Judul asli: デトロイト・メタル・シティ (Detoroito Metaru Shiti)
Produksi: Toho Cinema Jepang ( 2008 )
Genre: Drama komedi musikal
Sutradara: Toshio Lee
Pemain: Kenichi Matsuyama, Rosa Kato, Gene Simmons

“No Music, No Dream”
(Negishi Soichi aka Johannes Krauser II)
Wakil Jepang yang berjudul Okuribito (sang pengantar) berhasil meraih piala Oscar 2009 untuk kategori film berbahasa asing terbaik. Ini menunjukkan kualitas film Jepang memang patut diperhitungkan dunia internasional. Tapi untuk sementara tinggalkan dulu sejenak film serius, mari kita bahas film ringan yang penuh dengan hiburan ini.
Setelah nonton adaptasi manga 21th Century Boys yang telah kubahas sebelumnya ditulisan ini, aku mencoba untuk tidak terlalu banyak berharap ketika menonton adaptasi manga Detroit Metal City yang juga telah kubahas manga dan animenya ditulisan ini. Seperti janjiku sebelumnya, kali ini aku membahas versi live action Detroit Metal City yang meraih titel box office di Jepang dan mendapat berbagai penawaran oleh perusahaan film berbagai negara seperti USA dan Hongkong untuk dibuat versi remake-nya.
Soichi Negishi berangkat dari kampung halamannya di propinsi Oita pulau Kyushu (ujung selatan Jepang) diantar oleh emaknya untuk melanjutkan kuliah ke sebuah universitas di Tokyo. Soichi memilih Tokyo dengan pertimbangan meraih mimpinya menjadi pemusik lagu-lagu pop trendy yang manis di masa depan setelah lulus kuliah. Apa daya, kebanyakan orang menganggap lagu-lagu pop trendy karya Soichi hanyalah sampah. Cuma sedikit orang yang menghargai lagu-lagu karyanya, termasuk Aikawa cewek manis teman seangkatan Soichi di universitas. Setelah lulus dari universitas, Soichi memang tetap melanjutkan karir musiknya, hanya saja kali ini dia terjerumus menjadi vokalis band death metal bernama Detroit Metal City atau di singkat menjadi DMC dengan nama panggung Johannes Krausser II. Justru lagu-lagu metal karya Soichi sebagai Krauser II ini laku kayak kacang goreng dan ngetop ampun-ampunan. Apakah Soichi akan mengorbankan popularitas dirinya sebagai Johannes Krauser II demi meraih mimpi dengan musik pop trendy yang disukainya, atau yang terjadi justru Soichi menyerah demi ketenaran namanya sebagai Johannes Krauser II. Jika ingin mengetahui cerita lengkap dengan spoiler dari manga/animenya, silahkan baca disini.
Seperti yang telah kuduga sebelumnya, humor-humor kasar dan brutal dari versi manga dan animenya bukan hanya dikurangi malah dihilangkan cukup banyak untuk menghindari kontroversi dan sensor pembatasan usia penonton. Tidak ada tokoh si masochist Nashimoto yang didalam manga/animenya berperan sebagai babi kapitalisme diatas panggung DMC dan termasuk juga adegan kurang senonoh lainnya. Selain itu juga adegan drama yang mendapatkan porsi sedikit didalam manga dan animenya mendapat jatah lumayan banyak dalam versi live action kali ini, termasuk adegan masa kuliah Soichi dan pulangnya Soichi ke kampung halamannya. Terus terang saja, adegan drama yang diusung, ceritanya sangat klise tapi untunglah tidak terlalu mengganggu isi film secara keseluruhan sehingga tak perlu di seriusi (namanya juga komikal). Ada beberapa perubahan pada latar belakang Soichi dalam film ini yaitu peran emaknya Soichi cukup memberikan pengaruh signifikan terhadap pengembangan tokoh Soichi serta surprise dengan munculnya anggota keluarga Soichi yang lain.
Satu hal yang aku syukuri dari sutradara film ini. Toshio Lee tidak berusaha membuat film komedi serius atau komedi satir terlebih lagi komedi slaptick biasa, suatu hal yang aku khawatirkan akan merusak imajinasi manga/animenya. Justru Toshio Lee mengarahkan film ini ke arah film komedi yang kental dengan nuansa mirip anime. Banyak sekali humor-humor aneh dan tidak masuk akal didalam film sehingga sangatlah tepat keputusan Toshio Lee membuat komedinya dengan gaya komikal, pas dengan jiwa manga/anime yang diadaptasi. Humor slapticknya sendiri pun dibikin oleh sutradaranya dengan gaya komikal juga. Ditambah lagi dengan akting keren Kenichi Matsuyama sebagai Soichi/Krauser II dengan permainan ekspresi wajah bagaikan tokoh manga (jadi ingat Jim Carrey) benar-benar membuatku kagum pada totalitas Matsuyama, asal tahu saja kalau seluruh lagu yang dibawakan oleh tokoh Soichi dan Krauser II di nyanyikan sendiri oleh Matsuyama. Memang sudah seharusnya Toshio Lee berterima kasih kepada kualitas seorang Matsuyama yang memberikan hawa manga dalam film dan menghidupkan karakterisasi musisi dalam diri Soichi dan alteregonya Krauser II.
Karakter utama manga lainnya yang muncul tidak terlalu berkesan seperti halnya akting Kenichi Matsuyama, paling cuma tokoh Aikawa yang dibawakan Rosa Kato yang agak terlihat. Itu juga karena tampang cakep dan kawai (cute) Rosa Kato yang memang enak dipandang. Gene Simmons yang muncul sebagai bintang tamu memainkan peran si legenda death metal Amerika Jack Lil Dark secara biasa-biasa saja. Justru yang mencuri perhatian adalah peran 3 aktor numpang lewat sebagai ultra fans DMC yang suka nyeletuk sembarangan dengan kata-kata gokil. Dedikasi sampai mati masuk neraka para fans berat DMC ini benar-benar bikin aku ketawa terpingkal-pingkal.
Lagu-lagu yang menghiasi film dari genre death metal hingga pop easy listening juga cukup enak buat didengar kuping siapapun. Yang agak menggangguku mungkin dialog antara Soichi dengan keluarganya yang menggunakan dialek Hita-ben dari pulau Kyushu yang tidak kupahami (maklumlah aku nonton tanpa teks terjemahan). Akhir kata, versi live action Detroit Metal City ini kuanggap sukses menghibur para penonton termasuk yang belum pernah membaca manga ataupun melihat versi animenya. Bagi yang pernah baca manga, tidak perlu takut kecewa karena walaupun adegan lelucon parahnya telah hilang, jiwa manganya sendiri masih cukup kental koq.
GO TO DMC…. GO TO DMC…. SATSUGAI SEYO………
Rating: 3.0/5
saya malah suka sama versi anime-nya doang. itupun sudah sambil bergidik ngeri mengingat anime yang satu ini vulgar bukan kepalang, tapi juga konyol luar biasa. cukup menghibur, but make me sick in other way.
Wahaha,, liat resensinya pasti keren neh film.. ga sabar pengen liat subbed ver… sebenernya dah liat neh film, tapi tanpa subs juga kayak kk.. jadi ga ngerti blas.. ngerasa banyak yg hilang dari film neh.. Satsugaii Seyoo ^^. oh ya kk klo ada subs nya di share ya ^^..
kekeke.. nemu kk subs nya..here
wekekeke,, tiap hari gue cek tuh semua forum subtitle nyari neh sub.. gak tahan mau lihat.. xD
kenichi matsuyama mau jadi peran apa ajah emang keren ….
gag ada yang bisa nandingin .
kenichi kamu cakep banget …..
Lupa ngasi komen..xD *keburu kalap gara2 ngeliat link jmusic nya
*
DMC gw baru nonton anime nya aja, jadi penasaran sama muvi nya, ini yg main L ya? manglingi gitu mukanya ^^ nambah 1 lagi alesan nieh buat nonton
Btw thx reviewnya ^___^
ini buat yang nyari subtitle indonesia-nya = http://www.mediafire.com/?aeyww2zmdgx
hehe.. telat nonton.. tp ga abis pikir, klo didunia nyata apa ada yg ky gini yak.. kekeke… aja aja ada…
dmc the movie yg ini layak tonton lah.. tontonan menghibur dgn lelucon2 yg gelo abiss…
huoo, aq dah nontn..
ken’ichi matsuyama aktingny hebat bgt..
dr L yg aneh jdi negishi yg lugu sm Krausser yg bgtlh..(?!??)
punya OST ny g?
aq mau yg amai no koibito…
walau dibilang norak, enth knp aq suka..
ap aq norak..huee…
—————
@tIkaA
Amai Koibito
Tp favoritku lagu pop nya negishi sih
Raspberry Kiss
hahaha,, pelemnya gokil benerr…!! kalo gak ngakak yah nyengir2 mesem2 gak jelas selama nonton pelemnya… hehehehe
berarti kenichi matsuyama emang paten donk yah,, bisa nge-growl kayak vokalis metal beneran,, trus juga bersuara manis kayak pop singer… gw baru nemu aktor yang kayak gini,, ten thumbs up deh buat dia!!
*fans baru matsuyama syalalala…..
@an99ong
Pertama kali lihat Matsuyama justru sbg pemeran numpang lewat siswa SMA Jepang yg naksir cewek Korea yg ikut pertukaran pelajar dalam film Linda, Linda, Linda. Mau ngakak pas adegan dia nembak si cewek ngomong cinta sambil berpuisi pake bahasa Korea