Postingan ini khusus untuk memenuhi permintaan seseorang yang bilang ingin tahu arti lirik dari lagu Fukuyama Masaharu yang berjudul Kazoku ni Narou yo. Tentu saja terjemahan lirik yang saya tulis dibawah ini hanyalah semacam bentuk terjemahan bebas a la Toumei Ningen. Lagu ini sendiri ditulis oleh Fukuyama setelah terjadinya bencana tsunami di daerah Tohoku Jepang tanggal 11 Maret 2011 lalu, dimana Fukuyama merasakan betapa ikatan keluarga sangat dibutuhkan dalam situasi pasca bencana (baik bencana kecil maupun besar) untuk saling memberikan dukungan satu sama lain. Masih lekat dalam ingatanku membaca berita di koran pasca bencana tsunami Tohoku, betapa cukup banyak wanita dewasa di Jepang menyatakan ingin bersuami karena ingin mendapatkan sosok suami dan ayah bagi anak mereka untuk berbagi dalam keadaan suka dan duka.
Tadinya Fukuyama ingin membuat lirik yang bertema pernikahan semata, tetapi setelah mendapatkan inspirasi dari bencana Tohoku, Fukuyama memutuskan untuk memfokuskan tema pernikahan dua kekasih ke arah pernikahan untuk membentuk sebuah keluarga. Di Jepang sendiri, lagu ini menjadi lagu pengiring iklan TV Zexy sebuah wedding magazine.
NB. Menurutku lirik lagu ini romantis untuk melamar seorang kekasih naik ke pelaminan, karena menikah disini bukan hanya berarti hidup bersama dalam sebuah komitmen atas nama cinta, bla bla bla…. melainkan juga membentuk sebuah society bernama keluarga dengan perencanaan yang matang.
Marilah kita berkeluarga
(Kazoku ni Narou yo)
Tetaplah menyayangiku walaupun telah lewat 100 tahun
Telah menyusahkan dirimu di hadapan orang lain
Walau demikian, kau tetap tersenyum di sampingku
Terima kasih telah memilih aku.
Walau begitu dalam rasa percaya kita satu sama lain
Pastilah ada hal yang tak kita pahami
Baik dalam kesepian maupun keintiman
Mungkin itu yang dinamakan cinta
Entah kapan, bisa seperti ayah dengan punggungnya yang kokoh
Entah kapan, bisa seperti bunda dengan keramahannya yang tenang
Apapun yang terjadi pastilah berlalu
Marilah kita berkeluarga
Ketika diriku masih kecil, lemah dan mudah menangis
Selalu saja hanya memikirkan diri sendiri
Tak bisa menjadi anak berbakti
Walaupun tak banyak yang berubah
Kuingin diriku di hari esok
Dari orang yang selalu diberi
Perlahan menjadi orang yang memberi
Entah kapan, bisa seperti kakek dengan kekuatan tanpa bicara
Entah kapan, bisa seperti nenek dengan senyuman yang manis
Asalkan bersamamu aku bisa meneruskan hidupku
Marilah kita selalu berpasangan
Entah kapan, bersama bocah lelaki dengan senyumanmu diwajahnya
Entah kapan, bersama bocah perempuan dengan rupa mewekku di wajahnya
Apapun yang terjadi pastilah berlalu
Marilah kita berkeluarga
Andaikan hidup bersamamu
Marilah kita berbahagia bersama


…..:’(
You’re right, one hell of a song
liriknya bikin….. hmm…. *speechless… *
translateannya bagus mas… terharu nih T-T
@grace
Yup…. I love the lyric.
@Zeph
hmmmm……
*nikmati aja nuansanya
@Pillow Masha
Thanks gan
Aarrghh…
ini lebih dari romantis… ^_^
Membaca terjemahannya.. sungguh membuat saia terharu…
saia sudah denger lagu-nya… dan mengkombinasikannya sembari melihat video klipnya…
Sungguh membuat tersentuh….
@syelviapoe3
silahkan pakai lagu ini pas acara pernikahan anda, romantis loh
Ando-kun…
saia lebih jika ada yang proposed saia pake lagu ini..
suka dengan frase “marilah kita berkeluarga”
.
Jadi benar ya, kalau wanita-wanita jepang banyak yang takmau menikah/berkeluarga?
“Masih lekat dalam ingatanku membaca berita di koran pasca bencana tsunami Tohoku, betapa cukup banyak wanita dewasa di Jepang menyatakan ingin bersuami karena ingin mendapatkan sosok suami dan ayah bagi anak mereka untuk berbagi dalam keadaan suka dan duka” –> Ando kun.
@maryamingty
“cukup banyak wanita dewasa di Jepang” –> dari yang kubaca sih, banyak juga janda muda yang cerai, bukan cuma wanita lajang.
hehehe rupanya udah duluan yah…
Iya aku suka lagunya untuk iklan Zexy itu, lalu cari liriknya.
Awalnya aku juga pakai terjemahan entah kapan… tapi kok seakan pasrah pasif, makanya aku pakai suatu hari biar lebih aktif. hehehe Susah ya terjemahinnya.
satu lagi ookina senaka, itu sering dipakai menggambarkan sosok ayah yang kuat bukan karena badan tapi karena sonzaikan nya. Itu membuat sulit diterjemahkan.
@Mbak Imelda
Iya mbak, aku suka liriknya yang lebih mengutamakan hubungan cinta kasih atas nama ikatan keluarga dibanding lagu-lagu cinta dengan lirik yayang-yayangan.
Kalau soal terjemahan, Imeruda-sensei pasti lebih tokcer lah. Kalau gak percaya, tanya sama Kai-chan