Nude – Perjalanan seorang Mihiro

Ini bukan soal cinta-cintaan, ini soal bisnis!
(Manager Enomoto)

Catatan: Film ini bukan film soft porn apalagi JAV. Cuma film mainstream biasa tentang perjalanan dan kehidupan salah satu artis JAV terkenal bernama Mihiro.

Anda kenal dengan artis JAV (Japanese Adult Video) yang bernama Mihiro Taniguchi? Kalau anda lebih kenal nama Maria Ozawa dibanding Mihiro adalah suatu hal yang wajar, toh memang nama Maria Ozawa lebih dikenal di Indonesia. Tapi di Jepang, nama Mihiro jauh lebih ngetop dibanding rekan sesama AV idol yang dulunya menggunakan nama panggung Miyabi diawal karirnya tersebut. Tahun 2009, Mihiro meluncurkan sebuah novel otobiografi tentang awal perjalanan karirnya di industri pornografi Jepang berjudul nude. Novel ini kemudian diadaptasi menjadi sebuah film live action tahun 2010 yang disutradarai oleh Yuichi Onuma dengan aktris Naoko Watanabe sebagai Mihiro. Selain film, novel nude juga diadaptasi menjadi manga berjudul nude ~ AV Joyu Mihiro Tanjo Monogatari (Kisah kelahiran artis AV Mihiro) oleh mangaka wanita Ojiro Makoto. Setelah memutuskan pensiun dari dunia pornografi pada awal tahun 2010, Mihiro lebih memfokuskan dirinya untuk berkarir di perfilman mainstream dan acara TV.

Film dibuka dengan opini Mihiro tentang pandangannya terhadap industri JAV dipertengahan karirnya, sebelum akhirnya lewat adegan kilas balik, Mihiro mulai mengenang masa lalunya selepas SMA di propinsi Niigata.

Selepas upacara wisuda SMA, Hiromi Yamase (Naoko Watanabe) dan sahabatnya Sayaka Kawai (Aimi Satsukawa) berbincang-bincang tentang masa depan mereka. Hiromi berencana pindah ke Tokyo untuk bekerja di bandara Haneda sambil mencari kesempatan untuk meraih mimpinya bekerja di bidang entertainment, sedangkan Sayaka memutuskan untuk tetap di Niigata untuk meneruskan sekolahnya ke bangku kuliah. Di Shibuya Tokyo, Hiromi dihampiri seorang talent-scout Enomoto (Ken Mitsuishi) yang menawarkan jasanya menjadi agen modeling. Walaupun Enomoto adalah agen mewakili perusahaan yang bisnis utamanya bergerak dibidang JAV, Enomoto juga agen model gravure idol. Berpendapat asalkan bukan JAV, Hiromi setuju untuk terjun ke dunia modeling gravure idol dan berhenti bekerja di Bandara Haneda. Memasuki dunia modeling gravure idol, Hiromi menggunakan stage nama Mihiro sebagai alias. Keputusan ini membuat hubungan Hiromi dengan pacarnya Eisuke, yang numpang tinggal bareng di apartemen milik Hiromi, menjadi renggang. Belum lagi majalah gravure idol yang beroplah nasional dilihat oleh kenalannya di Niigata termasuk Sayaka. Selain gravure idol, Hiromi juga mulai merambah dunia perfilman V-Cinema. Seiring dengan perjalanan karirnya, Hiromi semakin terseret menuju karir sebagai AV idol.

Yang menjadi perhatian utamaku disini adalah tidak adanya tokoh orang tua Mihiro, baik ketika masih menggunakan nama Hiromi maupun setelah menggunakan nama Mihiro. Apakah ini memang tidak ada tokoh orang tua dalam novelnya sendiri atau memang disengaja tidak dimunculkan dalam film, saya sendiri tidak tahu. Padahal kalau tokoh orang tua Mihiro hadir, tentunya konflik dalam pribadi Mihiro akan semakin menarik untuk disaksikan. Kesan penolakan seorang sahabat seperti Sayaka ataupun pacarnya terhadap pilihan karir Mihiro rasanya kurang nendang apabila dibandingkan dengan misalkan, keluarga dekat Mihiro sendiri. Walaupun ada secuil adegan tentang seorang bapak yang marah-marah terhadap Enomoto yang dianggap menjebak anak perempuannya bekerja sebagai AV idol, tapi tak akan sekuat kesan yang didapatkan jika ayah sang tokoh utama Mihiro sendiri yang hadir.

Filmnya sendiri berjalan dengan tempo lambat dan baru mulai terlihat menarik setelah Mihiro memutuskan untuk melanjutkan karirnya sebagai AV idol. Dilain pihak, film ini juga mencoba memahami keputusan yang diambil oleh sorang Mihiro ditinjau dari keadaan dirinya dan pilihan yang ada dihadapannya. Sepertinya awal pemilihan karir sebagai AV idol, Mihiro terlihat mengalami tekanan dari lingkungannya, baik oleh manajer maupun sikap orang-orang dekatnya.

Akting para pelakon utamanya sendiri terlihat kurang stabil. Kadang mereka tampil lumayan baik, tapi lebih sering terlihat berakting lebay mirip pemain sinetron, terutama untuk Satsukawa. Menurutku ini merupakan tanggung jawab sutradara yang gagal mengarahkan para pemainnya dengan baik. Bukan hanya sutradara, kameraman juga tidak stabil. Wajah cantik Watanabe beberapa kali terlihat jelek gara-gara pengambilan angel kamera yang kurang tepat. Belum lagi ada beberapa plot hole yang mengganggu, misalnya saja ketika Sayaka mengunjungi apartemen Mihiro dan menginap secara mendadak, kemana gerangan Eisuke yang tinggal kumpul kebo dengan Mihiro?

Walaupun untuk adegan di Niigata terlihat berakting kaku, Naoko Watanabe sendiri bermain lebih bagus secara umum setelah Mihiro pindah ke Tokyo, ditambah lagi dia tampil cukup berani untuk adegan syuting film porno. Mihiro asli sendiri tampil dalam peran cameo sebagai AV idol senior yang sebentar lagi pensiun, tentu saja tanpa adegan buka-bukaan.

Hal paling kusuka dalam film ini adalah ditampilkannya persiapan syuting oleh para crew film JAV, tingkah polah para crew sewaktu pengambilan gambar, hingga tetek bengek lainnya selama masa syuting. Paling tidak hal ini menunjukkan bahwa para crew tidak main-main dalam menjalankan pekerjaan mereka, bahwa para crew film porno juga sama profesionalnya dengan crew film mainstream.

Mau tak mau aku membandingkannya dengan film Hollywood Boogie Nights yang sama-sama bertema pekerja film porno. Akan tetapi tentu saja secara kualitas film, Boogie Nights jauh melebihi Nude yang notabene film semi-indies. Walaupun demikian, aku bisa membandingkan beberapa perbedaan aspek dunia perfilman pornografi antara Amerika dan Jepang. Film ini menarik secara tema, sayangnya eksekusinya tidak terlampau bagus. Tapi lumayanlah untuk anda yang ingin nonton dengan tema unik, apalagi kalau anda termasuk penikmat JAV yang ingin mengetahui seluk beluk dunia dibalik panggung dan ranjang dunia JAV.

Rating: 2.75/5

About these ads

20 Responses to “Nude – Perjalanan seorang Mihiro”


  1. 1 lambrtz February 28, 2011 at 9:12 am

    Woh dibikin beneran. :lol: Makasih Bang ^:)^

    *baca sekilas*

    2.75 ya :lol:

    OK baca dulu lebih detil. :mrgreen:

  2. 2 lambrtz February 28, 2011 at 9:28 am

    Hmmm…iya sayang sekali memang kalau ga ada peran orang tua di sana. Saya pernah baca kisah tentang…siapa ya? Intinya bahwa ketika orang tua dia mengetahui bahwa dirinya main film beginian, ada resistansi yang keras. Orang tuanya mengira bahwa bekerja dan menghasilan duit dari “enak-enakan” seperti ini ga baik. Sementara sang bintang sendiri bilang, “ini ga enak-enakan!” Ya saya bisa mengerti sih, soalnya main di sono semata-mata adalah tugas profesional, no love involved, dan barely no cuddling after play. Menarik kalau yang seperti ini dibahas. :D

    Cerita lainnya ya tentang Azumi Kawashima, yang konon (infonya di Wikipedia sudah dihapus, jadi ga tahu bener atau ga) kabarnya menjadi bintang JAV untuk membantu pacarnya yang sedang susah keuangan, eh tapi malah pacarnya tahu dan akhirnya putus deh. :lol:
    Kalo di Mihiro gimana kabar pacarnya? :?

    BTW, ijinkan saya tanya ini lagi: mana itu katanya orang konservatif, kok tontonannya macem begini. :twisted: *kabur*

  3. 4 lambrtz February 28, 2011 at 9:31 am

    Naoko Watanabe sendiri bermain lebih bagus secara umum setelah Mihiro pindah ke Tokyo, ditambah lagi dia tampil cukup berani untuk adegan syuting film porno

    :shock: Emangnya Naoko bugil juga gitu?

    *liat sidebar*
    Hore avatarnya di recent comments punya saya semua. :lol:

    • 5 AnDo February 28, 2011 at 5:06 pm

      @lambrtz 1
      silahkan

      @lambrtz 2 dan 3
      Orang tua Maria Ozawa sampai sekarang menolak menerima anaknya pulang ke rumah. Gak tau kalau dia udah pensiun dari dunia JAV.

      semata-mata adalah tugas profesional, no love involved, dan barely no cuddling after play.

      Makanya quote diatas, saya pilih untuk mewakili hal ini, “kore wa renai jyanakute, shigoto da yo!”
      Cuddling after play?? :lol:
      Tau nggak kalau syuting film porno yang profesional sama aja dengan film mainstream, penuh dengan teriakan ACTION!! dan CUT!! dari sutradara.
      Scene foreplay 4-5 menit lalu “CUUTT!!” scene penetrasi 3-4 menit lalu “CUUTT!!” ganti posisi 4-5 menit lalu “CUUUTT!!” dan seterusnya sampai pengambilan gambar selesai. Tak heran sang aktor terpaksa harus berusaha terus menjaga senjatanya agar tetap tegar dan bangun diantara pergantian scene :lol:
      Anda bisa bayangkan cuddling after play setelah syuting kayak gini?? :lol:
      BTW, Aku suka dengan adegan syuting dalam film ini, soalnya menggambarkan syuting film porno itu tak semudah yang dibayangkan :twisted:

      kok tontonannya macem begini. :twisted:

      Film ini gak ada apa-apanya dibandingkan A Serbian Film yang bikin aku mau muntah berulang kali. Nude adalah sebuah film otobiografi, film mainstream untuk layar bioskop, bahkan untuk dimasukkan ke dalam genre pink film saja tidak cocok. Konservatif? bahhhh…

      @lambrtz 4

      :shock: Emangnya Naoko bugil juga gitu?

      Bugil bagian atas :twisted:
      Yang pasti di bioskop masuk kategori dewasa (21 tahun keatas) :lol:

  4. 6 lambrtz March 1, 2011 at 2:08 am

    Anda bisa bayangkan cuddling after play setelah syuting kayak gini?? :lol:

    Makanya itu, kecuali menjadi bagian dari skenario, which is akhirnya bisnis juga, sepertinya ga mungkin. :lol: Better tell their parents that that is not fun. :? Kasih tahu dari Hong Kong

    BTW aku baca link A Serbian Film itu. Buset serem amat. Ga tahulah aku mampu atau ga lihat yang macam begitu, walaupun tahu kalau itu cuma adegan rekayasa. Biasanya bisa lihat sih adegan gory rekayasa, tapi entah yang macam itu. :|

    • 7 AnDo March 1, 2011 at 5:01 pm

      @lambrtz

      Aku pikir Mihiro memang sengaja nggak memasukkan tokoh orang tuanya. Mungkin Mihiro masih menghormati mereka, nggak kayak Ai Ijima yang memang terang2an bilang benci sama orang tuanya dan memasukkan perseteruan mereka ke dalam buku semi otobiografinya.
      Mengenai pacar si Mihiro, Eisuke gak bisa nerima putusan Mihiro dan memutuskan pergi.
      Yang Azumi Kawashima, pas dia putus sama pacarnya, Azumi kawin sama oarng yang paling mengerti dirinya, manajer Azumi sendiri ketika berkarir sebagai artis JAV :lol:

      Ada satu dialog yang bikin aku tercenung. Masih ingat chatting kita tempo hari soal kalau kamu menikah dgn seorang mantan artis JAV dan konsekwensinya?
      Seorang teman Mihiro nyeletuk ketika melihat gambar telanjang Mihiro, “Kalau dia punya anak, kira2 apa komentar anaknya ttg ibunya yah?”
      Kebayang nggak perasaan anaknya? Belum lagi kalau teman2 anaknya tahu, besar kemungkin akan di-bully.

      Soal A Serbian Film, itu termasuk film yang hanya untuk satu kali tonton untuk seumur hidup. Ngembayangin aja aku udah ogah, sampai2 aku gak jadi nulis review krn gak mau ngingetin adegannya.

      NB.
      Ketika menerbitkan novel otobiografinya, Mihiro diwawancara oleh stasiun radio. Gak tau air mata beneran atau air mata buaya, yang pasti sambil nangis, Mihiro bilang kalau misalnya dikasih kesempatan buat balik ke masa lalu saat dia memutuskan untuk meneruskan karir menjadi AV idol, Mihiro memperbaiki keputusannya.
      Link wawancara radio Mihiro

  5. 8 Asop March 11, 2011 at 8:10 am

    PAdahal manis juga si Mihiro ini… :(
    Tapi jadi bintang AV… :(

  6. 10 Anime Manga Encyclopedia March 12, 2011 at 10:05 am

    wah menarik ya film kaya ginian, kisah seorang pemain JAV yg akhirnya pensiun.
    Baguslah akrhinya dia pensiun, dibanding selamanya main film gituan

    oh iya masih tniggal di jepang ga, gmana keadaan disana, apa separah yang diberitakan di TV?

  7. 11 AnDo March 12, 2011 at 4:41 pm

    @Anime Manga Encyclopedia

    Baguslah akrhinya dia pensiun, dibanding selamanya main film gituan

    Rasanya karir artis dalam industri film porno tak pernah lama. Faktor umur dan kemolekan tubuh/wajah juga ikut menentukan panjang pendeknya karir mereka.

    Kebetulan saja Mihiro saat ini sudah mampu membangun karirnya dibidang film mainstream dan TV yang jadi impiannya selama in. Kalau masih berkutat di industri JAV doang, belum tentu dia pensiun.

    gmana keadaan disana, apa separah yang diberitakan di TV?

    Saya tinggal di Jepang Tengah, cuma kena goncangan gempa dahsyat dan masih sehat walafiat. Yang parah seperti di berita TV itu Jepang Utara, mereka kena tsunami.

  8. 12 lee susanto July 31, 2011 at 4:39 pm

    kasihan yah… :( lihat trailernya koq rasanya dia gak sebegitu suka juga masuk ke JAV industry… ada kesan pemaksaannya

    • 13 AnDo August 1, 2011 at 4:17 pm

      @lee susanto
      Kalau dibilang pengen jadi artis JAV dengan sukarela sih, kayaknya nggak. Tapi Mihiro terlihat jelas pengen keluar dari lingkaran dunia JAV. Dipaksa? yaahhh… mungkin lbh tepat dibilang dipaksa keadaan dan situasi.

  9. 14 ferdiabdalla January 7, 2012 at 1:00 pm

    ~HRM~ ~MHR~

    terimakasih untuk tulisan & blog yg sweet ini Ando-kun. saya termasuk
    penggemar mihiro dari dulu kuliah di jogja nemu banyak file jav di
    warnet diantaranya jav mihiro dan lgsung terkesima dengan ceria &
    supelnya, ektingnya yg terlihat sangat natural n tulussss.. membuat
    hati berdebar2 dar dar dar :B

    tapi ..setelah nemu tulisan Ando-kun ini pikiranku langsung jungkir
    balik gak nyangka. film yg hebat walaupun baru baca reviewnya*..
    merasakan perasaan mihiro yg hu hu huu yang sekaligus menggambarkan
    semua perasaan artis ‘sejati’ jav idolaku lainnya. ternyata kita
    sering tidak merasakan aspek ‘ini’ ketika menikmati jav karena kita
    mengira orang jepang emang edan2!! ternyata…

    mungkin biografi maupun filmnya merupakan obsessive compulsive sang
    bidadari hiromi :B sebagai bentuk gambaran perjalanan hidupnya yang
    bisa kita rasakan adalah seperti racun! sebagai permohonan maaf..
    hati sedih mengiringi tulisan ini.. akhirnya bisa menemukan ‘ini’
    pada jav yang sering kuputar akhir2 ini seperti rui saotome & mo2ka
    nishina sebagai fantasi yang luar biasa. i am is so ‘nude & sick of
    it!

    ~love this blog
    bahagia bisa menemukan tulisan yang sangat detil dan rekomendasi yg
    komprehensip dalam bahasa indonesia tentang otaku life in japan ,
    movies,music, laruku, beck, 20th century boy, monster kapan live
    action ya?, artis jav ada yg die hard fansnya vamps lho… sampe beli
    replika gitar kaz orisinal sebagai barang yang paling mahal dibelinya…ternyata artis jav cool juga

    mau nanya nih Ando-kun sebagai penduduk jepang: apakah benar industri
    gairah (porn) di jepang nomor 2 terbesar setelah industri otomotif??
    ~maaf saya emang tidak sopan dan sangat mesum..ini karena Tulisan Teratas adalah Nude – Perjalanan seorang Mihiro

    • 15 AnDo January 9, 2012 at 12:16 pm

      @ferdiabdalla
      Wah… panjang juga anda komen disini. Terima kasih sudah datang dan baca-baca tulisanku.

      Setahuku sih, industri kedua terbesar di jepang setelah otomotif adalah elektronik. Soal industri pornografi, aku sendiri gak tahu jelas. Yang pasti selama ini, industri pornografi gak pernah kena imbas krisis.
      Waktu krisis ekonomi, perusahaan otomotif dan elektronik ramai2 mengencangkan ikat pinggang, sedangkan industri pornografi cuek aja. Malah perusahaan JAV masih sering ngasih bonus uang dan travel ke luar negeri bagi artis2 JAV yang angka penjualan DVD/Video/BR/dll melewati target penjualan tahunan.

  10. 16 Rei_tsuya March 27, 2012 at 2:39 pm

    Thx buat tulisanny
    ga nyangka prasaan sejati artis JAV kyk gitu..
    dlu klo liat artis JAV,aku slalu ngira mreka smua bner” pngen jdi JAV idol cuma demi duit,ga tw ny ada jg yg terpaksa kyk gni..
    Klo liat video ny sih bgus..muka ny jg ckep..
    Oh ya,mw nny nih ando-kun,klo di jepang bnyk gay ga sih ?pnasaran aja,soalny aku prnh nemu bnyk video gay japan di site video bokep gay..

    • 17 AnDo March 28, 2012 at 5:32 pm

      @Rei_tsuya
      Motif mayoritas artis JAV masuk dunia pornografi sih memang uang.

      Soalnya jumlah gay di Jepang saya tidak tahu detailnya. Yang pasti selama 7 tahun tinggal di Jepang, saya baru ketemu 3 pasangan gay yg saling bergandengan tangan dan bicara mesra layaknya orang pacaran, itupun di kota besar.
      Kayaknya sih kondisi sosial kemasyarakatan Jepang masih kurang bisa menerima gay secara terbuka (maksudnya di depan umum) walaupun secara undang2 pemerintah menjamin kebebasan mereka asalkan tidak berbuat asusila di depan umum. Mirip2 di Indonesia lah, ada eksistensi komunitas gay tapi gak terang2an.

  11. 18 autonix July 7, 2012 at 8:11 pm

    mau tanya kalau mau cari subtitle film ini dimana ya ….. muter2 di google belum nemu….
    #masih penasaran…

  12. 19 Anli Chandra September 21, 2012 at 8:35 am

    Awalnya sih Mihiro itu model untuk majalah dewasa, dan main film juga (tapi belum AV). Tapi karena pemaksaan dari produser dan manager yang bilang bahwasannya kariernya akan cepat berakhir kalau nggak main AV, membuatnya masuk ke dalam industri itu. Gw harus bilang produser dan manager itu yang menjebaknya, tapi kenapa dia nggak benci dan berontak aja sama managernya itu, malah benci bentar kemudian menghormati dia selamanya..

  13. 20 shisio August 11, 2013 at 8:33 am

    kalo ga salah si mihiro main di salah satu film urahoror di segmen “stalker” ya? soalnya kemarin baru nonton


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 366 other followers

%d bloggers like this: