Merdeka 17805 – Film Jepang tentang perang kemerdekaan Indonesia

Sampai mati!
Tapi….
Jangan mati….
sia-sia.
~Letnan Miyata~

Sebenarnya aku berniat menulis resensi film ini pada tanggal 17 Agustus 2010, sekaligus untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Apa daya DVD nya sendiri baru sampai ditanganku setelah tanggal 23 Agustus dan baru bisa kutulis review-nya hari ini. Film ini dibuat oleh TOHO Jepang dengan syuting di Indonesia atas kerja sama dengan perusahaan film Indonesia Rapi Film dan tayang resmi di Jepang pada tahun 2001. Sepertinya film ini dibuat karena pada saat itu dunia perfilman sedang demam film-film dengan tema perang yang dipengaruhi oleh meledaknya Saving Private Ryan. Sekedar info untuk anda, film Merdeka 17805 gagal tayang di Indonesia karena tidak lolos sensor dengan alasan yang akan saya bahas diakhir tulisan ini.

Film dibuka dengan adegan mendaratnya pasukan Jepang pada bulan Maret 1942 di pulau Jawa yang pada saat itu masih dikuasai oleh pemerintahan Belanda. Cerita kemudian beralih pada perjalanan regu pimpinan Letnan Takeo Shimazaki (Yamada Jundai) dan Nobutaka Miyata (Hosaka Naoki) yang diserahi tugas menghimpun tenaga muda lokal untuk dilatih sebagai tentara dalam kelompok bernama Shonen Dojo alias Barisan Pemuda. Ketika PETA (Pembela Tana Air) dibentuk, Barisan Pemuda ikut dilebur masuk kedalam PETA dimana Shimazaki dan Miyata juga ditunjuk sebagai pelatih para calon tentara lokal. Keadaan tiba-tiba berubah mendadak sewaktu Jepang mengumumkan kalah perang dan Sukarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan. Tentara Jepangpun ditarik pulang ke tanah air mereka, tetapi beberapa diantara mereka menolak untuk pulang, termasuk Shimazaki. Ketika tentara sekutu datang untuk membantu Belanda mengakuisisi kekuasaan Jepang di Indonesia, Shimazaki dan rekan-rekannya turut serta bergerilya membantu mantan anak didiknya di PETA untuk melawan tentara sekutu.

Film ini dibuat berdasarkan kisah nyata sekitar 2000 orang Jepang yang menolak pulang ke tanah airnya ketika Jepang menyerah kepada sekutu pada tahun 1945. Sebanyak 1.500 orang diantaranya turut berjuang dan tewas berperang melawan Belanda yang didukung sekutu pada masa perang kemerdekaan, 28 diantaranya dimakamkan di TMP Kalibata (sumber). Hanya saja film ini terlampau muluk-muluk dalam bercerita. Bisa dibilang setengah awal film ini membuatku mencibir karena film ini mempersembahkan kisah betapa gagahnya pasukan Jepang dalam melaksanakan jargon-jargon mereka dalam rangka membebaskan saudara muda di benua asia dari belenggu penjajahan bangsa kulit putih. Terlebih lagi cerita ini dibawakan dengan bertele-tele dan membosankan. Tak sedikitpun disinggung tentang Romusha maupun Jugun Ianfu yang meluluh lantakkan Nusantara hanya dalam waktu 3 tahun. Malah boleh dikatakan kalau kenyataannya 1.500 tentara Jepang yang tewas karena ikut berjuang berperang melawan Belanda (seperti yang ditulis diatas) justru menolak kembali ke tanah airnya karena malu. Malu karena kalah perang dan malu dengan perbuatan militer Jepang yang biadab sehingga mereka lebih memilih untuk tinggal dan turut bertempur demi mengembalikan kehormatan mereka daripada pulang dengan status hina.

Selain cerita yang muluk, skenario juga memperlihatkan adegan dialog bahasa Indonesia yang lebay. Sepertinya skenario yang ditulis dalam bahasa Jepang di terjemahkan mentah-mentah ke dalam bahasa Indonesia sehingga dialog berbahasa Indonesia terdengar aneh bagi kuping orang Indonesia. Dengan dialog cheesy seperti itu, bagaimana kita bisa berharap dengan akting para aktor lokal seperti Muhammad Iqbal dan Lola Amaria untuk bermain mengesankan? Belum lagi banyak plot hole dan hal-hal aneh yang bertebaran disana sini yang membuatku mengerenyitkan kening. Misalnya saja, betapa Shimazaki dengan gampangnya masuk ke gedung yang penuh tentara Belanda untuk bertemu dengan petinggi militer lawan sambil membawa pedang samurai. Lalu adegan di kompleks pelatihan barisan pemuda dan PETA yang mengibarkan bendera Merah Putih sejajar dengan Hinomaru. Hallo? Ini setting tahun 1942-1943 bung! Indonesia belum merdeka dan belum punya bendera resmi yang banyak diketahui orang lokal. Belum lagi kematian dengan cara “bodoh” para tokohnya dalam pertempuran, seperti tokoh Asep yang tewas gara-gara mengibarkan bendera Merah Putih dengan gagah di tengah pertempuran sengit tanpa membawa sejata sebijipun, hanya bawa bendera! Film mulai lumayan bertutur rapi ketika memasuki kisah Shimazaki yang ikut dalam gerombolan pejuang diakhir kisah meskipun tetap saja tak menolong terlalu banyak secara keseluruhan.

Menurut pendapatku, sebenarnya bisa saja film ini lebih menarik kalau film lebih fokus ke dalam kisah hidup Shimazaki dan diceritakan lewat cara pandangnya sejak awal karena kelemahan utama film ini adalah fokus yang tidak jelas dari awal film. Tapi justru film menampilkan “cerita versi resmi pemerintah Jepang “yang diajarkan kepada para murid di sekolah-sekolah Jepang tentang betapa Jepang “dipaksa” bangsa kulit putih untuk maju membela saudara se-Asia nya. Asal anda tahu saja kalau kemerdekaan Indonesia versi resmi buku teks pelajaran sekolah Jepang adalah dari penjajahan Belanda, bukan merdeka dari penjajahan Jepang. Buku pelajaran ini sampai sekarang masih kontroversi dan diprotes keras, terutama oleh pemerintah China dan Korea Selatan.

Trivia:
Merdeka 17805 gagal lolos sensor untuk tayang di Indonesia karena pihak produser menolak untuk menghilangkan 2 adegan yang dianggap tidak layak. Adegan pertama adalah adegan seorang nenek tua yang bersujud dan mencium kaki Shimazaki sambil berucap telah menunggu legenda menjadi kenyataan dimana akan datang bangsa kulit kuning yang membebaskan mereka dari penjajahan kulit putih. Adegan kedua adalah lagu Indonesia Raya dinyanyikan dengan cara yang kurang hormat. Sepanjang film, Indonesia Raya dinyanyikan 3 kali tapi aku kurang tahu adegan mana yang kurang hormat. Mungkin ketika dinyanyikan sambil menenteng senjata dan mengayun-ngayunkan pistol.

NB.
Artikel terkait bisa dibaca di Majalah Tempo Online dan juga resensi singkatnya

Rating: 2/5

About these ads

40 Responses to “Merdeka 17805 – Film Jepang tentang perang kemerdekaan Indonesia”


  1. 1 lambrtz August 26, 2010 at 2:33 pm

    Asal anda tahu saja kalau kemerdekaan Indonesia versi resmi buku teks pelajaran sekolah Jepang adalah dari penjajahan Belanda, bukan merdeka dari penjajahan Jepang.

    Lha terus di situ gimana penjelasannya tentang kemerdekaan Indonesia? Apa mereka menganggap kalau mereka tidak menjajah Indonesia dulunya begitu? :?

    • 2 AnDo August 26, 2010 at 2:47 pm

      Generasi muda Jepang kebanyakan tahu kalau Jepang dulu menduduki Korea dan China, tapi tak banyak yang tahu tentang pendudukan Jepang di negara asia lain. Terlebih lagi mereka tak tahu kalau perlakuan militer Jepang dimasa lalu sangat biadab. Sama saja dengan pendidikan Indonesia jaman Orde Baru yang memaparkan kebiadaban PKI tapi menyembunyikan kekejaman mereka terhadap keroco2 PKI (dan keturunannya) yang tak mengerti politik. Pendidikan bisa mengubah cara pandang bangsa dengan membentuk cara pandang generasi baru.

      • 3 jono July 19, 2012 at 2:31 am

        seperti itukah menurut saudara?????
        pada kenyataannya tidak seperti itu, saya pernah tinggal di jepang. dan selama itu setiap kawan saya yang tahu kalau saya orang idonesia mereka pasti minta maaf dgn blang gini :”maafkan kesalahan KAMI di masa lalu”
        malahan lagu BENGAWAN SOLO cipt.(Alm)Gesang juga di pake buat muatan lokal di sekolah” jepang dan itupun tetep mereka akui sebagai ciptaan sang maestro kroncong indonesia.

      • 4 AnDo July 19, 2012 at 6:00 am

        @jono

        seperti itukah menurut saudara?????

        Bukan menurut, tapi sepengetahuan saya

        saya pernah tinggal di jepang

        Saya sudah 7 tahun dan masih tinggal di Jepang sampai sekarang

        selama itu setiap kawan saya yang tahu kalau saya orang idonesia mereka pasti minta maaf dgn blang gini :”maafkan kesalahan KAMI di masa lalu”

        Wah, kalau begitu relasi dan lingkungan teman Jepang anda LUAR BIASA HEBAT.
        Saya 5 tahun sekolah dan sudah 2 tahun kerja di Jepang. Teman, relasi dan kenalan saya lumayan bervariasi dari mahasiswa S1, S2, S3, post-doc, dosen, professor, manajer, buruh pabrik, tukang bengkel, pelayan restoran, koki, hingga satpam juga ada. Jadinya sebaran sampling untuk survey lumayan merata. Dan boleh dikatakan hampir semua orang Jepang yang saya kenal, JARANG ada yang tahu soal kekejaman militer Jepang pada jaman Perang Pasifik, apalagi sedemikian MENGERTI seperti setiap kawan anda sampai harus minta maaf segala ketika tahu anda orang Indonesia. Asal anda tahu, dalam buku pelajaran sekolah di Jepang, Indonesia merdeka dari Sekutu pada tahun 1948, bukan merdeka dari jepang pada 17 Agustus 1945.

        Yang pernah langsung bilang menyesali kekejaman orang Jepang jaman perang dulu cuma satu, dia mahasiswi S2 Univ. Yokohama jurusan pendidikan, dan dia tahu pasti karena waktu itu sedang melakukan penelitian ttg pendudukan Jepang di Indonesia dalam buku pelajaran sekolah di Indonesia.
        Kenalan saya yang lain yang tahu kekejaman militer Jepang di masa lalu cuma orang tua yang umurnya sekitar 70an tahun dan mereka tidak minta maaf karena mereka juga turut menderita dibawah rezim militer Jepang.

        malahan lagu BENGAWAN SOLO cipt.(Alm)Gesang juga di pake buat muatan lokal di sekolah” jepang

        Saya baru dengar loh. Kurikulum pendidikan Jepang untuk sekolah negeri setahu saya sama semuanya, cuma ada sedikit variasi untuk sekolah yang berbeda. Dan saya baru tau dari komentar anda ttg lagu Bengawan Solo masuk muatan lokal sekolah Jepang, padahal sekolah2 di Jepang lumayan ketat soal pendidikan. Ibu Murni yang seorang guru dan cukup lama meneliti pendidikan di Jepang, tidak pernah menyinggung soal Bengawan Solo dalam kurikulum sekolah Jepang.

        Orang Jepang kenalanku yang masih muda, gak pernah tahu soal lagu Bengawan Solo. Ada satu dua orang yang tahu, tapi mereka tahu lewat acara TV atau karaoke doang, itupun karaoke bareng orang Indonesia :D

        mereka akui sebagai ciptaan sang maestro kroncong indonesia.

        Itulah gunanya Copy Right alias Hak Cipta

    • 5 lambrtz August 26, 2010 at 4:40 pm

      Ah…
      Pendidikan sejarah itu bagian dari politik kok. Ya maklum dong. :mrgreen:

  2. 6 Zeph August 27, 2010 at 5:53 am

    Hm… Sepertinya Istilah Pahlawan dan penjahat (?) dalam konteks perang, itu tergantung dari kaca mata apa/siapa yang kita pakai.

    btw, waktu baca judulnya saja, penasaran ingin nonton film ini, tapi setelah baca postingan secara lengkap, jadi ga ingin nonton sama sekali :)

  3. 7 AnDo August 27, 2010 at 12:23 pm

    @lambrtz
    maka dari itu, saya tak pernah percaya sama guru sejarah, apalagi guru PSPB :mrgreen:

    @Zeph

    Istilah Pahlawan dan penjahat (?) dalam konteks perang, itu tergantung dari kaca mata apa/siapa yang kita pakai

    Betul! Misalnya saja Diponegoro, bagi orang Indonesia beliau pahlawan gerilya. Tapi bagi kompeni, dia tak lebih dari begundal teroris tukang sabotase yang layak ditipu mentah mentah :D

  4. 8 Si Tukang Review August 28, 2010 at 8:45 am

    Mau cari filmnya nih. Penasaran seperti apa ngaconya sejarah di sini. =)

  5. 9 AnDo August 28, 2010 at 1:17 pm

    @Tukang review
    Terus terang kalau bicara diluar plot sejarah yg melenceng, tadinya aku nggak nyangka film ini bakalan seburuk itu. Fokus cerita tak jelas mau dibawa kemana. Gembar gembor kisah mantan tentara Jepang yg menolak pulang kampung demi berjuang utk kemerdekaan Indonesia baru muncul di 1/4 akhir film, itupun eksekusinya tidak terlalu menarik.

  6. 10 Snowie August 30, 2010 at 6:10 am

    Adegan pertama adalah adegan seorang nenek tua yang bersujud dan mencium kaki Shimazaki sambil berucap telah menunggu legenda menjadi kenyataan dimana akan datang bangsa kulit kuning yang membebaskan mereka dari penjajahan kulit putih.

    Hmmmm,…. kok jadi inget filem Alice in Wonderland yak.
    Seorang Alice yang diriwayatkan akan menyelamatkan Wonderland dari ratu jahat berkepala besar…

    • 11 AnDo August 30, 2010 at 8:35 am

      @Snowie
      Dan legenda keluarga Pevensie yang akan menyelamatkan Narnia dari si penyihir putih (The Chronicles of Narnia)
      Dan juga legenda The One yang akan membebaskan manusia dari dunia Matrix (The Matrix)
      Dan juga legenda seorang Avatar yang akan mendamaikan negara 4 unsur (Avatar: The Last Air Bender)
      Dan juga ramalan seorang anak lelaki yang akan menghabisi riwayat You Know Who (HarPot)
      Dan juga ramalan tentang seorang anak yang akan menyeimbangkan The Force (Star Wars), dsb
      Dan juga jangan lupa wangsit sang hyang widhi yang mengatakan urutan penguasa Indonesia berdasarkan bunyi nama No-To-Ne-Go-Ro (Cari sendiri deh siapa nih yg punya ide) :lol:

      • 12 frozen August 31, 2010 at 12:05 pm

        Dan juga ramalan kalo dua rebu dua belas bumi meleduk :lol:

        *ahem, sekedar intro* u_u

        [...] maka dari itu, saya tak pernah percaya sama guru sejarah, apalagi guru PSPB :mrgreen:

        Wah, rupanya kita punya “alergi” yang sama. Macam sejarah yang sejak jaman SMP dicekokkan guru-guru dan bukpel sejarah, bahwa Islam konon pertama menyebar ke Nusantara lewat jalur pedagang Gujarat, padahal itu hanyalah “sabda”-nya Snouck.

        Tapi——salah satunya——gara-gara hal ini pula sekarang saya tak lagi ada kontak dengan seorang mahasiswi yang——tidak tahu buat apa——belajar sejarah.

        *e, malah curcol* :lol:

      • 13 AnDo September 1, 2010 at 12:44 pm

        @frozen
        Awalnya saya kurang suka sama metode pelajaran sejarah-nya sih, jadinya otomatis ikut2an nggak percaya sama guru dan isi pelajarannya. Ujung2nya nyari info sendiri diluar kelas, yang ternyata sejarah itu banyak versinya, tergantung siapa yang bikin dan sudut pandang siapa :lol:
        Oh.. silahkan curcol. Tapi tolong mas, yang lengkap yah :twisted:

  7. 14 Asop September 15, 2010 at 2:07 am

    Haduh, ada DVD-nya gak ya??
    Bajakannya aja deh.. :(

  8. 16 anak indo Jepang February 10, 2011 at 8:13 am

    hehehe….yah itu kan persespektif indonesia dengan keterbatasan liteture dan tentu dengan kepntingan….sama juga film itu dibuat berdasarkan persektif jepang….ya satu satu dong,,,

    makanya satu saudara keturunan Yajud itu jangan bertengkar aja.,..hahahaha…

    sekarang dengarkah nih persektif super adil dari keturunan indonesia jepang.,…tentu sebagai warga blasteran akan bersifat adil berada ditengah bukan membela salah satu,,,

    yang jelas nih masalah nenek yang bersujud itu jelas, ada dasarnya dari legenda jawa khususnya dari Jayabaya yang sangat dipercaya oleh orang jawa…

    makanya tuh yah, sebaiknya bangsa ini mau menjaga segala manuskrip kuno sehingga bisa tahu segala wawasan dan biar tidak inpoten lah hahahaha…

    ada benarnya kalau sebagian rakyat jawa yang berada di desa sangat percaya dengan ramalah jayabaya lah wong sekarang saja semakin terbukti kok…hahaha…

    ah tu soal lain,,,,intinya selama kalian semua tidak mau mendengarkan aku yang bercerita dengan adil ya ya ya yaya……ngantuk….

    thank you…

    • 17 AnDo February 10, 2011 at 11:35 am

      @anak indo Jepang

      yah itu kan persespektif indonesia dengan keterbatasan liteture dan tentu dengan kepntingan….sama juga film itu dibuat berdasarkan persektif jepang

      perspektif Jepang yang mana? literatur Jepang soal penjajahan dan perang Pasifik sendiri beragam koq, toh masih banyak juga scholar dari Jepang yang membenarkan sejarah kalau Jepang menjajah negara tetangganya. Film ini sendiri mengambil sudut pandang Kase Hideaki, seorang penulis kritikus sejarah kontroversial di Jepang. Bukan cuma soal Jugun ianfu doang koq dia mengambil posisi kontroversial, Kase juga sempat bikin panas hubungan Jepang dengan China gara2 bilang peristiwa pembantaian Nanking cuma omong kosong, juga bikin panas hubungan Jepang-Korea gara2 buku Minikui Kankokujin.

      sekarang dengarkah nih persektif super adil dari keturunan indonesia jepang.,…tentu sebagai warga blasteran akan bersifat adil berada ditengah bukan membela salah satu

      Kalau anda keturunan indonesia-jepang, silahkan baca literatur tentang perang pasifik, baik versi jepang maupun versi non-jepang.
      Ini saya kasih beberapa judul tulisan menarik untuk dibaca, beserta nama pengarangnya:
      1. tentang Jugun-ianfu: 「女性のためのアジア平和国民基金」(編)『政府調査「従軍慰安婦」関係資料集成』 龍溪書舎
      2. tentang isu pendidikan sejarah keterlibatan jepang dlm perang pasifik: 日本の前途と歴史教育を考える若手議員の会(編) 『歴史教科書への疑問』 展転社
      3. tentang politik dan strategi militer jepang saat perang pasifik 「日本軍による『三光政策・三光作戦をめぐって」姫田光義

      Tentang ramalan Jayabaya, saya kurang tau apakah orang Jawa di desa percaya atau tidak, toh saya bukan orang Jawa koq. Soal kontroversi si nenek nyium kaki orang Jepang, saya sendiri tak perduli selama masih dalam konteks cerita film. Ini saya nulis review film dari perspektif penonton, bukan dari perspektif orang lempar bacot padahal nggak nonton.

      ramalah jayabaya lah wong sekarang saja semakin terbukti kok…hahaha…

      Ini link daftar ramalan Jayabaya. Cek sendiri yang mana yang menurut anda “terbukti” :lol:

      intinya selama kalian semua tidak mau mendengarkan aku yang bercerita dengan adil ya ya ya yaya……ngantuk….

      Lha… situ aja ceritanya sambil ngantuk, gimana nggak bikin ngantuk orang lain,,,,,
      Lagian adil versi situ khan belum tentu adil versi yang lain. :lol:

      PS. Kayaknya anda mau ngetroll, tapi untuk sementara ini saya balas dgn agak serius deh :lol:

  9. 18 blasteran Indo Jepang February 11, 2011 at 2:15 am

    gini bro,,,,,lah saya catat, deh ya,,,bangsa ini PUNYA CIRI KHAS TIDAK PUNYA RASA SYUKUR ATAS KEBAIKAN ORANG LAIN…..
    MUDAH MELUPAKAN ATAU BAHKAN DI SISI LAIN MEMANFATKAN ORANG LAIN HAHAHAHA….

    HAHAHAHAHA……..bener2 bikin sakit perut deh…..

    hahahahaha…… bangsa ini sudah pikun kali yah kalau pertama kali Jepang datang ke sini sudah dipuja2 bagai pahlawan yang akan membebaskan bangsa, bahkan ORMAS2 ISLAM DI TANAH AIR LANGSUNG DATANG SENDIRI KE JEPANG MENGHADAP KE KAISAR HAHAHAHA…

    INI FAKTA NYATA SAYANG TIDAK SEMPAT DIUNGKAP DALAM SEJARAH…

    itu fakta pertama ya,,,,,tolong dicatat dengan baik karena saya tahu bangsa ini paling males kalau urusan catat mencatat hehehehe…

    kedua, ya secara tidak langsung atau paling tidak cukup berpengaruh bahwa sumber ramalah jayabaya, sangat berkesan di hati orang Indonesia khususnya dari orang Jawa,,,,hahahaha,,,

    dalam ramalan disebutkan akan kemerdekaan Indonesia/nusantara dari bangsa bule setelah kedatangan orang Jepang/ bangsa kate berkulit kuning…..

    nah silahkan dicari dulu sumber otentik naskah jayabaya…ada di kraton2 makanya kraton itu jangan dibubarkan hahahaha….

    jadi secara tidak langsung memang kemerdekaan Indonesia adalah karena kedatangan bangsa Jepang yang mengalahkan Belanda tanpa syarat.,….belanda langsung bertekut lutut…..

    ketiga, di masa Jepang, beberapa istilah ciri khas bangsa, seperti bahasa Indonesia, pencak silat dibebaskan bahkan dijadikan kurikulum resmi untuk beladiri tambahan tentara jepang……

    keempat, hubungan Nusantara dan Jepang tuh sudah lama banget, jauh hari ratusan tahun sebelumnya coba aja deh cari di wikipedia atau dimana lah,,,terserah….
    bahkan kurang lebih 1000- 2000 tahun lalu sudah banyak orang nusantara yang menjalin hubungan dengan orang Jepang….

    kelima, jaman Majapahit dan kerajaaan okkinawa sudah terjalin hubungan politik dan dagang serta pertukaran wanita cantik hahahaha…

    keenam, semenjak kurang lebih 100 lalu kakek saya dari jepang tuh datang ke nusantara, ya biasa lah misi khusus hehehe….

    ketujuh, seorang bangsawan Majapahit pada abad 15 pergi ke Jepang dan menetap di sana, serta menikahi gadis2 Jepang….

    jadi secara hubungan perasaan dan kejiwaan tentu ada kedekatan khusus antara Jepang dan Indonesia……
    jadi dengan demikian faktor perasaan itu sangat berpengaruh bagi kemerdekaan Indonesia, terbukti bahwa Jepang pun membentuk BPUPKI sebagai BUKTI NYATA PERSETUJUAN ATAS KEMERDEKAAN INDONESIA…

    kedelapan, nah ini yang baru2 ini sedang terjadi tapi sudah dilupakan rakyat Indon…..hahahaha…..bagaimana bisa woooooiiiii….keturunan Jepang berhasil memajukan Indonesia dalam waktu beberapa bulan dahsyat ga hahahahaha…..

    itu sajalah mengenai jugun ianfu dan kekejaman perang itu memang pengaruh dari kebijakan fascisme yang sedang tren di negara Jepang tahun 1940 an, selepas itu Jepang menerapkan politik harmoni, atau kedamaian……

    nah tu saja lah…saya tambahi lagi nanti kalau ga males hehehe….

  10. 19 blasteran Indo Jepang February 11, 2011 at 2:33 am

    eh bro maap deh punya DVDnya ga….boleh aku copy ga….

    hehehe….

    • 20 AnDo February 11, 2011 at 11:51 am

      saya tambahin deh yang ke sembilan:

      …punya DVDnya ga….boleh aku copy ga……..

      ciri khas bangsa Indonesia, suka copy barang asli alias suka ngembajak wakakakakak :lol:

      sorry aku gak bisa minjemin, aku rental dari rental DVD Tsutaya. cuma seminggu, udah itu dibalikin.

  11. 21 Mamad March 10, 2011 at 11:55 am

    gimana ni?? caranya mendapatin video nya?? kasih tau ding

  12. 23 kang mas April 15, 2011 at 6:58 pm

    aku nggak percaya dgn ramalan jayabaya padahal aku orang jawa. kata nenekku waktu di jajah ama jepang sengsara banget nggak ada kain . bajupun dibuat hanya dari bahan karet dan karung beras.

  13. 24 nurudin April 18, 2011 at 6:36 pm

    maaf buat semuanta bukan sok pinter, bendera Merah putih udah di pakek sebagai lambang nasional kaum bumioutra sejak tahu 1928, dan jepang memperbolehkan megibarkan bendera merah putih saat pendudukan mereka untunk mengambil simpati kaum pergerakan seperti Soekarno-hatta dan syahri, coba anda lait foto tahun 1942,m tentara peta pasti mengibarkan merah putih sejajar dgan himomaru> ??

    baca sejarah lagi eaaa

    • 25 AnDo April 18, 2011 at 7:25 pm

      @nurudin
      Oh.. gak papa kalau masbro mau sok pinter. Yang penting itu buktinya saja untuk klarifikasi. Silahkan berikan sumber info dan link foto tahun 1942 ketika tentara peta mengibarkan merah putih sejajar dgn hinomaru, seperti yg anda tulis. Karena setahu saya lambang nasionalisme, seperti bendera merah putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilarang dikibarkan dan dinyanyikan selama jaman pendudukan Jepang. Sumber dari tulisan Annaka Akio 「インドネシア国軍における政治化 その歴史的起点」、石田雄・長井信一編『インドネシアの権力構造とイデオロギー』

      Lagipula hanya kalangan tertentu saja yang tahu dan mengenal bendera merah putih sbg lambang kebangsaan, karena seperti yang kita semua ketahui bahwa kaum bumiputera yang ikut kongres pemuda 1928 itu hanya orang2 elit (bangsawan) dan kaum berpendidikan, bukan bumiputera biasa.
      ayo kita belajar sejarah lagi eaaaa

  14. 26 Putri May 28, 2011 at 10:58 am

    terus terang…. saia kaget ketika baca review-an mas yusah..
    sangat mengerikan sekali film ini…*syukurlah gak ditayangkan di Indonesia.. bisa2… ntar memicu kemarahan massa..

    lah wong saia baca review-an ini aja jadi malah kesel ama ntu film.. ditambah ada komen yang aneh… ckk..ckkk
    hufh…

    • 27 AnDo May 28, 2011 at 2:17 pm

      @Putri
      Nggak mengerikan koq filmnya, cuma yah… membosankan dan bikin ngantuk :P
      Kalau tayang di Indonesia? Mungkin saja memicu kemarahan massa, wong masyarakat Indonesia masih kurang dewasa dalam menyikapi karya seni.

      Komen aneh? yang ngaku blasteran itu? hehehe…
      Namanya juga nge-troll, ngomongnya asal aja yang penting beda dan kontroversial. Mungkin dikiranya blog kayak kaskus yang asal nulis aja tanpa ngasih bukti langsung, bisa dianggap mewakili kebenaran.

  15. 28 @yudiedward August 8, 2011 at 2:34 pm

    ada link untuk full download filmnya nggak?
    ———————–
    @yudiedward
    Nggak ada

  16. 29 aroelaroel August 17, 2011 at 2:25 pm

    yang intinya sekarang buat pribadi aku. aku belum merasa merdeka, sekarang aku mersa dijajah oleh negara sendiri. para pejuang yang dahulu kalau melihat negara yang sekarang pasti menangis, ternyata darah yang ditumpahkan para pejuang, hasilnya cuma begini, masih banyak keturunan para pejuang yang sengsara, padahal negara sdh menyatakan merdeka. aku teringat dua janda vetran yang diadil gara gara mempertahankan rumhnya yang mau diambil alih seorang yang tak bertanggung jawab. dimana pemerintahan sekarang yang memperjuangkan kemerdekaan.

  17. 30 Soya2 January 6, 2012 at 11:03 am

    :) gak papa……
    Film ini menceritakan kakekku…. :D

    walau punya video aslinya tanpa teks… aku gak pernah menontonnya…. karena bosan…… terlalu banyak ngomong…… :D

  18. 31 Iki March 19, 2012 at 5:07 pm

    Jangan salah Jepang juga byk memberikan kontribusi bagi Indonesia. .di massa pendudukannya di indonesia dulu, bala tentara Jepang mampu membangkitkan kembali semangat berjuang para pemuda Indonesia untuk melawan para penjajah sekutu. . Kekejaman tentara Jepang juga sih katanya relatif, tergantung dimana kita hidup dan status sosial yg kita miliki…Kalau kita nurut sama peraturan mereka kita di bantu, sbaliknya kalau kita melawan kpala kita taruhannya…Ingat !! cikal bakal TNI itu berawal dari PETA (tentara bentukan tentara jepang)…

  19. 32 Radius May 2, 2012 at 5:48 am

    Pengibaran merah putih bersama bendera Jepang baru terjadi pada tahun 1944 saat Jepang mencari simpati rakyat Indonesia setelah kekalahan demi kekalahan makin mengancam wilayah dalam Jepang. Namun semua sdh terlambat. Jadi tdk ada peristiwa pengibaran bersama sebelum tahun itu. Saat PETA dibentuk, hanya panji PETA saja yg boleh dikibarkan bersama bendera Hinomaru. Kalau tdk salah bendera merah Putih dan panji PETA blm pernah dikibarkan bersama sebelum peristiwa pemberontakan PETA di Blitar pimpinan Supriyadi.
    sayang gak ada DVD nya utk dilihat secara utuh…….

  20. 33 orang bodoh yang merasa pintar June 26, 2012 at 6:13 pm

    Dulu saya pernah mampir ke blog ini,dan tanpa sengaja setelah sekian lama ketemu lagi sama blog ini gara – gara nyari info tentang Takeo Shimazaki.
    Dan masih sama kaya dulu, pendapat anda tentang sebuah film atau bahkan di luar film terkesan terlalu menggurui seolah anda yang paling pintar dan paling benar. anti kritik, mungkin karna anda merasa kalau ini adalah blog anda sendiri dan anda sebagai kritikus film merasa aneh kalau ada yang mengkritik.
    “Komen aneh? yang ngaku blasteran itu? hehehe…
    Namanya juga nge-troll, ngomongnya asal aja yang penting beda dan kontroversial. Mungkin dikiranya blog kayak kaskus yang asal nulis aja tanpa ngasih bukti langsung, bisa dianggap mewakili kebenaran.”
    apa anda sendiri udah ngasih bukti langsung???apa anda sendiri ga menganggap segala tulisan anda mewakili kebenaran versi anda???
    ga yakin saya….
    saya bukan membela blastera,bahkan saya menyangsikannya tapi menyangsikan bukan berarti membantah sama sekali.
    membosankan atau tidak itu kembali ke masalah selera karna film itu bukan seperti matematika yang 3 + 3 = 6,tapi seperti fisika yang mempunyai teori relatifitas.
    Sebenarnya pendapat saya tentang film ini sama seperti anda hanya saja tidak sepanjang dan “sepintar” anda dalam menulis reviewnya.
    kesimpulan saya dari film ini adalah terlalu mendewakan Jepang sebagai saudara tua Asia tanpa menampilkan sisi gelapnya sama sekali.

    • 34 AnDo June 27, 2012 at 1:08 pm

      @ardan, orang bodoh yang merasa pintar

      Dulu saya pernah mampir ke blog ini,dan tanpa sengaja setelah sekian lama ketemu lagi sama blog ini gara – gara nyari info tentang Takeo Shimazaki.

      Ya, saya masih ingat sama sampeyan yang komentar ngamuk2 gara2 pemakaian kata muak, lalu ngajak debat kusir gak ada juntrungan.
      masih kurang puas debat kusirnya? gak bosen? atau lagi nganggur?

      you love have grudge on me but you don’t know who i am :twisted:

      Dan masih sama kaya dulu, pendapat anda tentang sebuah film atau bahkan di luar film terkesan terlalu menggurui seolah anda yang paling pintar dan paling benar. anti kritik, mungkin karna anda merasa kalau ini adalah blog anda sendiri dan anda sebagai kritikus film merasa aneh kalau ada yang mengkritik.

      menggurui? merasa pintar dan paling benar? wakakakakak….
      anda yang cuma nulis “komentar relatif pendek” doang justru kental banget tuh hawa menggurui dan paling pintar/paling benar. Gimana kalau nulis review panjang ya?
      ternyata sampeyan memang benar2 masih sama kaya dulu… gak mau belajar dari pengalaman ya? ckckckck….

      btw, saya heran koq anda selalu membahas film2 yang dikasih rating jelek? untuk film2 yang ratingnya bagus dan memang punya kualitas tinggi sama sekali gak dibahas. Apa memang selera nonton film sampeyan berada di ambang batas terendah?

      kritikus film? sampeyan udah baca tulisan saya yang ini belum? ckckckck…. memang susah kalau ngomong sama orang yang cuma baca beberapa tulisan lalu langsung bikin kesimpulan mentah. Tulisan saya hingga sekarang ada 181 buah. Udah baca berapa banyak sampai pada kesimpulan?

      film itu bukan seperti matematika yang 3 + 3 = 6,tapi seperti fisika yang mempunyai teori relatifitas.

      Gimana kalau kasus 3+3 saya pakai bilangan imajiner? apa masih = 6?
      Fisika dan teori relativitas? Beneran mau nyoba debat a la Niels Bohr dan Albert Einstein tentang mekanika quantum nih?

      apa anda sendiri udah ngasih bukti langsung???apa anda sendiri ga menganggap segala tulisan anda mewakili kebenaran versi anda???
      ga yakin saya….

      bukti? bukti apa? kalau nulis yg lengkap dong. toh yang ngasih bukti itu si blasteran, wong saya nggak ngasih bukti apa-apa koq.
      segala tulisan saya mewakili pola pandang saya koq. soal benar atau salah setiap orang punya pendapat berbeda, tergantung dari pengetahuan dan pengalaman masing-masing orang. Kebenaran menurut anggapan anak SD tentu beda dengan kebenaran menurut anggapan anak SMA.

      Ini ceritanya mau ngajak debat kusir omong kosong lagi? masih dendam?
      saya kasih saran deh buat sampeyan. Kalau ngajak adu argumen, silahkan hilangkan dulu rasa sakit hati dan dendam, lalu tulislah komentar dengan tenang dan pikiran jernih. Saya jadi kasihan sama tingkah sampeyan kalau kayak gini, jadinya benar2 mirip kayak orang idiot yang pengen dipuji orang sebagai jenius, tapi justru malah berakhir menyedihkan.
      o iya, kalau bisa jangan ngetroll yah. pasang aja nama asli dan kasih link facebook sampeyan supaya makin ngetop dilihat pengunjung blog ini. untuk sementara saya pasang link facebook anda secara manual.

  21. 36 Patria Yustinaputri December 25, 2012 at 4:10 am

    Ehem….kayanya banyak yang menghujat pemilik blog yah?? Kok aneh sih?? Blog-blog dia, asal engga nyinggung SARA dan perorangan suka-suka die lah. Santai bro. Kita hidup di Indonesia, jadi ya, banyak perbedaan pemikiran, ga usah tegang lihat blog yang beda. Kalau beda, tolong dikomen dengan alasan yang ilmiah. Pakai coy segala gapapa, asal ilmiah.

    Saya orang Jawa, saya cuma tahu ramalan Balaputradewa bahwa bangsa ini akan dijajah oleh bangsa berkulit kuning dan bangsa ‘kate’. Yang pertama tentu bangsa Mongol yang dua kali berusaha menjajah negara kita pas jaman Majapahit dan Singosari. Yang kedua, bangsa ;kate’ itu bangsa Jepang. Bangsa Jepang kan dulu pendek-pendek, bahkan untuk ukuran orang Asia, jadi ‘kate’ itu bangsa Jepang. Uesugi Kenshin aja tingginya 154 cm, Date Masamune aslinya 159,4 cm, setinggi saya (yang perempuan). Dan kalau mau nonton NHK (ga usah ke Jepang), mereka memang pendek-pendek sebelum ada westernisasi gizi (bukan Westernisasi budaya, menurut Begin Japanology, acara NHK, pas episode ‘Beef’).

    Soal ada bangsa yang membebaskan, kayanya itu propaganda orang Jepang aja sih. Biasa to, untuk menutupi rasa malu.

    Buat yang fanatik Jepang, entah karena AKB48 (dan girlband lainnya), karena samurai, karena novelk-novel Yoshikawa Eiji, karena Laruku (aku juga fan mereka tp ga lebayy kok), karena game Samurai Warriors (dan sejenisnya), karena Yamashita Tomohisa (atau aktor-kator kyut itu), JANGAN LEBAY CUMA GARA-GARA NGEFAN. Kasihan banget terhipnotis sama barang-barang propaganda. Menurutku itu sama OONnya dengan suak burger Mc’D dan KFC over bakso, trus bilang baksolah yang bikin kita tertinggal (hadeeeeh…).

    Soal tentara, menurut saya, Indonesia, tanpa pelatihan PETA akan tahu (bahkan lebih tahu), karena Keumalahayati tidak pernah dapet bushido juga bisa membunuh d Houtman melalui duel satu lawan satu, pake silat pula. Nyi Ageng Serang juga bisa bergerilya tanpa bantuan Jepang tuh?? Dyah Gitarja pas perang juga ga pernah belajar bushido (belum ada waktu itu), bisa juga menang.

    Jepang MEMANG berperan dalam kehidupan bangsa kita, TAPI GA SELEBAY ITU KALEEE. Hahahaha, kaya anti-fans K-pop aja.

    To blogger, salut deh tahu kekurangan filmnya :)

    • 37 AnDo December 28, 2012 at 7:52 am

      @patria
      Wah makasih banget, soalnya patria baca semua isi postingan plus komentarnya segala. Itu Artinya patria nggak main baca sepotong sepotong lalu langsung main judge seenaknya :)

  22. 38 kampret October 14, 2013 at 3:25 pm

    siapa bilang jepang membebaskan indonesia dari belanda?????? blasteran jepang indonesia???? jangan jangan anda adalah mata mata si bangsat jepang yang masih hidup di indonesia setelah perang!! jepang mengalahkan belanda terus menjajah indonesia anda buta ya dengan romusha , jugun ianfu,, dlll.. jepang pura pura membentuk BPUPKI untuk menarik simpati rakyat indonesia karena waktu itu militer jepang sudah lemah dihajar amerika, dan berusaha memakai rakyat indonesia untuk membantu jepang, waktu pertama jepang mengalahkan belanda terus rakyat indonesia teriak teriak kegirangan..itu seperti lolos dari mulut buaya ..masuk mulut singa ( karena mereka belum tau bahwa jepang datang untuk menjajah!!!!! … boleh dibilang indonesia merdeka dengan cucuran keringat sendiri.. kalau jepang mengalahkan belanda itu adalah namanya ekses dari perang!!!
    jepang malu mengakui kejahatan perangnya karena mereka memang kelakuan leluhur mereka adalah malu maluin!!!

    jepang itu jaman sekarang adalah anjing herdernya amerika karena setelah kalah perang, amerika memerlukan jepang untuk mencegah asia tenggara jatuh dalam komunisme…setelah korea utara dan china jatuh dalam komunis

  23. 39 kampret October 14, 2013 at 3:40 pm

    jangan lupa bahwa seharusnya kaisar jepang dan adiknya dihukum gantung sebagai penjahat perang..tetapi karena amerika yg dipimpin jendral mc arthur lah yang membebaskan mereka ..karena berkeinginan untuk memakai jepang untuk mencegah komunisme di asia tenggara..

    kalau semisalnya bomb atom tidak jadi dijatuhkan ke jepang.dijamin bangsa jepang sekarang sudah dibagi 2 seperti korea…karena dengan adanya konvensi yalta….. rusia pasti akan membantu menyerbu jepang….makanya amerika cepat cepat menjatuhkan bomb atom itu…

    beda dengan jerman yang mengakui kesalahan masa lalu dan melarang partai nazi dan segala lambangnya..lha jepang???

    kalau jepang mengalahkan belanda ..terus orang indonesia mengambil kesempatan itu emang harus dibilang indonesia berhutang budi kepada jepang??? coba saat itu jepang perang menang lawan amerika dijamin sekarang tidak ada lagi yang namanya indonesia!!!!

    kenapa tidak disebutkan orang indonesia berhutang budi kepada amerika????

    dalam peperangan dan politik dunia tidak ada yang namanya hutang budi ..yang ada adalah saling memanfaatkan situasi!!!!

    kalau dibilang laksamana maeda membantu pihak indonesia ( itu hanyalah salah satu individual saja tidak bisa dibilang…..) kok tidak dibilang orang cina yang membantu indonesia ( lha waktu pembikinan naskah proklamasi saja di rengas dengklok di rumah orang cina!

    ingat !!!!dalam peperangan dan politik dunia tidak ada yang namanya hutang budi ..yang ada adalah saling memanfaatkan situasi!!!!

    kalau dibilang pemenang yang menulis sejarah!! berarti kalau semisalnya jepang menang perang ..terus itu jugun ianfu disebut apa?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????pelacur menjual diri??????????????????????????????????????????????????????????????????

    siap siap saja suatu saat jepang dibomb atom oleh cina atau korea …kalau dibilang pemenang yang menulis sejarah!!!


  1. 1 Propagandas of The Nations « lambrtz's Blog Trackback on February 27, 2011 at 4:41 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Ando-kun

I write all of my reviews and postings in this site with Bahasa Indonesia. You may use internet translator if you want to read my review in another language. Just bear in your mind if you want to write comments, I only understand Bahasa Indonesia, English, and Japanese.

Live Traffic


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 354 other followers

%d bloggers like this: