manga favoritku karya Harold Sakuishi. Karena itu, sebelum menontonnya pun aku tidak berharap pada kualitas film berbobot, yang penting bisa menghibur dan mampu mengadopsi semangat manga/anime nya sendiri ke layar lebar. Menurut laporan box office Jepang, film ini mampu meraup lebih dari 300 juta Yen pada pemutaran hari pertama dan kedua di 316 layar seluruh bioskop Jepang sehingga bertengger dipuncak tangga film terlaris Jepang hingga 2 hari. Sayangnya tak sampai seminggu, BECK turun ke peringkat 3 karena harus kalah bersaing dengan film Akunin yang menyalip diposisi nomor satu.
Bagi yang pernah baca manga ataupun nonton animenya, tentunya sudah mengetahui kalau BECK bercerita tentang kisah 5 pemuda yang berjuang dari bawah untuk menggapai mimpi mereka membentuk band terhebat dan diakui penggemar musik Rock seluruh dunia. Fokus film lebih mengarah ke sosok Koyuki sang gitaris pemula dan Ryusuke aka Ray sang gitaris berbakat yang menjadi leader BECK, dengan karakter lainnya sebagai pendukung. Film live action ini mengambil story-arc manga dari awal pertemuan Koyuki dan Ray hingga puncaknya berakhir di konser besar-besaran Greatful Sound. Boleh dibilang versi film layar lebar ini mengambil porsi yang sama dengan versi animenya.
Continue reading ‘BECK The Movie – We are the BECK!’
SHOOT! Profil tim Kakegawa (bagian 3)
Published June 15, 2010 Resensi Anime dan Manga 15 CommentsTags: anime, komik, manga, shoot
Jika anda teliti membaca manga SHOOT!, tentu anda akan menemukan siapakah idola sang kapten Yoshiharu Kubo. Salah satunya adalah Johann Cruijff sang jenderal Total Football, sehingga permainan Kakegawa sangat terasa spirit total footballnya bahkan setelah ditinggal Kubo sekalipun. Berikut ini adalah profil dari Miracle Team Kakegawa yang memakai pakem offensive 4-3-3 ala Total Football Ajax/Belanda.





Recent Comments