Archive for the 'Random Post' Category

Latar Mitologi The Lord of the Ring

Postingan kali ini lebih bersifat sebagai penyegar ingatan saya pribadi dan sarana persiapan sebelum nonton trilogi terbaru buatan Peter Jackson yaitu The Hobbit. Mungkin para pembaca sekalian yang sudah menonton trilogi film The Lord of the Ring (TLOTR) maupun pernah membaca novel karya J.R.R. Tolkien tersebut banyak mengetahui latar belakang mitologi Middle Earth yang menjadi sentral cerita, atau malah belum tahu tentang latar ceritanya. Di sini saya ingin membuat ringkasan tentang latar belakang mitologi Middle Earth, terutama tentang makhluk-makhluk yang menghuninya. Seperti yang telah diketahui, J.R.R. Tolkien banyak mengambil dari campuran mitologi biblikal, mitologi Inggris kuno (Anglo-Saxon), Nordik, Jerman kuno, Persia hingga mitologi Yunani/Romawi sebagai dasar dari mitologi Middle Earth. Yang namanya ringkasan tentunya banyak sekali hal yang disingkat dan dibuat sesederhana mungkin agar gampang dimengerti, apalagi sebagian besar isi tulisan ini diambil dari buku The Silmarillion yang isinya banyak berbentuk syair. Bagi yang ingin mengetahui lebih mendalam dan detail tentang sejarah Middle Earth, bisa langsung mengunjungi link ke wikipedia yang saya sediakan. Atau jauh lebih baik lagi jika membeli dan membaca buku The Silmarillion.

Continue reading ‘Latar Mitologi The Lord of the Ring’

Empat Opas – Pertemuan di Kotaraja

Tulisan review novel silat ini sebenarnya tulisan lama yang pernah dimuat dalam blog lama-ku yang sudah dihapus. Kali ini sengaja ku edit dan diposting lagi di sini sekaligus persiapan untuk review film yang merupakan adaptasi dari buku ini. Serial empat opas atau dalam bahasa aslinya Shi Da Ming Bu (四大名捕) merupakan novel bergenre wuxia karya pengarang cerita silat yang cukup terkenal yaitu Wen Rui-An. Serial ini sudah beberapa kali diadaptasi dalam bentuk media lain terutama serial drama TV. Adaptasi lainnya berbentuk komik Manhua hasil karya komikus China Andy Seto. Buku yang kubaca ini merupakan hasil terjemahan Tjan ID.

Empat opas mengetengahkan kisah petualangan 4 orang pemuda yang berprofesi sebagai opas (petugas hukum kerajaan semacam polisi) bawahan seorang petinggi kerajaan bernama Zhuge Zeng-wo dan bersetting pada masa dinasti Song. Keempat opas ini merupakan rekrutan dan didikan langsung dari Tuan Zhuge dan urutan mereka dihitung berdasarkan siapa saja yang terlebih dahulu ikut dibawah bimbingan Tuan Zhuge. Buku Pertemuan di kotaraja dibagi menjadi 5 bab dimana masing-masing satu bab mengetengahkan perjalanan satu opas dalam menguak misteri dan kasus kriminal. Bab ke-5 atau yang terakhir merupakan pemecahan kasus besar yang melibatkan ke-4 opas yang berkumpul dan bekerja sama satu sama lain. Masing-masing empat bab awal menggali sosok personal opas sekaligus juga sebagai babak perkenalan tokoh utama.
Continue reading ‘Empat Opas – Pertemuan di Kotaraja’

Entah kapan bisa nonton konser Tokyo Jihen

Mungkin postingan ini boleh dikategorikan sebagai curhat terselubung, gara-gara gagal nonton konser Tokyo Jihen Live Tour 2011 Discovery di Nagoya :D Continue reading ‘Entah kapan bisa nonton konser Tokyo Jihen’

Tiga tahun Toumei Ningen

Flow like water


Tepat tanggal 25 Juli 2011, blog Toumei Ningen berusia tiga tahun dan itu berarti selama tiga tahun saya eksis menulis review film dalam satu blog yang sama ini. Postingan ini adalah postingan ke 150, jadinya selama tiga tahun sudah 150 tulisan yang saya terbitkan, dan itu berarti kira-kira 50 tulisan per tahun. 50 tulisan per tahun adalah jumlah yang sedikit, sangat-sangat sedikit dibanding banyak blogger yang mengkhususkan dirinya menulis review film, tambah lagi saya juga menyisipkan beberapa review musik dan tulisan random. Tapi yang membuat saya senang adalah blog ini tahan cukup lama kalau mengingat saya sudah beberapa kali berganti alamat blog. Continue reading ‘Tiga tahun Toumei Ningen’

The Social Network, another story.

Setelah selesai nonton film The Social Network, tiba-tiba aku teringat dengan sebuah situs jejaring sosial lain yang menurutku kisah tokoh developernya menarik untuk diangkat ke layar lebar. Namanya mixi dan mungkin orang diluar Jepang kurang kenal dengan mixi. Akan tetapi di Jepang sendiri, mixi adalah situs jejaring sosial paling banyak dipakai oleh orang Jepang, mengalahkan pemakaian facebook sekalipun. Hingga kini, mixi terhitung meraih pasar pengguna sekitar 80 persen dari total pemakai situs jaringan sosial di Jepang. Aku jadi berandai-andai jika seandainya kisah ini diangkat ke layar lebar, bakalan seperti apakah jadinya. Namanya juga berandai-andai, mari kita lihat kira-kira bagian apa saja yang menarik untuk ditampilkan. Continue reading ‘The Social Network, another story.’

Saya dan komentar

Ini hanya sebuah tulisan tentang bagaimana etika saya dalam menulis komentar di internet terkait dengan tulisan komentar saya disini, karena saya tiba-tiba saja kepikiran dengan “apakah saya cukup punya etika dalam menulis komentar?”
Ini tulisan narsis tentang diri sendiri, kalau merasa keberatan harap jangan dibaca :mrgreen: Continue reading ‘Saya dan komentar’

Bajakan film Jepang sulit dicari

Sebenarnya bajakan film Jepang biasanya tidaklah terlampau sulit untuk dicari, baik lewat cara mengunduh maupun dengan membeli DVD bajakannya. Yang sulit dicari adalah bajakan film Jepang yang masih baru, yang masih tayang di gedung-gedung bioskop Jepang. Tulisan ini aku buat untuk merespon pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke postingan resensi film Jepang, terutama pertanyaan tentang mengunduh film Jepang yang sedang tayang. Continue reading ‘Bajakan film Jepang sulit dicari’

Nara-Kyoto-Osaka 2009 (bagian dua)

Melanjutkan kisah sebelumnya pada bagian satu yang menceritakan tentang kunjungan ke Nara.

IMG_0115Setelah bermalam di manga cafe yang terletak di daerah Dotonbori Osaka, kami berdua memulai perjalanan hari kedua menuju kota tua Kyoto yang menjadi pusat perhatian utama para turis yang datang ke Jepang. Ini adalah kali ketiga bagiku datang ke Kyoto setelah kunjungan sebelumnya pada tahun 2007 dan 2008. Ternyata aku masih belum bosan untuk jalan-jalan ke kota tua ini. Tujuan utama perjalanan ini adalah 清水寺 (Kiyomizudera), kuil Buddha yang terkenal dengan keberadaannya diatas pilar dan terletak diatas bukit yang memungkinkan pemandangan kota Kyoto. Tetapi sebelum itu, kami terlebih dahulu mengunjungi 東映太秦映画村 (Toei Uzumasa Eigamura atau kampung film Toei Uzumasa) dan 二条城 (Nijou-jou alias kastil Nijou).

IMG_0110Studio film milik Toei di daerah Uzumasa yang didirikan demi kepentingan pembuatan film genre Jidaigeki ini cukup menarik perhatian para turis karena menampilkan berbagai macam setting untuk situasi jaman samurai dari bangunan, jalan, sungai, jembatan hingga pasar. Benar-benar beruntung ketika berkunjung ke Eigamura, mereka sedang mengadakan pertunjukan yang dibintangi oleh seorang aktor yang cukup terkenal di dunia perfilman genre Jidaigeki, yaitu Fukumoto Seizo. Malah sempat foto bareng dengan si aktor yang masih berpakaian samurai. Setelah makan siang, perjalanan dilanjutkan ke kastil Nijou.

Gerbang masuk utama Ninomaru Gouten

Gerbang masuk utama Ninomaru Gouten

Kastil Nijou dikenal sebagai tempat tinggal resmi Shogun Tokugawa selama menjalankan tugasnya di ibu kota kekaisaran Kyoto untuk mendampingi tempat tinggal resmi Kaisar Jepang di Kyoto (Kyoto Gosho). Kompleks Nijoujou sangat luas tak kalah dari Kyoto Gosho hingga membuat kakiku kesemutan untuk mengelilinginya, dimulai dari gerbang utama, bangunan utama Ninomaru Gouten, Honmaru Gouten hingga tamannya yang luas. Hal yang paling menarik dari Ninomaru Gouten adalah lantai burung bul-bul yang akan berderit walaupun cuma diinjak pelan.
Taman disekitar Ninomaru Gouten

Taman disekitar Ninomaru Gouten

Konstruksi demikian dibuat untuk mencegah penyusup menyelinap masuk ketempat tinggal Shogun tanpa ketahuan. Kalau misalnya musuh Shogun mengirim seorang Ninja yang ingin membunuh sang Shogun, dipastikan dia harus mengirim Ninja dengan ilmu meringankan tubuh yang sangat mumpuni untuk menghindari jebakan lantai berderit. Selain itu gedung ini memiliki beberapa pintu rahasia tempat pengawal Shogun bersembunyi melindungi Shogun secara diam-diam.

2 Maiko dan gerbang depan kompleks, Nioumon atau Akamon

2 Maiko dan gerbang depan kompleks, Nioumon atau Akamon

Menjelang sore kami berdua bergerak menuju 祇園 (Gion), daerah pusat yang terkenal dengan banyak Maiko di Kyoto. Maiko adalah murid Geisha yang sedang berada dalam masa training. Karena sewa Geisha per jam sangat mahal, rata-rata hanya Maiko yang bertugas melayani tamu dengan diawasi langsung oleh Geisha yang men-training-nya. Sayang sekali, Maiko hanya bekerja pada malam hari, sehingga sulit ditemukan (lagi pula mereka bekerja didalam Machiya). Kami hanya melihat 3 Maiko saja, 2 orang ketika berada di Kiyomizudera (sepertinya diundang untuk sesi foto) dan 1 orang ketika berkeliaran di daerah Hanamikoji pada malam hari setelah pulang dari Kiyomizudera.

Salah satu dari koi Uranai no Ishi (Batu peramal cinta)

Salah satu dari sepasang Koi Uranai no Ishi (Batu peramal cinta)

Kiyomizudera yang berarti kuil air murni merupakan kuil Buddha yang dibangun “tanpa paku” dan berada diatas bukit dengan susunan pilar pada konstruksi dasar bangunan. Terus terang saja, Kiyomizudera merupakan tempat favoritku jika berkunjung ke Kyoto terutama sewaktu menikmati matahari terbenam disana sambil memandang kota Kyoto dari atas bukit. Di sebelah kompleks kuil terdapat jinja (kuil Shinto) bernama Jishu Jinja yang didedikasikan bagi dewi cinta dan jodoh. Disana akan ditemukan sepasang batu peramal cinta yang berjarak sekitar 18 meter. Silahkan baca di wikipedia tentang legenda dibalik Kiyomizudera kalau tertarik.

Kiyomizudera di waktu senja

Kiyomizudera di waktu senja

Setelah menikmati matahari terbenam di atas beranda Kiyomizudera, kami turun dari atas bukit setelah hari gelap dan sempat berputar-putar disekitar daerah Gion sebelum pulang kembali ke Osaka dan menginap di Manga Cafe daerah Dotonbori seperti hari sebelumnya. Malam itu benar-benar capek sehingga semua fasilitas Manga Cafe seperti makan eskrim dan minum sof drink/kopi/coklat, main PlayStation, serta Internet tak terlalu menarik perhatian. Setelah mandi, langsung tidur terkapar untuk mempersiapkan hari esok perjalanan ke 大阪城 (Osaka-Jou alias Kastil Osaka).

Bersambung: bagian akhir, Osaka Castle.

Koran Jepang tentang demo AV idol di Indonesia

Media cetak maupun televisi Indonesia memang ribut membahas pro kontra kedatangan Maria Ozawa untuk membintangi film yang direncanakan berjudul menculik Miyabi (padahal di Jepang sendiri, Ozawa sudah lama tak memakai nama panggung miyabi). Bagaimana dengan media cetak Jepang? Ternyata berita tentang pro kontra ini juga ada yang menghiasi media cetak Jepang, walaupun harus diakui bahwa hanya satu dari media cetak beroplah besar yang memberitakan hal ini yaitu Asahi Shimbun, itupun hanya memberikan sedikit info tanpa opini. Yomiuri Shimbun dan Mainichi Shimbun malah tak pernah menyinggungnya sama sekali. Berita tentang Indonesia yang mendominasi isi koran oplah besar ternyata mengenai gempa di Sumatera beberapa minggu yang lalu, termasuk cara penanggulangan, sistem pemberian bantuan obat-obatan dan makanan yang masih mengecewakan hingga berbagai macam tetek bengeknya seperti tentang konstruksi rumah masyarakat Indonesia yang gampang runtuh, walau terkena gempa berskala kecil sekalipun.

Asahi Shimbun
Asahi Shimbun membahas tentang kemungkinan pencekalan Maria Ozawa masuk ke Indonesia untuk tujuan syuting film, sehingga menyebabkan jadwal syuting film menculik miyabi tersebut terpaksa ditunda. Selain menuliskan komentar Menkominfo M. Nuh, Asahi Shimbun juga menuliskan keberadaan UU anti-pornografi.
“Walaupun tidak bugil, AV idol dilarang syuting” oleh Asahi Shimbun (10/13 ’2009)

Shikoku Shimbun/Fukui Shimbun/Chuugoku Shimbun, dll
Shikoku Shimbun, dll menekankan tentang kontroversi kedatangan Ozawa-san yang berhubungan dengan keberadaan Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar sedunia. Lucunya, koran ini juga menampilkan foto lampiran pedagang kaki lima yang sedang menjajakan jualan DVD bajakan Maria Ozawa di trotoar jalan. Berita yang ditampilkan oleh beberapa koran online ternyata mempunyai isi yang sama, kadang dengan judul berbeda.
“Demo menolak pemakaian artis AV idol” oleh Shikoku Shinbun (10/14 ’2009)
“Demo menolak pemakaian artis AV idol” oleh Fukui Shimbun (10/14 ’2009)

Info sekolah di Jepang

Bagi yang berminat untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang S1 (undergraduate) di universitas negeri Jepang. Mereka membuka pendaftaran di Indonesia, Vietnam dan Thailand serta melaksanakan ujian masuk di negara masing-masing peserta. Kunjungi link dibawah ini:

Shizuoka University NIFEE Program


Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 113 other followers

%d bloggers like this: