Archive for April, 2009

The Sky Crawlers – Pilot Belia Tak Pernah Tua

Judul asli: スカイ・クロラ (Sukai Kurora)
Produksi: Production I.G ( 2008 )
Sutradara: Mamoru Oshii
Genre: Anime, Drama perang
Seiyu (pengisi suara): Kikuchi Rinko, Kase Ryo

君は大人になりたいと思う?僕達キルドレは歳を取らない
Kimi wa otona ni naritai to omou? bokutachi kirudore wa toshi wo toranai
Apakah kau ingin jadi dewasa? Kami para kirudore tak bertambah tua.

(Kannami Yuichi, anggota kelompok para pilot kirudore)

01_the_sky_crawlersMungkin nama Mamoru Oshii tidak terlalu terkenal di dalam dunia non-anime. Akan tetapi didalam dunia anime, nama sutradara sekaligus penulis ini merupakan nama yang sangat berpengaruh dengan karya-karya fenomenalnya seperti Jin-Roh: The Wolf Brigade dan Ghost in the Shell. Nama Oshii memang tidak segemerlap nama Hayao Miyazaki di dunia internasional walaupun menurutku mereka berdua memiliki kemampuan setara dengan gaya penyutradaraan berbeda. Hubungan antara Miyazaki dan Oshii sendiri skeptis secara professional sampai sekarang, tetapi mereka berdua saling menghormati secara personal. Menurut Oshii, karya Miyazaki terlalu idealis, tidak realistis dan sikap Miyazaki juga terlalu keras pada anak buahnya. Sedangkan Miyazaki sendiri mengkritik karya Oshii terlalu berat karena bermain dalam filosofi sehingga kurang menghibur (dan tentu saja membuat namanya kurang dikenal dunia internasional).

Aku sendiri sebenarnya tak keberatan dengan cekcok professional kedua sutradara anime hebat ini, toh apa yang mereka tunding satu sama lain memang benar koq. Namun justru itulah kekuatan masing-masing sutradara dalam berkarya. Lihatlah film-film karya Miyazaki yang indah dipandang dengan imajinasi mengawang-awang tanpa batas. Tapi justru dengan demikian film buatan Miyazaki mampu menghibur penonton segala usia. Bertolak belakang dengan buatan Oshii yang filosofis sehingga sulit dinikmati oleh anak-anak tetapi sangat menarik bagi orang dewasa. Masih ingat dengan cerita Jin-Roh yang ditulis oleh Oshii? Betapa Oshii menggunakan cerita si kecil kerudung merah dan serigala dalam menggambarkan kisah pasukan anti teroris. Kali ini Oshii menggarap film yang diadaptasi dari novel karya pengarang misteri Hiroshi Mori yang berkisah tentang pilot muda belia yang kuanggap sedikit mengambil kiasan latar cerita Peter Pan.

The Sky Crawler bercerita mengenai kelompok pilot yang dipanggil Kirudore dari pihak Rostock yang berperang melawan kelompok Lautern. Kannami Yuichi adalah pilot yang baru saja ditransfer ke pangkalan dibawah pimpinan seorang wanita bernama Kusanagi Suito. Kannami ditransfer untuk menggantikan seorang pilot bernama Jinrou yang diketahuinya telah tewas. Hanya ada 4 pilot aktif yang ada di pangkalan plus Kusanagi yang bisa menerbangkan pesawat. Keempat pilot tersebut termasuk kedalam kelompok Kirudore. Kirudore adalah kumpulan pilot-pilot muda yang tak pernah menjadi tua. Hanya ada 2 pilihan dalam kehidupan para Kirudore yaitu hidup muda belia atau mati di udara. Kemampuan bertempur para Kirudore tak tertandingi oleh pilot-pilot Lautern, kecuali 1 orang yang dipanggil Teacher. Kisah berputar disekitar hubungan roman Kannami dengan Kusanagi, teka-teki kematian Jinrou yang ternyata juga memiliki hubungan mesra dengan Kusanagi, eksistensi Kirudore dan siapa sebenarnya Teacher si pembantai Kirudore itu sendiri.

Muda selamanya dan penerbang! Pasti nama Peter Pan dari Neverland akan terlintas dipikiran anda. Memang kelihatannya film ini secara abstrak agak mengacu pada tokoh Peter Pan ciptaan J. M. Barrie yang muda abadi, hanya saja apakah menjadi muda selamanya itu menarik? Kalaupun menarik bagi Peter Pan, bagaimana dengan orang disekitar Peter Pan yang umurnya terus bertambah? Apakah mereka tidak akan bosan terus menerus bertemu seorang Peter Pan yang tak pernah tumbuh, sedangkan mereka melalui waktu dengan umur bertambah?

Terus terang saja film ini memiliki cerita yang cukup dalam dan rumit karena ceritanya sendiri mengalir melalui dialog antar tokoh yang tidak terlalu banyak jumlahnya, sehingga membutuhkan ketelatenan penonton untuk memahami isi cerita. Misteri tentang apakah itu Kirudore dan mengapa selalu ada satu pilot baru yang menggantikan satu pilot yang tewas akan dijawab perlahan-lahan. Setting film walaupun terlihat seperti kondisi pada saat perang dunia kedua (bentuk pesawat dan situasi sekitar pangkalan), namun sesungguh tidak terlampau jelas sehingga bisa dianggap alternative dimension. Kelompok Rostock dan Lautern sendiri tidak begitu jelas statusnya, apakah mereka itu dua negara yang sedang berperang, perusahaan yang bersaing, atau malah hanya dua kelompok fiktif yang dijadikan rival demi sebuah game perang dimana sosok Teacher adalah “Boss Enemy” yang tak terkalahkan? Dengan cerita semi-abstrak seperti ini saya sarankan agar anda menontonnya pelan-pelan karena jika anda dapat meresapi inti cerita, anda akan merasakan sensasi yang berbeda dari pada menonton anime biasa. Seperti biasanya menonton karya Oshii, jangan berharap mendapatkan cerita lucu dan menyenangkan dalam film ini seperti halnya karya Miyazaki.

Kelebihan utama film ini adalah visualisasi gambarnya yang luar biasa! Terutama gambar landscape pemandangan langit dan daratan yang indah, detail pesawat, hingga sajian utamanya, adegan pertempuran di udara yang diiringi dengan suara membahana kreasi Skywalker Sound milik Lucasfilm yang mantap punya. Ada beberapa adegan pertempuran dengan slow motion yang ditampilkan mengingatkanku pada film arahan John Woo. Baru kali ini aku menyaksikan adegan dogfight antar pesawat tempur yang menakjubkan, bahkan lebih keren dibandingkan film Hollywood dengan full teknik CGI canggih. Padahal film ini merupakan gabungan antara teknik CGI dan animasi gambar khas anime, atau malah gabungan inilah yang menjadi kelebihan utama The Sky Crawlers.

Jika anda seorang penggemar anime berkelas, jangan sampai melewatkan karya Mamoru Oshii yang satu ini. Bahkan jika anda tidak mengerti isi cerita film ini sekalipun, anda akan mendapatkan hiburan dengan sajian gambar animasi pertempuran di udara yang berbeda. Satu lagi, ada adegan yang akan membuat cerita lebih jelas (atau lebih rumit?) diakhir film setelah cast film habis ditampilkan, karena itu jangan matikan film ini sebelum benar-benar habis. Lagipula sambil menunggu cast film selesai, anda bisa sekaligus menikmati lagu Konya mo Hoshi ni Dakarete (Malam inipun direngkuh bintang) yang dibawakan dengan manis oleh penyanyi pop Jepang, Ayaka. Yang ingin mengunduh lagu ini silahkan kesini.

Gambar: 4.25/5 dan 4.75/5 (untuk adegan dogfight)
Rating: 4/5