Judul asli: Låt den rätte komma in
Sutradara : Tomas Alfredson
Produksi: Swedia ( 2008 )
Pemain: Kåre Hedebrant (Oskar), Linda Leandersson (Eli)
Genre: Drama/Horor
Ketika saya menyinggung film baru bertema vampire yang diadaptasi dari novel, tentu semua penggemar film (terutama Hollywood) akan menjawab secara berbareng “Twilight”. Wajar saja karena film Twilight sedang laris manis dipasaran seperti juga novelnya di Amerika sana. Ya, memang Twilight termasuk kategori lumayan bagus kalau dibandingkan dengan film-film remaja yang bertema horror seperti Valentine, Urban Legend hingga Prom Night yang tahu sendirilah seperti apa. Tapi untuk mengatakan Twilight sebagai film vampire berkelas, saya kira masih terlalu jauh. Twilight harus belajar lebih banyak kepada Interview with the Vampire yang juga diadaptasi dari novel dalam urusan menggigit serta menghisap emosi dan perhatian penonton. Saya membandingkan keduanya karena sama-sama menggunakan artis remaja yang berperan sebagai vampire (jadi inget Kirsten Dunst imut sebelum jadi pacar Spiderman).
Bukan Twilight yang ingin saya bahas dalam resensi film bertema vampire kali ini, tetapi sebuah film berjudul Let the Right One In (LtROI) produksi Swedia yang banyak mendapat penghargaan internasional. Film ini juga diangkat dari novel berjudul sama karya pengarang Swedia John Ajvide Lindqvist yang telah diterjemahkan ke berbagai macam bahasa termasuk bahasa Inggris. Seperti halnya Twilight, LtROI juga mengisahkan hubungan romantis antara anak manusia dan vampire, hanya saja pendekatan yang dilakukan oleh sutradara Alfredson lebih dalam, suram dan gelap dibandingkan Twilight yang cenderung ngepop.
Film ini diawali dengan pengenalan tokoh bocah lelaki umur 12 tahun bernama Oskar yang sering ditekan dan dikerjai oleh teman-teman sekelas tanpa ada keberanian untuk melawan. Suatu malam Oskar yang tinggal bersama ibunya kedatangan tetangga baru yang pindah ke apartemen kosong disebelah tempat tinggal mereka. Tetangga mereka yang bernama Hakan itu membawa seorang anak perempuan sebaya dengan Oskar bernama Eli. Bergaul dengan Eli membuat Oskar berubah menjadi lebih percaya diri termasuk berani melawan teman sekelasnya yang mencoba untuk mengerjainya lagi. Bagi Oskar hidup terasa lebih menyenangkan dengan adanya Eli, hingga pada suatu saat Oskar mendapatkan bahwa Eli bukanlah manusia biasa seperti dirinya.
Walaupun film ini tidak menampilkan efek khusus yang luar biasa seperti biasanya film Hollywood jaman sekarang, tapi dengan teknik penyutradaraan dan dramatisasi cerita membuat LtROI menjadi film drama vampire yang menyentuh. Sinematografi film ini juga mampu menampilkan suasana dingin bersalju dengan indah dan kadang pada saat tertentu gambar berbicara diwakili oleh kekerasan dan darah yang mewarnai film tanpa dialog. Dua pemeran utama yang masih berusia remaja berakting bagus dan terlihat natural. Lihat saja tingkah pemeran Oskar yang mendapat pengalaman ciuman pertama dengan mulut Eli yang masih belepotan darah korbannya. Belum lagi komunikasi lewat dinding apartemen antara Oskar dan Eli yang menggunakan kode morse sangat menggelitik. Memang LtROI bukanlah film vampire biasa ataupun drama percintaan umum, melainkan lebih dari itu.
Judul film ini berdasarkan legenda tentang vampire di eropa yang menyatakan bahwa vampire tidak dapat memasuki rumah seseorang kecuali diundang masuk secara verbal. Jika sang vampire memaksa masuk, vampire itu akan celaka dengan sendirinya.
Seperti biasanya film ini akan segera dibuat versi Amerikanya dengan sutradara Matt Reeves (Cloverfield). Dasar industri Hollywood sekarang kurang ide, kalau tidak bikin sequel pasti bikin remake. Lebih baik tonton dari sekarang sebelum dijagal habis-habisan hingga auranya dihisap habis oleh vampire Hollywood.
Rating: 4/5
waaaaaa tebakan gue beneeeerrrr
Gue terus terang penasaran sejak baca ulasan si Roger Ebert yg bilang bhw ini recommended. Tp yg lebih bikin penasaran omongan dia yg bilang kalo pilem ini “very R-rated” hehehe. Kudu nyari bajakannya nih
btw, gue koq ngga gitu suka ya ama Twilight. Kadang gue ngrasa apa krn generasi abg yg sangat menyenangkan itu uda lama gue lewatin hihihi
@Tigis. Gimana nggak R-rated, ini film penuh dengan darah nyiprat dimana-mana. Kebayang ciuman pertama sama cewek yg mulutnya belepotan darah, bisa2 penontonnya trauma gak mau ciuman lagi.
Khan udah gue bilang kudu cepat nyari aslinya sebelum aura film aslinya di gigit dan di sedot abis sama vampire Hollywood. Ntar elo cuma dapat versi film yang udah kehabisan darahnya.
Kasihan sekali kau brur, belum berumur tapi jiwa sudah tua. Walaupun gue bukan vampire, tapi jiwa muda gue tetap abadi selamanya (Immortalnya Highlander kali…)
wajib dicari nih DVD bajaknnya. bersyukurlah kita di indonesia yang bandwidthnya parah masih dapat akses bajakan. enak elo di jepang ndri, bandwidth murah…
ada gak ya di sini versi bajakannya. hihihi. dasar orang indonesia maunya cari yang murah tapi berkualitas. terima kasih bro, atas info film bagus ini. penasaran.
dit, kalau kamu cukup beruntung untuk tinggal di jakarta atau di bandung, film ini lagi diputar di BLITZ. eksklusif, gak ada di 21
Hai, gue disini cuma mau numpang nama doang! he he he…
Ada lagi yang mw gue bahas. Meskipun uw blum pernah nonoton filmnya, kayaknya film ini bagus juga. cZ, Aku suka banget film vampir.
Nih film creepy banget ya. Kekejaman yang dihadirkan gak tanggung-tanggung. Belum lagi pemerannya yang masih belia, makin menambah kengerian film ini. Susah memberi penilaian. Kalo dinilai bagus, kok gak nyaman dengan muatannya. Kalau dibilang jelek, kok kenyataannya nih film sangat wajib tonton. Bingung ya hehehe
Oh … situ ada di jepang tho?